
Happy reading yess.
*****®
Dua hari berjalan dengan indah,, kebersamaan mereka selalu terlihat romantis, namun ada hal yang mengganjal di hati Naya. Ia merasa belum bisa membahagiakan suaminya dengan kondisi nya yang serba terbatas.
Disinilah mereka sekarang, di rumah sakit yang pernah Naya datangi untuk melakukan terapi.
Mereka sengaja datang untuk memeriksa kan keadaan Naya saat ini. Devan takut jika Naya kelelahan karena aktivitas mereka yang selalu berkeliling menjelajahi tempat tempat bagus.
"Bagaimana keadaan istri saya Dok? " devan bertanya saat sesi pemeriksaan dan terapi selesai.
"Semua baik, tidak ada masalah apapun. Bahkan bisa di katakan semakin membaik saja, dan lebih sering di buat berjalan menggunakan tongkat untuk berjalan jalan sebentar. " terang Dokter tersebut.
"Alhamdulillah, terimakasih Dokter, " Devan mengucap syukur. Tak lama setelah sesi itu selesai ponsel Devan berbunyi dan ternyata telfon masuk dari seseorang yang sedang Devan tunggu.
"Sayang kamu di sini dulu ya sebentar, aku angkat telfon dulu dari teman, " ijin Devan kepada istri nya.
"Iya mas silahkan, aku juga masih ada yang mau aku konsultasi kan kepada beliau. " Jawab Naya dengan senang.
__ADS_1
Setelah Devan keluar, Naya segera bertanya kepada dokter perihal dirinya.
"Dok sebenarnya saya sudah bisa berjalaneski masih tertatih, dan e e itu anu, " Naya tampak ragu dan malu untuk bertanya.
"Kata kan saja, saya akan jaga rahasia dengan baik. " Dokter segera menanggapi ketuka melihat wajah ragu Naya.
"Ah begini dok, saya kan kesini karena berbulan madu, dan jujur saya belum pernah melakukan kewajiban saya sebagai seorang istri. Suami saya selalu takut menyakiti saya dengan kondisi saya yang seperti ini, jadi apa tidak apa apa jika kami melakukan hubungan suami istri? " akhirnya Naya bisa mengatakan semuanya meski dengan menahan rasa malu yang luar biasa.
Sang dokter tersenyum sebelum menjawab pertanyaan dari pasien nya, yang ternyata masalah sepele namun menjadi hal yang sangat mereka takutkan.
"Begini, sebenarnya tidak apa apa jika kalian harus melakukan hubungan suami istri, dan saya lihat kesehatan anda juga sudah baik semuanya jadi itu tidak masalah. Selama kalian melakukan dengan baik, saya rasa tidak jadi masalah. Toh anda hanya bertugas menerima saja kan. Beda lagi jika anda yang memimpin permainan maka itu belum di perbolehkan. "jelas sang dokter yang sebenarnya bukan kapasitas nya namun dia tetap paham juga kan 🤭.
" Ah ba baik dokter, " jawab Naya dengan gugup dan malu.
"Terimakasih dok, dan maaf malah membahas masalah seperti ini dengan dokter, " Naya merasa tidak enak, untung dokternya sidah tua jadi masih lumayan lah.
"Sama sama nona, " jawab sang dokter.
Bertepatan dengan itu Devan sudah kembali dan bersiap mengajak Naya untuk pulang.
__ADS_1
"Yank nanti ikuas ya ke suatu tempat. Jam delapan malam kita berangkat. " ajak Devan dengan penuh misteri.
"Kemana mas? kok kelihatan nya ada yang mas rahasiakan sama aku? " tanya Naya dengan heran.
"Ada lah yank, nanti kamu juga bakal tau. Cup cup. " Devan menjawab dengan iseng dan malah mencium pipi Naya.
"Ish mas malu, dilihat sama pak supir. " Naya mengatak itu dengan pipi merona akibat malu.
"Tenang sayang, mereka sudah terbiasa dengan situasi seperti ini, " Devan menjawab dengan santai.
Akhirnya mereka sampai di hotel dan segera beristirahat sebelum malam yang indah akan Naya dapatkan dari sang suami.
Jika Devan sudah menyiapkan hal romantis di suatu restoran, maka Naya juga tak mau kalah, diam diam dia juga punya rencana untuk malam ini bersama suaminya.
*******®
Yuhuuu apa ya.
Ahay minta part pemersatu bangsanya sekali apa lebih ya.
__ADS_1
Hem butuh berapa part ya honeymoon ini 🤭.
Kayaknya tergantung banyaknya hadiah, komen, like dan votenya deh 🤭. Oke sampai jumpa di part honeymoon selanjutnya 🤗🤗🤭.