Cinta Devan Untuk Naya

Cinta Devan Untuk Naya
87. S. Part 17


__ADS_3

Happy reading yess...


*****®


Tanpa terasa sudah satu tahun saja Langit jauh dari rumah, dari keluarga eh masih ada kak Aby ya di dekatnya. Selama setahun itu juga, sang Bunda sering mengunjungi nya, entah dua bulan sekali, atau mungkin tiga bulan sekali tergantung kesibukan dari sang Ayah.


Bagi Langit, itu semua hal yang wajar. Ia justru bahagia karena selalu mendapatkan perhatian yang luar baisa dari keluarga nya. Memiliki Ayah dan Bunda yang begitu menyayanginya menjadikan pribadi Langit hangat dan penyayang.


Saat jauh maka, Langit akan sangat rajin berkirim pesan atau menelfon sang Bunda. Karena jika hal itu sampai lupa maka bisa di pastikan Bundanya akan mengomel tiada henti.


"Assalamualaikum Bunda, maaf agak telat telfon. Abang baru saja pulang dari kuliah Bun," sapa Langit begitu telfon diangkat oleh Bundanya.


"Waalaikumsalam Bang, kamu itu ya, setidaknya bisa kan kirim pesan dulu. Kamu sukses bikin bunda khawatir tau gak!" protes sang Bunda dengan nada yang terdengar sedih.


"Maaf Bunda sayang, maaf. Janji deh gak akan di ulangi lagi.* Langit berkata dengan sarat akan penyesalan.


"Hampir saja Bunda, ngajak ayah buat kesana!" masih saja belum selesai marah marahnya.


"Ya Allah Bunda, kasihan Ayah kalo Bunda ajak kesini lagi." Langit benar benar merasa heran dengan Bundanya.


"Makanya jangan Bunda khawatir lagi!" masih saja belum reda ternyata.

__ADS_1


"Iya Bunda sayang iya," Langit meyakinkan sang Bunda dengan sungguh-sungguh.


Setelah mengomel panjang sekali, akhirnya Bunda puas dan Langit yang harus pasrah dengan semua keputusan sang Bunda.


"Ya sudah, sana bersih bersih terus istirahat ya Bang!" perintah sang Bunda.


"Iya Bun, siap laksanakan." jawab Langit dengan semangat.


"Bunda tutup telfonnya, baik baik di sana. Assalamualaikum." pamit sang Bunda.


"Iya Bun, waalaikumsalam." jawab Langit dengan bernafas lega.


"Dih anak mami, hahahaha kena omel ya," sambar Awan yang ternyata sejak tadi mendengarkan dengan tawa yang tertahan.


"Dah kayak pacar aja, minta di kabarin setiap tiga jam sekali, hahahaha. Jomblo jomblo!" ejek Awan yang ternyata belum puas juga.


"Sialan Lo! Apa bedanya sama Lo, punya cewek tapi jauh!" Langit tak mau kalah.


"Ya setidaknya kan ada yang gue panggil sayang pas telfon, bukan bunda!" masih tidak mau kalah ternyata.


"Sayang, sayang pala Lo petang. Lo gak bisa jamin kan kalo dia beneran baik baik saja selama Lo tinggal jauh!" kini langit berkata dengan sedikit menyindir, karena dia tau jika kekasih dari sahabatnya itu tidak bisa menjalani hubungan jarak jauh.

__ADS_1


Seakan kalah telak, Awan bergegas masuk ke dalam kamarnya. Ia sempat berfikir apa yang Langit katakan ada benarnya. Mengingat waktu dia akan berangkat, sang kekasih meminta untuk putus.


"Apa benar Lo di sana baik baik saja dengan hubungan kita? benarkah kamu masih setia?" tiba tiba ribuan tanya memenuhi pikiran Awan.


Ia ingat, selama berjauhan, dirinya yang selalu lebih dulu menghubungi kekasihnya. Bahkan, jika Awan hanya mengirim pesan, maka balasan yang dia dapat akan sangat lama. Hal itu terjadi sudah berulang kali dengan alasan yang beragam.


"Gue harus balik pas liburan ntar, gue gak akan bilang, gue akan kasih dia kejutan," Awan mulai dengan segala rencananya.


Jika Awan, tengah galau dengan hubungannya, maka tidak jauh berbeda dengan Langit. Ia seakan di buat gila oleh pikirannya sendiri. Dia pikir setelah jauh di negri orang, bisa lupa dengan pemikiran tidak jelas yang sudah dia rasakan sejak satu tahun yang lalu.


"Fiks, gue gak beres ini. Dia itu siapa gue, kenapa gue kepikiran dia mulu sih! kacau ini kacau!" teriak batin Langit yang mulai resah.


"Heh, Lo itu siapa sih sebenarnya? kenapa ada di pikiran gue terus! kenal akrab juga kagak, cuma beberapa kali bertemu tapi kenapa Lo ada di otak gue, bikin pusing tau gak!" lagi lagi Langit masih saja memakai maki orang yang tidak ada di hadapannya.


"Sial!" Umpat Langit dan akhirnya ia memilih berendam agar pikiran nya waras lagi.


*****®


Ada yang galon sama hubungan, ada juga yang galon dengan pikirannya sendiri.


Mandi Bang, mandi biar otak waras 🤣.

__ADS_1


Yuk bantu si Abang waras, dengan like, gift, vote,love kalian semua.


Terimakasih 🤗


__ADS_2