Cinta Devan Untuk Naya

Cinta Devan Untuk Naya
131. Pengumuman


__ADS_3

Seorang laki laki berjalan di lorong rumah sakit dengan tergesa-gesa, dia adalah ALWi NARENDRA ANGKASA, Laki laki dengan sejuta pesonanya, namun terlihat dingin dan kaku. Dia sedang terburu buru untuk menggantikan sang bunda menjaga kakaknya yang sedang kecelakaan satu minggu yang lalu. Meski terkesan dingin dan kaku namun pesona nya sangat kuat, tapi hingga dia masuk kuliah pun tidak ada wanita yang berhasil masuk ke dalam hatinya. Di saat sedang tidak fokus karena berjalan dengan melihat ponselnya tiba tiba dia di kejutkan karena menabrak seseorang


Bugh


"Akh... " jerit gadis berseragam putih biru.


"Kamu tidak apa apa?" tanya Al dengan wajah datar nya.


"Ah aku tidak apa apa kak, maaf ya, gara gara terburu buru jadi nabrak kakak" ucap gadis itu merasa tidak enak.


"Hemm tak masalah" jawab Al sekenanya.


"Kalo gitu aku permisi kak, sekali lagi maaf ya" kata gadis itu kemudian dia kembali berlari bahkan sebelum Al menjawab nya.


*Gadis aneh, sudah lah aku harus segera ke ruangan kak Nay*gumam Al sambil menggelengkan kepalanya dan bersiap berjalan ke ruangan kayaknya. Namun tiba tiba langkah nya terhenti ketika dia merasa menginjak sesuatu.


Al mengambil nya dan seketika dia terpaku sejenak. Menimbang apakah harus segera ke ruangan sang kakak apa mengembalikan benda tersebut, Al yakin jika benda itu milik gadis kecil tadi.


Akhirnya Al lebih memilih mengembalikan nya siapa tau belum jauh. Al segera mencari gadis itu namun langkah nya terhenti saat netranya melihat gadis itu memohon di depan ruangan administrasi, dengan pelan Al mendekat dan mendengarkan semuanya.


"Sus tolonglah, ibu saya butuh penanganan segera, saya janji akan segera mencari pinjaman uang untuk melunasi semuanya,, tolong sus" mohon gadis itu.


"Maaf dek bukannya kami tidak ingin membantu tapi itu sudah peraturan rumah sakit dek" ucap sang petugas menerangkan.


"Tolonglah, sebenarnya saya juga punya kalung tapi malah hilang" keluh gadis itu dengan suara parau menahan tangis.


Al yang melihat nya kasihan dan mendekat kepada gadis itu.


"Ini kalung mu kah? " kata Al tanpa sapaan sama sekali.


"Ah iya kak benar, terimakasih, apa kakak yang tadi saya tabrak? " tanya gadis itu dengan polosnya.


"Hem.. " jawab Al singkat.


"Sekali lagi terimakasih kak" gadis itu masih saja mengucapkan terimakasih.

__ADS_1


"Ya sama sama, kalo gitu saya permisi" kata Al pamit.


"Iya kak" jawab gadis itu.


Baru beberapa langkah, Al kembali mendengar gadis itu melakukan negosiasi.


"Ini kalung saya apa bisa jadi jaminan buat ibu saya? saya janji akan segera melunasi nya" mohon gadis itu.


"Maaf dek tetap tidak bisa, sesal pegawai itu,. Al yang mendengar nya mencoba untuk tidak ikut campur namun perkataan gadis itu berikutnya bikin perasaan nya tidak enak.


" Apa hanya orang kaya saja yang boleh berobat, sedangkan kami para orang miskin tidak boleh berobat? kenapa kalian semua sepicik itu, jika rumah sakit saja tidak mau mengobati kami orang miskin yang sakit lantas kami harus kemana mencari pengobatan? apa tidak ada belas kasihan dari kalian semua"ucap gadis itu dengan derai air mata yang akhirnya tumpah juga, mengingat nasib ibunya.


Hanya sanga ibu yang dia miliki, lantas harus bagaimana dia melewati hidup jika sang ibu juga pergi menyusul ayahnya. Gadis itu kemudian berlari keluar dengan menangis, Al yang melihat nya semakin tidak tega, kemudian Al datang ke tempat administrasi.


