
Happy reading yess...
******®
Waktu berjalan begitu cepat, tanpa terasa kini sudah delapan tahun lamanya Langit jauh dari keluarga, dan pagi ini ia dan Awan sudah bersiap untuk kembali ke tanah air. Persiapan sudah selesai di lakukan, semua barang bawaan hanya dia bawa sebagian saja, karena suatu saat siapa tau dia akan berlibur ke sini lagi.
Apartemen yang mereka miliki memang luar dan besar, terdapat tiga kamar tidur, ruang tamu, tiga ruang kerja, kamar mandi di masing masing kamar dan juga ada di dekat dapur, tak lupa tempat bar mini, ya meski tak pernah meraka gunakan.
"Udah beres Lo?" Awan tiba tiba masuk ke dalam kamar Langit dan dengan santainya dia langsung tiduran di kasur Langit.
"Udah, ngapain Lo masuk kamar gue? gak ketuk pintu juga, dasar sableng!" dengus Langit jengah dengan kelakuan sahabat nya itu.
"Ah elah, biasanya juga gini kan, gue sebenernya mau curhat." ucap Awan yang kini sudah berganti dengan posisi duduk.
"Apa? jangan bilang Lo, belum bisa move on dari cewek uang itu?" tebak Langit dan ternyata tidak sepenuhnya salah.
"Bukan belum bisa move on Lang, hanya saja gue kok udah malas duluan ya misal harus ketemu dia." desah Awan yang ternyata masih belum bisa melupakan kejadian waktu itu.
"Anggap aja, makhluk gak kasat mata, gitu aja kok repot, herman gue." Langit malah menanggapi dengan santai.
"Ah ide Lo boleh juga. Key lah kita balik!" Awan kini malah tiba tiba semangat.
__ADS_1
"Lo gila?" tanya Langit dengan alis terangkat.
"Gue waras, seratus persen waras Langit si kulkas berjalan!" kini giliran Awan malah mengejek Langit.
"Serah lah." Langit mulai malas menanggapi.
"Eh, Lo masih suka kepo sama si Bulan ya?" pancing Awan tiba tiba.
"Gue, kepo sama cewek? sejak kapan?" Langit pura pura kaget dan tidak peduli.
"Heleh, sok sok an bilang enggak, Lo pikir gue gak tau, hahahaha akhirnya seorang Langit bisa kepo juga sama cewek." lagi lagi Awan dengan kerasnya mengejek Langit.
"Dengar dengan baik baik ya, gue Langit Wiguna Angkasa, tidak pernah kepo sama cewek, apalagi cewek tomboi kayak dia, eh." Langit malah terjebak ucapannya sendiri.
Gadis manis, yang tak pernah silau akan ketampanan Langit, bahkan gadis itu sangat sangat cuek saat bertemu dengan Langit. Dan mungkin hal itu yang membuat Langit begitu penasaran.
"Bisa diem gak Lo! mau gue lempar keluar!" Langit merasa malu dan mulai geram karena terus saja di ketawain sama Awan.
"Oke oke, gue diam. Gue ngeri kalo Lo lempar gue dari sini, Ampung bang, Adek masih mau nikah bang." bukanya diam, Awan malah semakin tertawa dan mengejek Langit.
"Kalo Lo gak diam juga, gue pastikan ntar Lo gue taruh di bagian cleaning servis!" ancam Langit dengan sadisnya.
__ADS_1
Awan yang mendengar ancaman Langit, seketika kicep. Gila saja kalo sampai dia kerja di kantor Angkasa tapi berakhir di cleaning servis. Sia dia dong pendidikan selama ini di London.
"Woke woke gue diam," ucap Awan dengan mengangkat kedua tangan keatas, mirip seperti tahanan yang sedang menyerah.
"Bagus. Sekarang keluar, gue mau siap siap!" dengan sadisnya Langit mengusir Awan keluar dari kamar nya.
"Sialan tuh anak, giliran jatuh cinta oon nya minta ampun, gak paham di kasih tau malah ngancam, kalo gak sahabat, dah gue timpuk pake sandal jepit tuh anak!" gerutu Awan, yang kini sudah ada di kamarnya sendiri.
Sedangkan Langit, bukanya bersiap untuk mandi, dia malah melamun, dia memikirkan segala ucapan Awan. Mungkin kah dia suka sama gadis tomboi itu? atau hanya penasaran saja? tapi kenapa sejak beberapa tahun lalu setelah dia hilang dari dunia maya, kok gue ngerasa ada yang hilang juga ya.
"Gue kenapa? masak iya gue beneran jatuh cinta sama si gadis tomboi itu? ah gak gak, toh sekarang juga gue dah gak tau dia bagaimana, mungkin saja dia udah nikah, ah eh elah mikirin dia lagi." Langit memaki dirinya sendiri.
"Kalo cinta tuh bilang bang 😌😌 jangan kebanyakan ngomong sendiri bahaya bang bahaya 🤣😂."
*****®
Cie yang galon, cie yang udah mau pulang.
Ketemu kah? atau malah jadi cinta dalam diam?
Eh enaknya gimana ya 😅🤭.
__ADS_1
Keylah jangan lupa dukungannya ya.