Cinta Devan Untuk Naya

Cinta Devan Untuk Naya
120. Menuju...


__ADS_3

Happy reading yess...


******®


Waktu terus berjalan pada porosnya, semua berjalan dengan baik, begitu juga hubungan Langit dan Bulan. Mereka kini lebih dekat dan lebih akur, meski perdebatan kecil masih sering mewarnai hari hari mereka. Siapa lagi yang suka bikin ulah jika bukan Langit. Langit, yang sekarang berubah iseng setiap kali mereka bersama, membuat Bulan, mengerti jika sosok laki laki yang selama ini terkenal dingin hanya topeng semata.


"Selamat pagi pak," sapa Bulan ramah, saat dia sudah berada di depan Langit.


"Hem," mulai dengan mode sok cuweknya.


"Jadwal bapak hari ini hanya meeting bersama jajaran direksi pada pukul sepuluh nanti." Bulan mulai membaca kan jadwal Langit.


"Ya, dan tolong kosongkan dua jam setelah makan siang, karena saya ada perlu di luar dan kamu harus ikut dengan saya," perintah Langit, tanpa bisa di bantah sama sekali.


"Ah, baik pak, ada lagi?" tanya Bulan, di tengah rasa herannya.


"Tidak ada, hanya itu saja." jawab Langit, dengan memandang Bulan lekat.


Bulan, yang di perhatikan seperti itu, menjadi salah tingkah. Baru kali ini, sang bos melihat dirinya dengan tatapan yang sulit di artikan. Ada rasa penasaran yang tinggi dalam pikiran Bulan, tetapi semua hanya bisa dia simpan saja.


"Jangan melamun, masih pagi juga," tegur Langit, saat dia melihat Bulan malah melamun saja.


Bulan, diam semakin salah tingkah, saat ketahuan sedang melamun di ruangan sang bos. Entah rasanya, hari ini ada yang berbeda dengan bos kulkas nya itu.

__ADS_1


"Ah maaf pak, hanya merasa heran saja," dengan cepat Bulan, menguasai dirinya.


"Heran kenapa?" tanya Langit, dengan tangan yang di lipat di dada, dan duduk santai memandang Bulan.


"Itu, anu, ah maksud saya, kenapa ah salah maksudnya bapak mau kemana kenapa saya juga harus ikut, dan apa saya gak harus pesan tempat nya?" tanya Bulan, dengan tergagap. Bahkan dia harus salah berulang kali. Hal itu malah terlihat menggemaskan oleh Langit.


"Kamu kenapa? tumben gugup begitu?" Langit, malah dengan sengaja menggoda Bulan.


"Gak, kalo begitu saya permisi," dengan cepat Bulan, keluar dari ruangan bosnya, bahkan belum ada balasan dari sang bos.


Sedangkan Langit, dia tertawa dengan keras, saat melihat tingkah menggemaskan gadis yang dia cintai. Tawa yang begitu lepas, tanpa beban sama sekali, tawa yang jarang orang lihat dari seorang Langit.


"Hem," deheman keras membuat tawa itu langsung surut.


"Ah elah, gue udah ketuk ya, Lo masih asik tertawa. Lagi senang ya," goda Awan, dengan jahil.


"Kenapa? ada perlu apa Lo kesini?" bukanya menjawab, Langit balik bertanya.


"Nih, surat surat yang Lo minta, udah gue dapetin, tugas gue selesai kan?" harap Awan, karena selama sebulan ini, dia mendapatkan tugas yang begitu banyak dari Langit.


"Enak saja, Lo mau kerja setengah setengah? ini baru data, Lo belum bereskan semuanya, mau gue kirim ke kutub Lo!" nada Langit, sudah tidak bisa di bantah lagi.


"Huh, sabar sabar, kerja sama kakak ipar rasa company, dasar." gerutu Awan, dan berjalan keluar.

__ADS_1


"Dasar gak sopan, adik ipar laknat," Langit, juga tak kalah menggerutu.


Setelah berkutat dengan pekerjaan yang begitu banyak. Saatnya perut untuk di isi, begitu juga dengan Langit dan Bulan. Langit, yang memang mempunyai tujuan lain, sedikit gugup. Dia takut jika apa yang akan dia ungkapkan, ternyata tak bersambut baik.


"Huh, apapun hasilnya, gue harus tetap maju dulu, semangat Langit!" teriak Langit, dengan tangan mengepal.


Akhirnya, Langit dan Bulan bersiap untuk keluar menuju tempat yang tidak di ketahui oleh Bulan. Bahkan sepanjang perjalanan, Bulan hanya bisa diam, dia masih merasa sungkan dengan kejadian tadi pagi.


"Sudah sampai, ayo." ajak Langit, yang merasa Bulan diam saja.


"Ah, iya kak, maaf tidak tau," lagi lagi dia melamun.


"Jangan melamun terus, bahaya," ucap Langit dengan pelan dan di barengi usapan lembut di pucuk kepala Bulan.


"Eh," hanya itu yang bisa Bulan ucapkan.


Akhirnya mereka masuk ke dalam cafe, cafe milik keluarga Angkasa.


******®


Mau apa kira kira?


Penasaran?

__ADS_1


Besok ya.


__ADS_2