Cinta Devan Untuk Naya

Cinta Devan Untuk Naya
106. Lamaran Terindah


__ADS_3

Happy reading yess


*****®


Waktu berjalan dengan sangat cepat, saat ini, Awan, sudah berada di depan galeri lukis milik Senja. Dia hanya duduk diam sambil menekan rasa bahagia yang sebentar lagi akan mampir dalam hidupnya.


"Sudah lama kak?" sapaan lembut dari wanita yang berhasil menguasai hatinya, membuat Awan, yang sejak tadi melamun langsung sadar.


"Gak kok dek, baru sampai juga." jawab Awan, sambil membuka pintu mobil untuk Senja.


"Kita mau kemana kak?" tanya Senja yang sejujurnya sejak tadi pagi sangat penasaran.


"Ada, di suatu tempat. Tapi sebelum itu, kita mampir di butik dulu ya," Awan, berharap ajakannya tidak di tolak oleh Senja.


"Terserah kakak saja," Senja hanya menurut saja.


Dalam hati, Awan, dia benar-benar mengucapkan syukur karena, Senja begitu penurut kepada dirinya. Bahkan hal sekecil apapun Senja, hanya akan menjawab terserah kakak saja, ah senang nya hati Awan.


Mereka memasuki butik langganan keluarga Angkasa, di sana ternyata Awan, sudah mempersiapkan semuanya, mulai dari baju yang memang sudah dia pesan sejak kemarin, begitu juga dengan sepatu dan Tatan rambut serta makeup.


"Sekarang kemana lagi kak? apa ada acara penting? kenapa aku di dandani seperti ini?" Senja sedikit menggerutu, pasalnya dia memang jarang sekali berdandan ala cewek cewek pada umumnya.

__ADS_1


"Nikmati saja ya dek, sebentar saja, aku janji." Awan malah menjawab lain dari pertanyaan Senja.


"Oke," hanya itu yang Senja katakan.


Selebihnya mereka kembali terdiam, dengan pikiran masing-masing. Senja yang masih bertanya dalam hati dan Awan, yang berharap acarnya berjalan dengan lancar.


"Tutup mata sebentar ya," ucap Awan, saat mereka telah sampai di tujuan.


"Hah!" kaget, dan Senja hanya bisa pasrah.


Dia di tuntun Awan, dengan hati hati. Bahkan senja merasa jika restoran yang sempat dia lihat sangat sepi, tidak ada pengunjung sama sekali, lalu ini acara apa, batinnya masih bertanya tanya.


"Nah berdiri di sini, jangan di buka dulu sebelum kamu mendengar suara ku lagi ya," pinta Awan, yang kini mulai berjalan menjauh.


" Hai gadis manis yang ada di depanku," sapaan Awan terasa jauh di telinga Senja, dia buru buru melepaskan penutup matanya.


Di saat Senja, berhasil membuat penutup matanya, dia di buat tercengang. Di sana, di depan sana, laki laki yang bertahta di hatinya sedang berdiri dengan sorotan lampu yang terang, dia bahkan terlihat memegang satu buket bunga mawar berwarna merah muda dan satu berwarna putih di tengah.


Senja, masih diam terpaku, otaknya masih saja berfikir ada apa ini, dan ucapan selanjutnya sukses membuat dunianya seakan berhenti berputar, matanya hanya bisa diam mengamati satu titik dengan embun yang sudah menemaninya.


"Senja.." panggil Awan, lembut dan berjeda.

__ADS_1


"Maaf, jika selama ini aku membuat mu berjuang sendirian. Maaf, sudah membuat mu menunggu terlalu lama. Maaf, sudah memberikan sakit yang tak pernah aku sadari, dan maaf karena aku kamu harus merasakannya." Awan, kembali menarik nafasnya panjang, dan perlahan dia buang seiring langkah kaki yang menuju ke satu titik.


"Terimakasih untuk cinta tulus mu. Terimakasih untuk tetap bertahan dan menjaganya. Terimakasih untuk kesempatan demi kesempatan yang tak pernah lelah kamu berikan. Dan terimakasih untuk tetap menjadikan ku pilihan hatimu." Awan, diam beberapa detik untuk memandang wajah yang kini sudah basah karena air mata yang mengalir sejak tadi.


"Berhentilah menangis karena ku, berhentilah berjuang lagi untukku, karena kini aku yang akan berjuang untuk mendapatkan seluruh duniamu, ijinkan aku menjadikan mu tempat ku berpulang di kala raga sudah lelah, ijinkan ku untuk selalu melihat mu di saat aku ingin menutup dan membuka mata, ijinkan aku menjadi pegangan di saat ragamu membutuhkan sandaran, dan ijinkan aku menjadi orang pertama yang kamu peluk di kala rasa suka dan duka menyapamu." Awan memberikan jeda pada ucapannya untuk menghapus air mata Senja.


"Senja, di tempat ini, di malam ini, aku yang hanya laki laki biasa ini, ingin meminta hatimu agar mau menetapkan, hanya namaku, saja di sana, aku ingin hanya aku, yang memenuhi seluruh pikiran mu, entah sadar ataupun tidak.


" Kamu tau, cinta tulus sudah berhasil menguasai seluruh pikiran dan hatiku, hingga tidak ada lagi ruang tersisa di sana, hanya kamu, gadis manis, manja, dan juga pembuat onar yang selalu ada dalam setiap pikiran ku. Kamu, hanya kamu yang entah sejak kapan berada di sana, dan bodohnya aku baru menyadarinya." posisi Awan, saat ini sedang berlutut dengan satu kaki di depan Senja.


"Senja Rania Angkasa, maukah kamu, berdiri di samping ku, melewati setiap detik yang dengan sempurna? maukah kamu menyempurnakan segala kekurangan ku? maukah kamu menerima laki laki bodoh ini untuk menjaga penjaga hatimu?" tanya Awan, dengan kini membuka kotak beludru berwarna putih yang di dalamnya ada sepasang cincin indah yang sangat elegan.


"Aku," jawab Senja dengan suara bergetar.


*****"®


Xixiixixixi kabur dulu.


Sabar ya, maaf Ken aku ini yang lama up.


Eh sekali up, malah ngegantungin 😂😂

__ADS_1


Vote dulu, kalo banyak Vote, gift, like, komen nanti sore bakalan ada jawaban dari Senja, dan ada sesuatu buat Langit 😅


__ADS_2