"Eh mas Al ada yang bisa kami bantu? sapa sang petugas dengan ramah, mereka tentu mengenal siapa Al ini, karena keluarga Angkasa lah pemilik saham terbesar di rumah sakit ini.


" Saya mau tanya, berapa biaya ibu gadis tadi? "tanya Al dengan nada dingin.


Glek... kedua pegawai administrasi tadi merasa takut, ternyata anak dari sang pemilik rumah sakit ini dengar.


" Berapa cepat katakan, jangan membuang waktu saya"Al semakin geram karena tidak segera mendapatkan jawabannya.


Akhirnya kedua petugas itu mengatakan semua jumlah yang harus gadis itu bayar dan Al segera membayar nya dengan lunas.


Setelah nya dia segera berlalu karena bunda nya sudah menelfon.


Sedangkan gadis kecil tadi sedang menangis dan duduk di bangku taman rumah sakit itu, namun tak lama telfon nya berdering.


"Iya hallo.. " ucap gadis itu.


"...... "


"Benarkah? baiklah saya segera kesana" uaco gadis itu bersemangat.


Dia segera kembali ke dalam namun juga berfikir siapa yang sudah melunasi nya, kenapa ada orang baik sekali, dan pada akhirnya dia bertanya kepada petugas tadi.

__ADS_1


"Permisi. Maaf mau tanya, siapa ya pak yang melunasi biaya ibu saya? " tanya gadis itu dengan heran.


"Yang melunasi nya adalah laki laki yang tadi mengembalikan kalung mu dek" kata petugas itu.


"Hah... benarkah? tanya gadis itu tidak percaya.


" Iya benar, semua nya dek, sampai ibu adek benar benar sembuh "petugas itu membeberkan lagi.


" Alhamdulillah ya Allah masih ada orang baik ternyata... kalo boleh tau siapa namanya pak? "tanya gadis itu lagi, namun belum sempat ddi jawab telfon itu kembali berbunyi dan mengharuskan dia segera ke ruang ibunya.


" Ah pak saya permisi, sekali lagi terimakasih banyak dan sampai kan juga kepada kakak tadi... "Gadis itu mengatakan dengan sedikit berlari.


*Terimakasih kakak baik, semoga Allah membalas kebaikan mu, dan semoga kita bisa bertemu lagi, aku ingin mengucapkan dengan benar*gumam hati gadis itu.


Gadis ceria yang hidup dengan sederhana bersama ibu nya yang kini tengah terbaring sakit. Gadis yang tak pernah menunjukkan sisi lemahnya di depan orang lain.


"Aku harus selalu kuat, demi ibu. Ya semua demi ibu, hanya ibu yang aku punya saat ini dan semoga ibu baik baik saja. Aku mohon Bu...,"lirih gadis kecil itu menahan Isak tangisnya.


Gadis yang hanya seorang diri kini sedang di landa rasa cemas, kala dirinya menunggu sang ibu yang sedang berada di ruang operasi. Dia hanya sendiri, tak ada bahu yang mampu dia jadikan sandaran, tak ada tangan yang akan mengusap air matanya, dan tak ada pelukan kekuatan yang dia dapatkan untuk menenangkan nya. Hanya dirinya sendiri yang mampu melakukan itu, hanya dirinya sendiri yang mampu dia kuatkan agar tetap bisa berdiri di kaki nya sendiri.


Beruntung masih ada orang baik yang mau memberikan bantuannya. Hingga ia berjanji, jika suatu saat bertemu maka dia akan sangat berterima kasih dan ingin membalas budi baiknya.


******®


Yeee siapa ya gadis itu.


Ah mas Al kayak nya bakalan jodoh tuh hehehehe.


Oke jangan lupa dukungan seperti biasanya, like, komen, hadiah, vote, bintang nya serta tap love dan bagikan ke teman.


Love love sekebun mrica 😀😀😀🤭



Hai semua,, readers setia ku,, yuk mampir di cerita baru aku, sebenarnya gak baru sih, udah aku up lama, cuma aku stop hehehhee.

__ADS_1


Semoga suka ya dengan cerita dari si bungsu keluarga Angkasa 🥰🙏.


__ADS_2