
Happy reading yes
******®
Devan merasa hidupnya sangat sempurna. Wanita yang sangat ia cintai sudah menjadi miliknya, meski melewati ujian di sana sini nyatanya cinta mereka kuat.
Semakin hari rasa cinta itu semakin tumbuh dan berkembang, layaknya bunga di taman, harum semerbak kian di rasakan oleh Devan dan Naya.
Perjuangan yang mereka lalui, mereka jadikan pegangan agar mereka selalu ingat betapa sulit nya untuk sampai pada titik ini. Dengan begitu segala ujian batu kerikil kecil yang ada di depan nantinya dapat mereka lalui dengan baik.
Bagi Devan membahagiakan Naya adalah keharusan, dan itu akan selalu dia lakukan meski terkadang lelah mendera jiwa raga. Seperti hal nya saat ini
"Mas aku ingin makan yang manis manis, boleh beliin?"Naya meminta dengan manja.
"Tumben yank pengen yang manis manis, bukanya kamu paling gak begitu suka ya?"tanya Devan sedikit heran.
"Gak tau juga mas, rasanya pengen makan yang manis manis. Hem kayaknya enak gitu di lidah pas sama cuacanya sekarang,"ucap Naya sambil membayangkan makanan manis di depannya.
"Mau di belikan apa emang? di mana?"tanya Devan yang mulai bersiap untuk membelikan apa yang istri nya minta.
"Kayaknya Red Velvet, enak mas. Sama Tiramisu saus coklat eeemmm manis,"Naya mulai tidak sabaran ingin makan kue persenan nya.
"Udah itu saja? minum nya?mau apa?"tanya Devan lagi, pikirnya sekalian dia keluar.
__ADS_1
"Emm es Boba yang rasa Grentee enak mas, sama es krim rasa vanilla, deh itu saja,"jawab Naya yang mulai kalap dengan permintaan nya.
"Yakin itu bisa habis?"Devan masih merasa heran dengan kelakuan istrinya.
"Iya mas habis, udah ah sana segera berangkat. Ingat belinya di cafe kita ya, dan jangan lama lama,"Naya merasa sudah tidak sabaran.
"Siap tuan putri."jawab Devan sambil berjalan keluar kamar, tak lupa ia kecup kening Naya.
*Untung sayang, dan untungnya hari ini hari Minggu jadi aman lah, eh tapi kok aneh ya, tumben dia minta makanan kayak gitu, biasanya juga jus stroberi atau kalau gak jus mangga, kenapa istri ku?*batin Devan bertanya tanya pada dirinya sendiri.
Devan dengan cepat menelfon pegawai yang ada di cafe Kembali Ceria, dia lantas menyebutkan menu apa saja yang tadi di minta oleh istrinya. Sehingga ketika dia sampai, dia hanya perlu membayar nya dan langsung bisa pulang. Devan takut kalo kelamaan bisa ngamuk nanti tuan putri nya.
Begitu sampai benar saja pesanan dia sudah siap dan dengan cepat Devan membawanya pulang. Sepanjang perjalanan dia masih memikirkan ke anehan yang sedang terjadi pada istrinya. Sudah satu minggu ini, Naya selalu meminta makanan yang manis manis. Bahkan teh yang biasa dia minum harus dengan gula dan madu. Devan sampai di buat bingung dengan keanehan istri nya.
"Sayang pesanan mu sudah datang,"teriak Devan dengan heboh agar Naya segera menghampiri nya.
"Cepet banget mas, sini sini aku sudah gak sabar,"Naya dengan antusias langsung membuka semuanya begitu dia tiba di ruang makan.
"Wah kelihatan enak banget ini, mas mau?"tanya Naya tapi tidak melihat Devan sama sekali, yang dia lihat hanya makanananis di depannya.
"Gak, buat kamu saja. Mas kurang suka manis, lihat kamu sudah sangat manis,"jawaban Devan malah dengan nada menggombal.
"Hahahaha emang, dari dulu kan aku manis, makanya kamu jadi cinta,"jawab Naya dengan percaya diri dan mulut penuh dengan kue.
__ADS_1
"Pelan pelan sayang makan nya, aku gak minta dan gak akan ada yang minta lho,"Devan memperingati.
"Ah ini enak banget mas, jadi aku gak sabar,"lagi lagi menjawab dengan mulut penuh kue dan tara kue pertama sudah habis saja.
"Wah cepet banget yank, kamu doyan apa lapar sih?"tanya Devan iseng.
"Dua duanya mas,"jawab Naya yang kini mulai menyuapkan potongan kue ke dua.
"Ya tapi pelan pelan sayang, nanti kalo kurang mas belikan lagi,"Devan masih saja ngeri lihat cara makan Naya yang seperti orang kelaparan saja. Tak lupa Devan juga membersihkan sisa kue yang ada di pinggir mulut Naya dengan tisu.
Istrinya itu terlihat seperti anak kecil kalo sedang makan kue begini.
*Sebenarnya kamu itu kenapa sih yank, heran aku?kok beda dari biasanya? kamu kenapa? kamu baik baik saja kan?*Devan malaherasa khawatir melihat Naya yang bersikap aneh.
******®
Hayo kenapa ya kira kira?
Penasaran?Simak terus ya dan jangan lupa dukungan nya.
**LIKE , KOMEN , GIFT , VOTE , DAN RATE BINTANG 5 ITU GERATIS LHO INGAT G E R A T I S S S......
Karena dukungan kalian sangat berarti untuk author yang enggak femes ini 🥺🥺**
__ADS_1