
Happy reading yes 😊😘
*****®
Flashback on
"Sayank..... panggil Devan lembut.
" Iya kak ada apa? "tanya Naya dengan wajah penasaran karena Devan malah hanya tersenyum saja.
" Kakak ish malah senyum senyum gitu, mau bilang apa? "tanya Naya tidak sabaran.
" Gak apa apa cuma mau panggil sayank saja"gida Devan.
"Apaan sih kak" elak Naya dengan pipi merona karena godaan Devan.
"Nay.. " ulang Devan kali ini dengan hanya menyebut nama saja dan memegang tangan nayan lembut.
"Berjanjilah untuk tetap hati hati selama aku jauh darimu, berjanji lah untuk makan dan istirahat dengan teratur jangan malas malas lagi, dan berjanji lah untuk terus bersabar menanti aku pulang"pinta Devan dengan sungguh sungguh, pasalnya Devan sudah hafal betul jika Naya akan sulit makan saat dia sudah sibuk bekerja dan akan lupa waktu untuk istirahat, karena memang beberapa kali Devan melihat kekasih nya itu jika sedang fokus akan satu hal maka akan mengabaikan yang lainnya, dan juga Devan merasa ada seseorang yang dengan sengaja mengincar Naya. Entahlah Devan sangat yakin jika kecelakaan waktu itu sudah di rencanakan hanya saja sampai sekarang Devan belum tau siapa orangnya.
"Iya kak iya, ih bawel nya mulai keluar" Naya menanggapi nya dengan bercanda.
"Nay aku beneran, kamu selalu lupa waktu dan makan jika sudah bekerja, dan kadang teledor mu masih harus selalu di pantau" ulang Devan.
__ADS_1
"Emang aku apaan pakai di pantau segala, kak Dev lebay hahahaha" lagi lagi Naya hanya menanggapi nya dengan bercanda, hingga membuat Devan gemas sediri.
"Di bilangin kok ya masih saja ngeyel, sini aku cubit aku jadi gemas deh" Devan akhirnya menggelitik Naya hingga Naya minta ampun saking gelinya.
Dan hari itu mereka habiskan dengan bersenda gurau layaknya anak muda pada umumnya, mengambil banyak momen yang sengaja mereka abadikan dengan kamera ponsel mereka.
Flashback off
****®
Seulas senyum terukir di bibir Naya saat dia mengingat kejadian satu hari yang lalu, di mana hari itu benar benar milik mereka, meski tidak ada kontak fisik yang berarti, namun mereka sangat menikmati nya, menikmati segala hal tentang Devan, dewasanya, posesif nya, perhatian nya, bawelnya, tegasnya dan manjanya... tanpa sadar pipi Naya bersemu merah saat mengingat adegan ciuman mereka waktu itu.
*Ish... belum apa apa aku udah kangen kak... semoga perjalanan mu lancar ya kak, dan semoga segera selesai, aku janji akan ingat pesan mu, dan akan selalu mengingat mu di setiap waktu ku*batin Naya..
Setelah beberapa hari libur kerja, kini Naya sudah bersiap kembali bekerja di perusahaan sang ayah, meski terkesan manja namun dalam bekerja Naya tidak bisa di anggap remeh, dia akan selalu totalitas dalam urusan pekerjaan, bahkan sifat tegas dan terkesan gahar yang jarang di perlihatkan akan terlihat jika ada pekerjaan yang tidak sesuai dengan yang dia inginkan, sungguh mencerminkan sifat asli keluarga Angkasa.
Naya yang saat ini menjabat sebagai orang nomor dua di perusahaan menggantikan sang kakak yang memang menolak dengan tegas dan memilih menerus usaha cafe milik sang ayah.
Wajah cantik, dengan pembawaa yang anggun menjadi magnet tersendiri bagi kaum adam di kantor Angkasa, banyak kaum adam yang terang terangan mencoba akrab dan ingin mencoba peruntungan dengan mendekati sang anak boa mereka namun selalu saja gagal sebelum melangkah lebih jauh.
seperti pagi ini, Naya yang kembali masuk kerja dan dengan penampilan yang anggung dia berjalan masuk namun langkah nya harus terhenti karena seseorang yang menyapanya dengan maksud lain.
"Selamat pagi bu.... bagaimana luburannya? " tanya salah satu karyawan laki laki yang mencoba sok akrab.
__ADS_1
"Pagi... senang" jawab Naya dengan singkat dan wajah datarnya, membuat sanga karyawan meringis malu.
"Wah.. pasti bu Naya berlibur ke luar negeri ya bu? dan pasti senang sekali" sambung karyawan yang lain, lagi lagi Naya harus berhenti dan mau tidak mau menjawab nya.
"Saya berlibur di kota ini saja, dan saya sangat senang karena bisa berlibur bersama calon suami saya" pungkas Naya akhirnya dan berjalan memasuki lift khusus petinggi perusahaan.
"Alamak... udah ada yang punya, akh... pasti juga anak orang kaya, lalu apalah aku ini yang hanya se onggok singkong, jika di bandingkan dengan keju mozarella " keluh karyawan laki laki tadi dengan lesu, sedangkan yang lain hanya menertawakan saja dan merasa iba.
"Udah tau singkong mau lawan keju.... ya kalah saing lah, secara harga juga lo gak ada apa apanya" ejek teman yang lain dan di sambut gelak tawa oleh yang lainnya hingga....
"Hem hem... " deheman dari seseorang sukses membuat mereka bungkam, pasalnya mereka hafal itu suara siapa.
"Mampus lah kita" gumam semua karyawan....
********®
Hayo suara deheman siapa?
Penasaran jangan lupa like komen dan hadiah serta vote dan bintang nya ya bair karya ini semakin naik ke permukaan.
Salam sayang sekebon singkong 😅😅😅apa sekebon bawang...? 😅😅
Oke terimakasih sebelumnya 😘😘😘
__ADS_1