Cinta Devan Untuk Naya

Cinta Devan Untuk Naya
08.Curhat


__ADS_3

Salam manis untuk kalian semua...


Happy reading yes


******®


"Hem Hem... "deheman seseorang membuat semua diam tidak berkutik, karena mereka sudah hafal betul dengan suara tersebut.


" Apa kalian di gaji hanya untuk menggosip dan menggoda putri saya? apa di perusahaan ini ada kursus menggoda? "tanya Ivan dengan dingin dan aura mencekam, ya seseorang yang berdeham tadi adalah sang pemilik perusahaan.


" Ma ma maaf Pak, kami, tidak akan mengulangi nya lagi "jawab selah satu karyawan dengan cepat.


" Bagus, tidak ada lain kali, jika saya mendengar lagi maka saat itu juga silahkan angkat kaki dari perusahaan ini"jawab Ivan dengan tegas dan tidak dapat di bantah.


"Ba baik Pak..." semua menjawab dengan gugup dan takut.


Karena hanya perusahaan Angkasa lah yang memberikan gaji yang besar di banding dengan perusahaan yang lain.


"Sekarang tunggu apalagi, segera kembali ke ruangan kalian masing-masing" perintah Ivan mutlak.


"Baik pak.. " segera semua melakukan perintah sang bos. Mereka berjalan dengan tergesa-gesa gesa, dan benar bener merasa takut.


"Gila pak Ivan kalo lagi marah serem juga ya wajahnya" ucap salah satu karyawan ketika mereka sudah sampai di meja kerjanya.


"Iya benar aku baru lihat hari ini, ini semua gara gara si bodoh tadi" umpat yang lainnya.


"Iya kau benar, benar benar siap kita hari ini, tau gitu tadi kita tadi tidak usah ikutan lihat... " karyawan yang lain ikut menimpali.


"Sudah sudah lebih baik kita segera bekerja nanti kalo ketahuan lagi" peringat yang lain lagi.


"Ah benar tuh..... " di benarkan oleh semuanya dan akhirnya mereka semua mulai bekerja dengan normal.


******®


Tok tok...


"Kak aku boleh masuk? " tanya Naya dari luar dan sedikit membuka pintu kamar Tia.

__ADS_1


"Masuk Nay, kayak sama siapa saja, sini... " jawab Tia santai serta meletakkan baby Anin selesai menyusu.


"Hay tampan hay cantik nya aunty... wah kalian makin cakep saja, udah muali bisa apa? " celoteh Naya ketika melihat kedua keponakan nya.


"Iya aunty, aku sudah bisa angkat angkat beban lho" jawab Tia menirukan suara anak kecil dan menjawab nya dengan bercanda.


"Ish ada ada saja, masak angkat beban" grutu Naya yang hanya di tanggapi kekehan kecil oleh Tia.


"Ada apa?? kamu kesini pasti mau curhat kan? gak mungkin jika gak ada maksud lain" sindir Tia yang memang sudah hafal dengan kelakuan adik ipar sekaligus sahabat nya itu.


"Ah kamu tau saja, hehehe" cengir Naya.


"Apa" tanya Tia lagi. Masih dengan memainkan tangan mungil anak anaknya yang memang tidak tidur setelah mereka minum asi tadi.


"Eeee dulu waktu kamu jauh sama kak Zian rasanya gimana? empat tahun pula, kamu ngatasin rasa rindu mu dengan apa? " tanya Naya kepo.


"Dulu... aku merasa berat, frustasi itu pasti, bahkan di awal awal aku sering nangis saat malam, apalagi dulu abang pergi tanpa pamit denganku, tanpa ucapan apapun, bahkan ungkapan cintapun tak aku dapat, aku merasa abang pergi karena abang mulai membenci ku, dan hal itu membuat ku menangisi nya setiap malam, aku hanya bisa melihat semua foto foto saat kita masih bersama sama, aku sangat kehilangan abang waktu itu, namun aku berusaha kuat dan baik baik saja di depan semua orang karena memang aku pikir kita tidak ada hubungan apa apa hanya sebatas sodara. Hingga pada satu titik aku bangkin karena aku ingin membuktikan kepada abang jika aku bukan gadis manja yang hanya bisa menyusahkan dia, karena memang saat itu aku sempat berfikir jika abang risih dengan sikap manja ku kedia"cerita Tia denga mengenang masa sulit itu.


