
Happy reading yes.
*****®
Hari yang di nanti oleh seluruh siswa dan siswi kelas dua belas pun datang, semua harap harap cemas dengan hasil kerja keras mereka selama tiga tahun. Berharap semua akan mendapatkan berita yang sama, agar tiada tangis kesedihan pagi pagi ini
Dan akhirnya pengumuman itu pun datang, pengumuman yang melegakan karena semua anak di nyatakan lulus tanpa ada yang tertinggal.
Tak lupa lulusan terbaik pun di sampaikan oleh kepala sekolah pada pagi itu, dan lagi lagi tebakan mereka semua benar. Nama Langit yang mengisi peringkat tersebut.
Banyak yang berbondong-bondong mengucapkan selamat, bahkan Langit sampai merasa risih sendiri.
"Huh, akhirnya gue terbebas dari kegilaan ini," keluh Langit setelah dia terbebas dari para cewek yang sengaja mengucapkan selamat agar bisa bersalaman dengan dirinya.
"Gila, kek artis aja Lo, heran gue, manusia kek es gini kok ya pada suka," sindir Awan yang merasa gemas dengan apa yang dia lihat tadi.
"Mana gue tau, kalo Lo mau nih gantiin, ntar kalo ada yang ngasih selamat Lo aja yang nyalamin tangan mereka," jawab Langit dengan malas.
"Ogah, bisa kena gampar si Selly ntar!" jawab Awan dengan bergidik ngeri.
"Lo tuh punya cewek, apa punya kang pukul," ejek Langit yang masih saja merasa heran dengan kelakuan sahabat nya itu.
"Sembarangan kalo ngomong, dia cewek gue kulkas," geram Awan.
"Pacaran kok isinya gelut terus, gak penuh tuh perasaan," Langit masih saja memprovokasi.
"Siapa yang gelut, gue tuh ya kalo gelut itu elegan, gue gelut bibir!" saking geram nya Awan malah menjawab dengan absurd.
__ADS_1
"Ya iyalah gelut bibir, orang kalian kalo gelut pada denger," Langit malah nyambung nya ke yang lain, bukan seperti apa yang di maksud Awan.
"Dasar kulkas, gak paham, makanya sekali kali tuh main gelut bibir ama cewek biar tau!" setengah dongkol Awan masih menjawab ucapan Langit.
"Ogah, gue kagak suka ribut," lagi lagi Langit malah mengira yang dia maksud gelut bibir adalah bertengkar.
"Ck, dasar kulkas karatan!" hilang sudah kesabaran Awan untuk memberi tahu Langit maksud dari yang sebenarnya.
Sedangkan Langit hanya terkekeh melihat sahabatnya gilanya sudah mulai emosi dan berusaha untuk bersabar.
Dalam diam Langit merasa geli sendiri dengan kelakuan laki laki yang menjadi sahabat nya itu. Entah hubungan pacaran seperti apa yang sudah Awan jalani, yang Langit tau, mereka terlalu sering bertengkar hanya karena hal sepele.
Selly dengan segala kecemburuannya, dan si Awan dengan segala ke tidak pekaannya akan perasaan Selly.
"Gue mau cabut, dah gak ada lagi kan acara, paling minggu depan," tanya Langit sebelum dia benar benar pulang.
"Hem, gue gak janji," jawab Langit dengan santainya.
"Heh dasar wong edan!" umpat Awan geram dengan Langit yang semakin menjadi.
"Suka suka gue lah, gue ini yang bakal dapat," dengan gaya sok cool nya dia mencoba untuk bersikap sombong.
"Serah lo deh!" Awan yang mulai kehabisan kata menghadapi Langit.
"Dah gue balik," pamit Langit namun ia berhenti dan berbisik lagi kepada Awan. " Kalo lagi gelut bibir jan lama lama, kasihan anak orang Lo bikin jontor bibirnya," canda Langit dengan senyum miring dan berlalu meninggalkan Awan yang masih bengong mendengar ucapan Langit.
"Woy, Lo paham juga ternyata!" teriak Awan setelah dia sadar, namun Langit sudah menjauh.
__ADS_1
"Gila, gue di kadalin sama kulkas karatan!" dumel Awan yang sedikit malu juga.
"Eh apa jangan-jangan dia pernah lihat gue gelut bibir sama si Selly ya," lagi lagi Awan berbicara sendiri.
"Kamu kenapa sih beb?" tanya seorang gadis yang ternyata adalah Selly.
"Hah, eh sejak kapan di sini yank?" tanya Awan gugup karena kaget kekasihnya sudah ada di samping tempat duduknya.
"Eh baru saja, dan denger kamu ngedumel gak jelas," jawab Selly.
"Gak ada apa apa, hanya lagi geram sama si kulkas saja," jawab Awan cepat.
"Kulkas?" tanya Selly heran.
"Ah maksud ku si Langit," Awan lupa kalo hanya dia yang selalu memanggilnya kulkas.
"Oh! ya udah pulang yuk," ajak Selly setelah dia paham.
Akhirnya mereka berdua pulang dengan tangan saling bertautan dan di selingi obrolan ringan. Awan merasa heran karena sejak kemarin sikap Selly berubah manis dan penurut kepadanya.
"Ini kalo si kulkas lihat, pasti gue di sindir habis habisan, kelakuan aslinya kan emang gila, mereka saja yang belum tau aslinya Langit kayak apa" batin Awan.
*****®
Maaf jadi jarang up.
Insyaallah mulai malam ini akan rajin lagi, doakan semua tercover dengan baik ya.
__ADS_1
Selamat membaca dan terimakasih bagi yang masih setia, love you sekebun toge.