Cinta Devan Untuk Naya

Cinta Devan Untuk Naya
83. S part 13


__ADS_3

Acara berjalan lancar hingga usai, Langit benar benar di buat kagum sama orang tuanya, karena pada akhirnya sang ayah memang maju memberikan pidatonya tapi bukan sebagai kepala yayasan melainkan sebagai perwakilan orang tua dari murid terbaik. Dan hal itu sukses membuat Langit terharu, betapa baik dan hebatnya seorang Devan untuk dirinya.


Bagi Langit sosok sang ayah akan terus menjadi panutan bagi dirinya, bagaimana sang ayah memperlakukan bundanya, bagaimana dia mendidik anak anak nya, bagaimana dia bekerja keras untuk sebuah kata pantas dan bagaimana seorang ayahnya bisa membuktikan jika dia bisa berdiri di atas kakinya sendiri, tanpa ada embel-embel nama Angkasa di belakangnya.


Langit berharap kelak, ia akan bisa menjadi sosok yang seperti ayahnya, dapat memperlakukan wanita yang akan menjadi istrinya, eh istri pacar juga gak punya.


"Hem, cari siapa sih bang kok dari tadi matanya gelisah seperti sedang mencari seseorang," tanya bunda yang sukses membuat Langit kaget.


"Gak nyari siapa siapa Bun, bunda aja yang salah kira," Langit mengelak dengan cepat.


"Masak sih? gak nyari ceweknya?" pancing bunda lagi.


"Pacar apa bunda, Langit itu belum punya pacar dan belum ingin berpacaran dulu, Langit mau fokus kuliah Bun," jawab Langit namun sejujurnya dia masih berusaha mencari sosok yang entah siapa.


"Kalo punya juga gak apa apa bang, gak di larang juga kok," sambung sang ayah tiba tiba.


"Ini lagi, apaan deh. Dah ah Langit mau nyari si Awan dulu," pamit Langit dengan cepat agar tidak semakin di sudut kan oleh orang tuanya.

__ADS_1


"Cari Awan apa Awan?" goda sang bunda sambil sedikit berteriak.


Sedangkan Langit hanya diam saja dan semakin berlari.


"Dah lah biarkan saja, anak muda dengan urusannya, lebih baik sekarang kita segera pulang, kita siapkan makan malam buat acara nanti malam," ajak sang suami agar sang istri berhenti menggoda anaknya.


"Ah iya, aku hampir lupa mas, ya udah ayo." akhirnya Naya dan Devan pulang ke rumah untuk mempersiapkan acara nanti malam.


Sedangkan Langit masih saja berkeliling buka untuk mencari si Awan, dia memang ingin berkeliling saja. Entahlah sepertinya dia sedang tidak ada kerjaan.


"Sial, gue kenapa sih, malah kek orang bego begini cuma buat nyari tuh anak gak penting, lagian siapa gue dan siapa dia, kenapa gue harus nyariin dia sih, fix ini otak gue mulai gak beres, kudu di restart ulang kek nya!" dumel Langit dalam hati seraya membuang nafasnya kasar.


"CK, seorang Langit terlihat kacau hanya gara gara cewek gak jelas, benar benar bikin sejarah baru ini," masih saja dia lanjut kekesalan di hatinya.


"Lo itu kenapa? kayak orang patah hati saja," celetuk Awan tiba tiba di belakang Langit.


"Sialan Lo, mana ada gue patah hati," kedatangan Awan seperti pelampiasan untuk rasa kesalnya.

__ADS_1


"Bener juga, secara Lo gak punya cewek, jadi gak mungkin patah hati, yang ada cewek cewek hatinya Lo patahin," ejek Awan dengan tawa lebarnya.


"Kupret Lo, gue lempar Lo ke kolam," dengus Langit makin kesel.


"Gak akan lah, secara gue udah pasti lari duluan hahahaha," lagi lagi Awan tertawa dengan keras, entah dia merasa jika sahabat nya sedang tidak baik baik saja, dan itu sangat jarang terlihat.


Bagi Awan, hal seperti ini adalah momen langka dan dia ingin memanfaatkannya dengan mengejek sepuas hati nya, meski dia tidak tau apa yang membuat seorang Langit terlihat kacau.


" Kayaknya nih anak lagi mikirin cewek, tapi siapa ya cewek yang bisa bikin si gunung es ini mulai mencair dan kacau?" Awan bertanya tanya dalam hati.


"Huh, dasar cewek gak jelas, awas saja kalo terus ada di pikiran gue, gue bakal iket Lo di tiang rumah gue, eh." lagi lagi Langit masih saja menggerutu.


*****®


Cie ada yang lagi galon karena gak ketemu dedek Bulan kayaknya.


Maaf ya lama up, tapi aku janji cerita ini bakalan sampai end kok hehehe.

__ADS_1


Terimakasih semuanya.


__ADS_2