Cinta Devan Untuk Naya

Cinta Devan Untuk Naya
16.Menghindar


__ADS_3

Happy reading yess


Maafken ya beberapa hari tidak up, hehehe


Key lah lanjut


*****®


Setelah beberapa hari di rumah, akhirnya Nay mengutarakan keinginannya untuk pergi sementara.


"Ayah bunda dan semuanya, Nay mau mengatakan sesuatu" ucap Naya di saat semua orang tengah berkumpul.


"Katakan nak kamu mau bicara apa? " ayah menimpali dengan santai, dan sang bunda langsung duduk di pinggir nya.


"Eee Nay pingin pergi, keluar negeri yah, Nay ingin berobat di sana dan Nay juga ingin menjauh sementara waktu dari Kak Dev" ucap Naya dengan kepala menunduk sedih.


"Bunda dan ayah akan menemani mu, kita akan berangkat besok lusa" jawab bunda tanpa menunggu lama dan tanpa menunggu tanggapan yang lain.


Bagi Mila apapun akan dia lakukan demi mengembalikan anaknya seperti dulu.Meski Mila yakin jika Devan tidak akan pernah meninggalkan Naya.


"Jika itu sudah keputusan mu, maka kami akan selalu mendukung mu, apapun itu dek" Zian akhirnya buka suara dan mengusap kepala Naya dengan sayang.


"Iya dan kami akan mengunjungi mu kesana sesekali, sekalian liburan lah" Tia ikutan menimpali dengan candaan.


"Kamu kangen liburan yank? " tanya Zian merasa tidak enak karena sudah sejak Tia lahiran belum pernah dia mengajaknya liburan.


"Gak juga, nunggu si kembar besar dan bisa di ajakin kemana mana lah, biar enak perginya" jawab Tia santai.


Setelah mendapat ijin, kini Naya sedang berada di kamarnya, dia sedang merenung, memikirkan nasib percintaan nya yang amburadul jadinya.


"Andai ini tidak terjadi, pasti kita sebentar lagi akan bahagia kak... jujur aku merindukan mu, tapi aku sadar bagaimana kondisi ku saat ini" lirih Naya dengan memandang kosong langit dari jendela kamarnya.


"Hay... kenapa belum tidur? " sapa Tia yangs sebenarnya sudah berdiri di ambang pintu sejak tadi dan mendengarkan semua ucapan Naya.


"Oh hay kak... lho kok belum tidur juga? " Naya balik bertanya dan dengan memasang wajah cerianya.


"Belum ngantuk, lagian abang masih sibuk di ruang kerja nya, gak tau apa yang di kerjakan" Tia pura pura kesal untuk memancing Naya tertawa dan ternyata berhasil.

__ADS_1


"Hahahaha kau lucu kak, kan udah tau dia kayak gitu, masih saja kaget" Naya sejenak bisa tertawa melihat sabahat sekaligus kakak iparnya menggerutu akibat kesal dengan kakak laki laki nya.


"Iya kamu benar, tapi tetap saja bikin kesel" lagi lagi Naya menanggapi dengan tertawa, seolah dia bahagia.


"Terus lah begini, Naya yang aku kenal adalah Naya yang kuat, aku yakin suatu saat nanti akan ada pelangi setelah badai, dan kamu pasti bisa melewati ujian ini, bersabarlah, kami selalu di sisi mu" Tia berkata serius dan menggenggam tangan Naya.


"Aku takut, aku takut ka Dev tidak bisa menerima keadaan ku, dari pada aku harus melihat dia bersama orang lain mendingan aku pergi jauh kak... " lirih Naya dengan air mata yang menggenang.


"Ssstt aku yakin Devan tidak seperti itu, dia laki laki yang baik, dia pasti bisa menerima apapun keadaanmu, kamu harus yakin itu, tapi jika kamu ingin pergi untuk memantaskan diri kami akan selalu mendukung mu, yang pasti kamu harus selalu semangat dalam berobat, jadikan Devan cambuk semangat mu" kata Tia dengan bijak dan penuh sayang.


"Aku sayang kalian.... " ucap Nay dengan memeluk Tia.


"Kami juga menyayangi mu" jawab Tia.


"Oh iya kak aku nitip sesuatu ya buat kak Dev... kasihkan ini ke dia jika dia sudah pulang dan kesini, jangan kasih tau aku pergi kemana, biar dia baca sendiri di sini... " Naya menitipkan sebuah surat yang sudah sejak dua hari dia buat sebelum dia memutuskan untuk pergi keluar negeri.


