
Happy reading yess..
Setelah serangkaian persiapan, kini tinggal menunggu hari esok tiba, semua persiapan sudah rampung dengan sempurna, bahkan sangat sempurna untuk pernikahan Naya.
Tok tok tok
Bunda mengetuk pintu sebelum memasuki kamar anaknya.
"Ini bunda nak... " ijin bunda.
"Iya bun masuk saja" Naya mempersilahkan dari dalam.
"Lagi apa sayang.. " bunda bertanya sambil terus berjalan menghampiri sang putri.
"Gak lagi ngapa ngapain bun, hanya duduk santai saja" jawab Naya sedikit menghindar.
"Jangan bohong sama bunda, bunda tau kamu sedang tidak cemas kan? mau cerita? " nyatanya bunda tidak bisa di bohongi meski Naya sudah berusaha sebaik mungkin.
"Naya cemas bun, kemarin Naya bertemu dengan teman Naya waktu SD, dan dia kelihatan nya tidak suka dengan mas Devan. Entah perasaan Naya saja atau apa, tapi Naya merasa khawatir, dan kemarin mas Devan juga berpesan untuk selalu percaya dan yakin sam dia apapun yang terjadi nanti, Naya takut bun... "akhirnya Naya menceritakan kecemasan dan ketakutan yang dia rasa dengan lelehan air mata.
" Andai Naya tidak dalam kondisi begini pasti Naya bisa melindungi diri sendiri dan tidak akan secemas ini, tapi.. -" ucapan Naya akhirnya di potong oleh bunda.
"Ssstt dengar bunda baik baik, kamu jangan pernah menyalahkan keadaan mu, seperti apapun keadaan mu kamu tetap Naya kami, dan untuk soal apa yang kamu ceritakan apa kamu lupa siapa keluarga mu? apa kamu lupa seperti apa ayahmu? dan lagi belum kakak mu dan yang paling parah adikmu? apa kamu meragu kan mereka? apalagi sekarang di tambah ada Devan di sisimu, apa kamu masih meragukan dia juga? " tanya bunda dan di jawab cegelengan kepala oleh Naya.
"Sayang....mereka tidak akan pernah membiarkan apapun terjadi kepada kita para wanitanya, bagi mereka kita adalah harta yang paling berharga yang akan mereka lindungi dengan segenap jiwa dan raga, bahkan jika semua kekayaannya yang kita punya harus di tukar dengan keselamatan kita, pasti mereka tidak akan pernah pikir panjang untuk melakukan itu, jadi bunda minta jangan cemas, tenang lah, pikirkan esok, dimana kamu yang akan jadi ratunya. berbahagialah sayang... dan berdoa agar semua berjalan dengan lancar tanpa gangguan berarti... "nasehat bunda dengan berusaha memberi ketenangan untuk Naya.
" Iya bun, Naya selalu berdoa untuk semuanya, agar semua berjalan lancar dan tanpa hambatan"jawab Naya.
"Ya sudah sekarang istirahat ya, masak calon pengantin mukanya kusut karena kurang tidur.. kan lucu jadinya" bunda mencoba menggoda Naya.
__ADS_1
"Bunda.... " ucap Naya bersemu karena malu.
"Sudah sudah tidur gih, bunda keluar dulu" pamit bunda dan tak lupa memberi kan kecupan sayang di kening Naya.
Setelah kepergian bunda dari kamarnya, Naya masih diam termenung, mencoba untuk memejamkan mata namun tidak bisa.
*Ya Allah lancarkan dan mudahkan acara esok hari, lindungi kami dari segala hal buruk apapun itu, karena sebaik baik perlindungan adalah perlindungan dari Engkau.. aamiin* doa Naya.
*****ยฎ
Di kamar bunda.
"Apa Naya sudah tidur yank? " ayah bertanya setelah melihat istri nya masuk.
"Tadi waktu aku pamit dia sudah bersiap untuk tidur mas" bunda menjawab sambil berjalan ke sisi lain tempat tidur.
"Semoga semua baik baik saja, kau tau yank entah kenapa aku sedikit khawatir, apa karena aku besok mau menikah kan Naya ya... jadi perasaan ku ikut tak menentu.. " ayah berbicara sambil merebahkan kepala nya di paha bunda, hal yang selalu dia lakukan di saat dia sedang cemas dan usapan tangan bunda di kepalanya memberi efek yang luar biasa.
"Ish kenapa kata kata mu selalu saja manis bahkan semakin manis saja sih,, bikin hatiku makin jatuh se jatuh jatuhnya hanya padamu" ayah malah menggombal.
"Dasar udah tua juga inget umur, makin kesini makin suka gombal, heran aku" bunda menanggapi dengan senyuman yang terkesan masih malu.
"Hehehehe cinta yang, aku secinta itu sama kamu, jadi begini kan... ehh kenapa bisa secinta ini ya,.. hingga tidak ada ruang kosong tersisa di hatiku" lanjut ayah menggombali bunda.
"Ish udah diem tidur... " bunda merasa pipinya semakin memanas saja mendengar ucapan suaminya padahal sudah sering dengar suaminya menggombal.
"Yank.. " panggil bunda.
"Tidur mas... " bunda menanggapi dengan bersiap untuk tidur.
__ADS_1
"Kita olahraga dulu yuk.. ya ya" ayah mulai merayu.
"Tidak... gak ada olahraga malam ini, ingat besok hari penting, dan aku gak mau kesiangan" tolak bunda.
"Sekali saja, ya yank ya... " ayah masih saja kekeh.
"Gak ya gak, pokoknya tidur, atau mau gak dapat jatah selama seminggu? " bunda mulai mengancam.
"Yach... tidur saja lah, dari pada puasa selama itu, kan gak kuat" keluh ayah.
"Bagus.. " ucap bunda dan akhirnya bunda merebahkan dirinya dan mulai menarik selimut.
"Yank... " panggil ayah lagi.
"Tidur mas... " bunda menanggapi dengan malas.
"Peluk.... " ucap ayah dengan manjanya dan mulai meringsek untuk memeluk istri nya.
"Ish udah punya cucuk juga masih saja manjanya gak ilang ilang" bunda menggerutu namun tak ayal juga mulai mengusap kepala suaminya seperti yang biasa dia lakukan.
"Kan cinta yang... I love you " ucap ayah seperti biasanya sebelum mereka tidur.
"Love you to mas " balas bunda dan akhirnya mereka tidur dengan tenang dan pada posisi yang nyaman.
******ยฎ
Ini pasangan lama kok ya gak mau kalah ๐๐heran deh.
Yuk ah kirim kirim hadiah nya buat Naya dan mas Devan. Like komen vote jangan lupa juga ya.
__ADS_1
Oke salam sayang... ๐๐๐ค