Cinta Devan Untuk Naya

Cinta Devan Untuk Naya
70. Berpisah ( end)


__ADS_3

Happy reading yes....


*****®


Setelah drama yang terjadi pada saat pesta kemarin akhirnya kini seluruh keluarga besar berkumpul kembali.


Ayah Ivan dengan sengaja meminta semua keluarga besar termasuk para besan untuk berkumpul di rumah nya.


"Selamat malam semua, terimakasih untuk waktu yang kalian luangkan malam ini. Aku hanya ingin menyampaikan sebuah keputusan yang menurut aku terbaik untuk Devan kedepannya." ayah membuka percakapan dengan sedikit formal.


"Saya dan istri sudah memutuskan untuk membuat Devan tidak lagi di pandang sebelah mata. Karena kami ingin Devan mendapatkan pengakuan atas hasil kerja keras nya. Untuk itu kami memutuskan agar Devan bisa mengelola perusahaan kecil yang ada di negara S hingga bisa berkembang, apa kamu sanggup Dev?" tanya ayah yang kini langsung beralih kepada Devan.


"Devan sanggup yah,"jawab Devan dengan mantab.


"Bagus, ayah hanya butuh jawaban itu." ayah berkata dengan bangga saat mendengar jawaban yakin dari Devan.


"Untuk itu, nanti ajak kedua orang tuamu kesana, jangan biarkan mereka bekerja keras lagi, cukup kamu saja, dan biar mereka bisa menemani Naya dan juga anak anak kalian." sambung ayah.


"Iya yah, akan Devan lakukan." lagi lagi Devan menjawab dengan yakin.


"Mohon maaf mas mbak, jika kami membuat keputusan begini, kami hanya ingin Devan bisa berdiri di atas kaki nya sendiri, agar tidak ada lagi yang merendahkan nya, karena jujur saya masih sakit hati," kini giliran bunda yang berbicara kepada orang tua Devan.


"Tidak apa apa mbak, saya malah terharu dengan semua kebaikan kalian, bahkan kalian bisa menerima kami apa adanya, kami akan ikut Devan dan Naya, tenang saja, kami akan menjaga mereka dengan baik," jawab ibunya Devan dengan keyakinan yang sama.


"Syukur lah, saya lega rasanya mbak, kami janji akan sering mengunjungi kalian sebulan sekali," bunda melanjutkan lagi ucapan nya.


"Iya mbak, kami akan selalu menunggu disana." jawab ibu Devan.

__ADS_1


"Nah, jadilah seorang pemimpin yang baik, bekerja lah dengan semampu mu, tetap bersikap baik dengan para karyawan, karena tanpa mereka kita tidak akan seperti ini, tapi juga perlu kamu ingat jangan terlalu baik dan mudah akrab, tetap ada batasan agar kamu tetap di hargai dan di hormati," pesan ayah kepada Devan.


"Kembangkan perusahaan itu hingga besar, tanpa embel embel Angkasa, agar mereka yang sempat berfikir negatif merasa malu dan akhirnya mengakui kehebatan mu, ayah percaya kepada mu," lanjut ayah dengan menepuk pundak Devan penuh keyakinan.


"Akan selalu Devan ingat yah semua pesan ayah dan bunda, terimakasih untuk semua yang sudah ayah dan keluarga berikan, Devan janji akan bekerja keras di atas kaki Devan sendiri," Devan menjawab dengan mantab dan penuh semangat.


"Bagus, ayah tantang kamu, kembang perusahaan itu agar bisa maju dan berdiri dimana-mana dalam waktu 7 tahun! apa kamu sanggup?" lagi dan lagi ayah menantang Devan.


"Bismillah Devan akan usahakan, Devan sanggup!" jawab Devan menggebu.


"Bagus dan nama perusahaan itu adalah Langit J&S Grup," ucap ayah yang memang sudah mempersiapkan segalanya.


"Kalian bisa berangkat bulan depan, saat si kembar sudah siap di ajak melintasi langit." kini giliran bunda yang berkata.


"Iya Bun," akhirnya Naya ikut buka suara.


"Oh anak bunda, maafkan bunda yang harus melakukan ini, bunda sayang sama kalian," bunda kini mulai berkaca kaca.


"Jangan nangis bunda, kan Naya cuma di negara S, dekat kan, kalo bunda kangen bisa langsung cus terbang deh," Naya mencoba mengajak sang bunda bercanda.


"Dasar kamu, huh bunda pasti kangen sama Langit dan si kembar, Untung masih ada kembar nya Zian, kalo tidak pasti bunda kesepian," keluh bunda dengan sendu.


"Bersabar lah sayang, ini tidak akan lama," Ivan mencoba menenangkan sang istri buang mulai sedih.


"Ya dan kamu harus janji untuk bisa meluangkan waktu mengunjungi mereka," bunda memperingati suaminya.


"Hahahaha kan sekarang aku pengangguran, ingat?" jawab ayah dengan tawa yang keras, sehingga semua malah ikut tertawa.

__ADS_1


"Dih, pengangguran dia bilang, orang tiap hari kerjaannya di belakang rumah nyari cacing," cibir bunda dan lagi lagi disambut gelak tawa oleh semua orang.


"Hahahaa itu karena gak ada kerjaan yang, kan udah pensiun jadi mah bebas," kelakar Ivan lagi.


"Sebahagia mu lah mas, penting kamu seneng," bunda menanggapi dengan malas.


"Pengangguran kaya," sindir Daddy Yusuf.


"Kerjaannya gangguin orang lain," lanjut mommy Vina.


"Kalo ngajak suka maksa," sambung Daddy Yusuf lagi.


"Suka suka lah, hahaha," lagi lagi ayah menanggapi dengan tawa menggelegar.


Akhirnya mereka semua melewati malam itu dengan bahagia, meski akan ada perpisahan pada bulan depan, namun semua akan indah pada waktunya.


Percaya lah, semua tidak akan sia sia, segala perjuangan akan membuahkan hasil pada akhirnya nanti, hanya menunggu saja kapan waktu itu tiba.


Tetap berjuang, DNA berusaha adalah cara terbaik untuk membuktikan diri bahwa apa yang di miliki diri sendiri adalah layak untuk di banggakan. Dan proses itu yang sedang di alami oleh Devan dan Naya saat ini.


END


******®


Lho?


Kok udahan?

__ADS_1


Hehehehe sabar sayang, season 2 akan segera rilis, disini juga kok, tenang saja.


Key waktu nya kalian berikan hadiah kepada othor ini, salam sayang dan terimakasih.


__ADS_2