"Ahhh bahkan apa yang kamu alami jauh lebih berat dari ku, dan aku baru beberapa hari saja sudah mengeluh, padahal kak Dev pergi juga dengan ucapan dan ungkapan cintanya... " Naya mengungkapkan dengan wajah sendunya.


"Jangan bersedih, ikhlas dia untuk membuktikan kemampuan nya, agar dia merasa layak untuk bersanding denganmu nantinya, jangan buat dia menjadi rendah diri karena dia gagal menjalankan tugas dari ayah. Ingatlah hanya satu tahun saja dan itu bukanlah waktu yang lama.. percaya lah dia akan segera kembali bahkan mungkin tidak sampai setahun. Aku dapat melihat besarnya cinta nya untuk mu, jadi dukung dia, suport dengan doa dan tepatilah apa yang menjadi permintaan nya"nasehat Tia.


"Sama sama,, aku selalu ada buatmu" jawab Tia dengan sayang dan mengusap lembut rambut Naya, hingga suara tangisan baby Anin membuat mereka buru buru melepaskan pelukan mereka.


"Oek oek oek" tangisan baby Anin yang di susul dengan tangisan baby Aby.


"Ish kalian ini gangguin aunty saja" grutu Naya dan di sambut gelak tawa keduanya, lalu dengan sugap Tia memangku baby Anin dan Naya menangku baby Aby.


"Cup cup sayang.. maaf ya tadi aunty berisik ya, Anin ngantuk ya... " celoteh Tia.


"Enak saja, aku gak berisik ya" Naya membela diri.


"Lah kenyataan nya lho" Tia masih saja menggoda Naya.


"Hais terserah lah" pasrah Naya pada akhirnya.


"Kan-" ucapan Tia terpotong karena ternyata sang suami sudah masuk kedalam.

__ADS_1


"Kenapa pada nangis anak papy? apa aunty Nay nakal sama kalian? " sambar zian dan buru buru menggedong sang anak perempuan yang memang selalu dekat dengan nya dan akan segera berhenti menangis jika sudah di gendong sang papy.


"Abang... cuci tangan dulu, kan habis dari luar" grutu Tia yang melihat sang suami langsung mengambil baby Anin dari gendongannya.


"Sudah yank, tadi di bawah aku langsung cuci tangan waktu dengan baby nangis" jawab Zian dengan senyumannya dan tak lupa mencium kening Tia setiap dia akan pergi dan pulang kerja, baru mencium anak anaknya.


"Sebel kalian ini gak lihat apa ada aku disini, malam mesra mesraan, gak kasian sama aku ini" ucap Naya dengan nada yang dramatis.


"Ups lupa ada si manja to.... "ledek Zian kepada adiknya.


" Kakak...... Jahat banget sih"ucap Naya dengan sedikit keras dan membuat kedua bayi kembar itu menangis lagi.


"Nay.... " peringat Zian.


"Ah maaf maaf sayang, kalian pasti kaget ya, maafin aunty ya,, ini semua gara gara papy kalian, jadi salahin papy kalian ya" gantian Naya menyalahkan kakaknya.


"Enak saja, dah ah yuk kita jalan jalan keluar yuk, lihat kupu kupu di taman" ajak Zian pada baby Anin dan mulai berjalan kelua kamar menuju taman di sebelah rumah.


"Sejak kapan ada kupu kupu di musim panas gini" gumam Naya dan hanya di tanggapi dengan gelengan kepala saja.


"Au ah, aku mau mandi saja... " ucap Naya lagi sambil menyerah kan baby Aby kepada Tia dan langsung di sambut Tia dengan senyuman.


"Kamu ini Nay ada ada saja, sudah sana seger mandi" Tia menyuruh dengan gemas.


"Oke kak aku mandi dulu ya nanti kita sambung lagi, bey tampannya aunty, aunty mandi dulu ya biar makin cantik" pamit Naya dengan narsis.


"Iya aunty, mandi yang bersih ya" goda Tia.


"Oke... " jawab singkat Nay.


******®


Terimakasih part terpanjang selama cerita Devan dan Naya.


Yang masih suka cerita ini jangan lupa like, komen, vote, hadiah dan tap love nya ya. Sungguh itu bayaran termahal buat kami para author.


Salam sayang semua sekebun cabe... siap siap ya habis ini kebun bawang siap panen.

__ADS_1


😘😘😘😘😊


__ADS_2