Cinta Devan Untuk Naya

Cinta Devan Untuk Naya
64. Ujian


__ADS_3

Happy reading yes


*****®


Masa masa ngidam yang penuh perjuangan selalu di lewati Devan dengan hati lapang, siapa sangka jika ngidam sang istri tak jauh beda aneh nya dengan yang pertama, hanya saja kali ini cenderung ke makanan yang sangat manis.


Bagi Devan tak jadi masalah, selama masih bisa dia lalui, meski dengan perjuangan yang tak mudah. Namun sebisa mungkin dia akan memenuhi nya.


Tapi entah hal apa lagi yang akan di inginkan istrinya itu, hari ini Naya memanggil semua orang untuk berkumpul di rumah nya, setiap Devan bertanya ada apa, maka hanya di jawab kangen saja dan yang lebih aneh sang asisten dari kak Zian juga turut hadir.


"Sudah yank, kamu mau ngadain acara apa sih yank?"tanya Devan penasaran setelah dia mengirim pesan ke seluruh keluarga termasuk Arka.


"Gak ada mas, aku hanya ingin ngumpul, nanti kita ngadain pesta kecil ya mas, kita bakar bakaran di belakang, sekarang kita belanja yuk,"ajak Naya dengan antusias serta senyum bahagia nya.


"Baiklah tuan putri."jawab Devan yang langsung bersiap siap.


"Anak bunda ikut ya, kita jalan jalan, belanja belanja, mau kan?"ajak Naya kepada Langit yang sedang asik bermain Lego nya.


"Iya Bun,"jawab Langit singkat.


"Anak bunda pinter banget sih, makin sayang kan jadinya,"Naya berbicara dengan menciumi kepala Langit.


"Bunda, ini udah rapi lho,"protes langit dengan wajah cemberut dan suara yang lucu khas anak anak.


"Ih anak bunda sudah bisa protes ternyata, cie yang bentar lagi mau jadi kakak,"goda Naya sambil menunjuk nunjuk pipi Langit.


"Langit kan udah besar,"jawab Langit dengan suara yang masih sedikit cadel.

__ADS_1


"Percaya deh, Langit senang tidak mau punya adik?"tanya Naya hati hati kali ini.


"Senang Bun, rumah jadi rame nanti,"jawab Langit lagi dan langsung di hadiahi pelukan oleh Naya.


Akhirnya mereka pergi berbelanja, berbagai makanan khas Bakaran sudah di beli oleh Naya. Devan yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepala dengan heran, istri nya ini sekarang senang sekali belanja hal hal yang dulu dia tidak suka.


*Kamu suka aneh yank kalo lagi hamil, dan aku juga lebih aneh karena aku semakin cinta kalo kamu sedang begini, terlalu menggemaskan, mantra apa sih yank yang kamu kirim ke aku, sampai sampai aku bisa benar jatuh ke dalam pesona mu*batin Devan dengan tatapan penuh cinta.


Sedangkan Naya masih asik bercanda dengan Langit. Dalam diam Devan terus saja mengucapkan syukur karena telah bisa bertemu dan mencintai seorang gadis manis, lugu, baik, dan juga manja.


Malam menjelang, akhirnya semua keluarga sudah berkumpul di rumah Naya dan Devan. Mereka semua kini berada di belakang rumah dan telah mempersiapkan apa yang tengah bumil inginkan.


Tanpa sepengetahuan semua orang, Naya sudah meminta pak Maman untuk membelikan nya aneka martabak manis dengan rasa yang sangat jarang orang minati, Naya memesan rasa taro, macha, dan juga greentea. Tak lupa ia juga memesan seblak dengan level lima.


Entah apa yang Naya rencanakan, yang jelas dia kini tengah menanti pesannya datang dengan senyum yang tak pernah pudar.


"Kamu kenapa di sini yank?"tanya Devan yang heran karena sejak tadi istri nya malah berada di ruang tamu.


"Ngapain nunggu pak Maman? kamu pesan apa? kenapa gak minta mas saja?"tanya Devan beruntun.


"Aku lagi pengen minta tolong sama pak Maman dan -" ucapan Naya terhenti karena suara dari pak Maman.


"Permisi non, ini pesanan nya, maaf lama, antri nya banyak,"sapa pak Maman sambil menyerahkan bungkusan pesanan Naya


"Tidak apa apa pak, terimakasih ya pak, sekarang pak Maman ikut bergabung sama yang lain di belakang."Naya mengucapkan terimakasih dan mempersilahkan pak Maman untuk bergabung dengan yang lainnya.


"Baik non, terimakasih,"jawab pak Maman.

__ADS_1


Setelah mendapatkan apa yang dia pesan, Naya bergegas meminta tolong bibik untuk menyiapkan apa yang dia beli dan mengantarkan ke belakang.


"Mas Devan, kak Zian , Dek Al, sama kak Arka sini,"panggil Naya sedikit berteriak.


"Kenapa yank?"tanya Devan sambil berjalan menghampiri Naya.


"Sini dulu semua, cepet,"Naya mulai cemberut karena semua belum mau datang.


"Ada apa Nay?"tanya Zian yang kini sudah mendekat bersama Al dan juga Arka.


"Kalian duduk dulu sini,"Naya menyuruh mereka semua duduk, dan mau tidak mau mereka mengikuti nya.


Setelah semua duduk kemudian Naya menaruh pesanan nya tadi di depan mereka semua. Ke empat laki laki itu terlihat bingung tapi perasaan mereka mulai tidak enak. Dan benar saja Naya menyuruh mereka untuk menghabiskan makanan yang tadi dia penasan.


"Aku pengen lihat kalian makan ini semua sampai habis,"pinta Naya dengan wajah memelas.


"Apa!"kompak semua menjawab. Pasalnya mereka paling anti makanan yang ada di depan mereka.


"Hiks hiks jadi kalian tidak mau? bunda, kak Tia, kak Clara, mereka tidak mau,"adu Naya dengan mata yang mulai berkaca kaca.


"Baiklah baiklah pasrah mereka semua, setelah mendengar Naya menyebut nama yang sangat skral, sedangkan Devan hanya bisa menghela nafas panjang.


*Alamak ujian ini sungguh berat*jerit batin ke empat laki laki itu.


******®


Hahahaha mbak Naya kalo lagi hamil absurd nya menakutkan.

__ADS_1


Kasian ke empat cogan ganteng ini.


Yuk kasih like, hadiah, rate bintang lima dan vote nya ya biar mereka tabah menghadapi ujian ini 🤭🤭


__ADS_2