"Siap bos... " Tia menanggapi nya dengan bercanda.


Akhirnya kedua malah asik bertukar cerita, karena memang sudah lama keduanya tidak ada waktu bersama, bahkan Tia sampai lupa jika sudah hampir dua jam dia bersama Naya yang artinya sangat suami sudah akan kembali ke kamar, karena Zian memang selalu menerapkan jadwal kerja di rumah mulai dari satu sampai dua jam tidak lebih.


"Hem hem... ini sudah jam berapa ya" tiba tiba Zian masuk ke kamar Naya dan membuat keduanya kaget.


"Kamu aja yang asik ketawa sana sini, sampai gak tau sudah jam berapa sekarang" jawab Zian setengah dongkol karena istri nya malah keasikan di kamar Naya.


"Hehehehe sana balik kak, tuh singa udah mulai ngeluarin taringnya, ntar di makan lho" Naya malah menggoda ke kakaknya itu.


"Eh maaf abang ku,, maklum ya udah lama gak cerita cerita, masak marah sih... " Tia mulai merayu suaminya.


"Hemm" Zian hanya ber dehem saja.


*Alamak mati aku, alamat gak tidur malam ini*batin Tia yang memang sudah hafal jika sang suami lagi mode ngambek yang ada dia bakalan di kerjain habis habisan.


"Ya sudah aku balik dulu ya,, itu bayi besar udah minta di tidurin, mungkin dah ngantuk" Tia kini ikutan menanggapi ke konyolan Naya.


"Iya sana kak, dari pada ntar ngamuk kan serem" masih saja menggoda Zian.


"Ya sudah kamu cepet tidur ya dan mimpi indah, berbahagialah selalu,... " Tia mencium kening Naya dan mengusap rambut nya dengan sayang.

__ADS_1


"Iya kak siap dan makasih" jawab Naya dengan tersenyum.


"Istirahat dek, tidur, jangan main ponsel terus, jangan lihatin mereka yang gak kamu kenal terus" Zian ikut berpamitan dan menggendong Naya untuk di pindah kan ke kasur.


"Iya ya kak, bawel amat sih" grutu Naya.


"Ya sudah selamat malam sayang, nice dream ya" Zian juga tak lupa mengecup kening Naya dengan sayang.


"Oke kak" jawab Naya.


Setalah memastikan Naya nyaman kedua pasutri itu keluar dan tak lupa mematikan lampu dan menutup pintu kamar Naya.


Saat keduanya berjalan bersisian Zian dengan usil dan masih menahan rasa dongkol nya akhirnya berbisik.


"Siap siap terima hukuman mu nona manis, ingat tidak ada alasan apapun dan ingat sampai pagi" bisik Zian dengan jahil dan merangkul pinggang Tia erat.


"Hais siapa takut, mau berapa kali abang sayang... " Tia malah menjawab dengan nada sensual dan mengecup leher Zian sebentar, dan langsung masuk ke kamar mandi, sedangkan Zian di buat mematung di dekat pintu.


"Ah kenapa dia semakin lama semakin meresahkan sih, awas saja" Zian dengan cepat mengunci pintu dan menunggu Tia di ranjang mereka.


"Yank kamu ngapain sih... lama amat di dalam kamar mandi. " tanya Zian dengan tidak sabaran.


"Ini udah selesai kok bang... " jawab Tia sambil membuat pintu kamar mandi dengan gaun tipis yang menggoda.


"Kenapa kamu semenggoda ini sih yank,, aku jadi makin cinta sama kamu... " Zian mulai mencium seluruh wajah Tia.


"Abang... hentikan, aku.. " ucapan Tia terpotong karena Zian sudah membungkam dengan ciuman.


"Ingat kamu tidak bisa menghindar sayang... " jawab Zian di sela sela ciumannya.


"Tapi Tia datang bulan bang... " jawaban Tia sukses bikin Zian lemas seketika, bahkan kini kepalanya sudah dia sandarkan di bahu sang istri, sedangkan Tia malah cekikikan.


*****®


Duh kasihan yang gagal dapat jatah 😅😅🤭


Sabar bang, sabar ya ✌ yang lagi pada baca jangan ikutan lemes ya😅😅

__ADS_1


Key jangan lupa dukungannya, sudah hafal kan pastinya.


Salam sayang sekebun jahe, miri, ketumbar 😃😃😅


__ADS_2