Cinta Devan Untuk Naya

Cinta Devan Untuk Naya
89. S. Part 19


__ADS_3

Happy reading yess.


*****®


"Selly!" sentak Awan dengan nada marah.


Kedua muda mudi yang sedang asik berciuman itu seketika menoleh. Wajah Selly berubah puas, dia tidak menyangka jika kekasihnya berada di depan matanya.


"A aawan," ucap Selly dengan gugup dan berusaha untuk menjelaskan semuanya.


"Oh jadi ini alasan Lo selalu balas telat pesan gue, jadi ini sebabnya Lo minta kita putus, oke gue kabulkan permintaan Lo, mulai detik ini kita putus!" Awan berkata dengan nada marah dan tidak ada lagi kata aku kamu yang terdengar begitu manis.


Semua yang Awan lihat, sudah cukup menjadi bukti bagaimana sikap asli dari kekasihnya.


"Gue nyesel udah pernah kenal sama cewek kayak Lo, dasar murahan!" sarkas Awan dan setelahnya dia langsung pergi meninggalkan rumah Selly.


Sedangkan Selly dan pacar barunya hanya bisa diam terpaku tanpa bisa menyanggah apapun. Selly sadar jika apa yang dia lakukan memang salah tapi dia juga tidak ingin di salahkan.


"Sudahlah, bukankah itu udah jadi keinginan kamu sejak dulu baby?" laki laki yang bersamanya tadi berusaha menenangkan dirinya.


"Lebih baik kita lanjutkan apa yang tertunda, bagaimana?" pancing sang pacar dengan tangan yang mulai mengusap tengkuk Selly.


"Tapi, ah." ucapan Selly terpotong oleh ciuman dari Jaka. Ciuman yang sangat menggebu dan penuh hasrat.


"Sudah, nikmati saja." erang Jaka di sela sela ciumannya.


"Hem, tapi janji habis ini tas baru ya," jawab Selly dengan nada yang menggoda dan tatapan sayu nya.

__ADS_1


"Apapun untuk mu, baby," jawab Jaka dengan nada rendah yang tangannya bahkan sudah sampai mana mana.


" Mau di sini apa di kamar Hem," ucap Jaka di sela sela kegiatan nya yang mengecup leher Selly.


"Ah, kamar saja. Takut kalo Jesica pulang." erang Selly semakin membakar keduanya.


Tanpa menunggu lama, Jaka langsung saja mengangkat Selly tanpa melepaskan ciuman panas mereka.


Jika dua insan yang sedang mabuk gila itu bersenang senang, maka tidak bagi Awan. Dia mencintai gadis nya begitu tulus, hingga penghianatan itu terasa begitu menyakitkan.


Awan lebih memilih duduk di taman sebelum ia pulang dan bertemu dengan kedua orangtuanya dalam keadaan kacau. Awan tidak ingin membuat orangtuanya marah.


"Lho kak Awan kapan pulang? kok ada di sini? kak Lang ikut pulang tidak?" tanya gadis manis yang ternyata Senja.


Di saat dirinya tengah melamun, Awan kaget mendengar sapaan yang begitu lembut mengalun di indera pendengarannya.


"Tadi keluar mau beli kanvas, eh pas jalan lihat seperti kakak, dari pada aku penasaran aku samperin, ternyata bener kak Awan." jawab Senja sebisa mungkin dengan nada yang tenang.


"Tumben gak pake pengawasan dek? boleh gitu keluar rumah sendiri? Jingga mana?" Awan sedikit heran, pasalnya dia tau semua anak dari om Devan akan selalu di awasi.


"Kata siapa gak di awasi, tuh gak lihat orang itu?" tunjuk Senja dengan dagunya.


"Huh, bosen tau gak sih kak, di awasi terus jadi gak bisa bebas!" keluh Senja yang malah di sambut gelak tawa oleh Awan.


Sejenak dia lupa akan masalah nya, akan penghianatan mantan kekasihnya. Melihat Senja yang mengeluh karena selalu di awasi, menjadikan Awan begitu gemas. Gadis di depannya ini terlihat sangat lucu dengan pipi yang menggembung tanda dia merasa sebal.


"Malah ketawa, ish ngeselin deh," gerutu Senja namun dengan debaran yang luar biasa, melihat tawa laki laki yang entah sejak kapan menghuni relung hatinya.

__ADS_1


"Maaf maaf, salah siapa kamu selalu bikin onar, kamu sama kakak mu emang ya, gak bisa gitu anteng sebentar saja?" bukanya menghibur malah mengejek.


"Apaan, siapa yang bikin onar, orang kita anak manis," jawab Senja dengan narsis.


"Dih manis katanya, gak sadar dia," lagi lagi Awan malah mengejek dirinya disertai tawa yang semakin menjadi.


"Kakak!" rengek Senja yang semakin malu.


"Iya ya, anak manis." pujian dari Awan semakin membuat dia malu dan wajahnya semakin memerah.


"Au ah, udah lah aku pergi saja!" Senja pura pura marah untuk menutupi rasa gugupnya.


"Jangan marak oke, Hem sebagai gantinya gimana kalo kakak antar kamu cari kanvas?" tawar Awan yang tentu saja langsung di iya kan oleh Senja.


Akhirnya mereka pergi berdua, di selingi obrolan obrolan yang ringan dan tawa yang juga mewarnai hari menjelang siang itu.


Awan merasa kehadiran Senja sedikit mengalihkan rasa sakitnya, sedangkan bagi Senja, jalan bersama Awan adalah kebahagiaan tersendiri.


*****®


Duh yang mulai bucin.


Idih si Selly gila juga ya.


Dah lah, yuk kasih gift, Vote, like juga ya yang buanyakkkk biar Senja dan Awan semakin dekat.


Mau mau mau???

__ADS_1


__ADS_2