Cinta Devan Untuk Naya

Cinta Devan Untuk Naya
109. Rencana Sebelumnya


__ADS_3

Happy reading yess.


****®


Awan dan Senja, sedang melakukan fitting baju pengantin, mereka berada di butik ternama di kota J, butik yang sama saat Jingga akan menikah. Mereka masih asik mencari gaun terbaik, tiba tiba Senja, melihat sosok yang dia kenal.


"Kak Bulan," panggil Senja, seraya menghampiri wanita yang tengah memilih baju juga.


"Eh Senja, sedang milih baju apa gaun nikah?" goda Bulan, saat melihat laki-laki, yang dia kenal sebagai kakak kelasnya berada di dekat Senja.


"Cari gaun pengantin kak," jawab Senja dengan malu malu.


"Wah, selamat ya. Aku ikut senang dengar nya," ucap Bulan, antusias.


"Iya, terimakasih kak. Oh iya, ini undangan buat kakak, datang ya kak," ucap Senja, sambil memberikan undangan VIP, kepada Bulan.


"Insyaallah, akan aku usahakan," jawab Bulan.


Mereka akhirnya, memutuskan untuk mengobrol sebentar, di cafe dekat dengan bukti tersebut. Saat sedang asik bercerita banyak hal, tiba tiba ponsel Awan, berdering, dia segera mengangkatnya, memilih keluar sebentar. Setelah beberapa saat, Awan, kembali dengan wajah masam.


"Kenapa kak?" tanya Senja, khawatir.


"Bos ku, minta di Carikan, sekertaris baru. Sekertaris nya baru saja keluar karena mau lahiran." jawab Awan, dengan wajah panik dan tidak menyebutkan siapa nama bosnya, dia juga memberikan kode kepada Senja.


"Emang, bos kakak gak bilang dari kemarin?" pancing Senja, yang paham kode dari sang ke kasih.

__ADS_1


"Gak, tuh orang, emang suka sekali semena mena. Mana kita mau nikah, dua Minggu lagi," keluh Awan, dengan wajah yang di buat se melas mungkin.


"Memang, dia minta kapan kak?" Senja masih saja pura pura gelisah, sama dengan calon suaminya.


"Besok," jawab Awan, semakin lesu.


Sedangkan, Bulan, dia yang mendengarkan ke dua orang di depannya bicara, merasa kasihan. Dia ikut prihatin karena, pernikahan sebentar lagi, tapi mereka masih sibuk kerja.


"Memang ada kriteria khusus?" tanya Bulan, tiba tiba.


Awan, dan Senja, saling pandang dan lagi lagi dari tatapan keduanya, seolah olah mengatakan, jika pancingan mereka akan mendapatkan hasil.


"Gak ada, tuh orang hanya minta, sekertaris yang rajin, tanggap, dan sopan." jawab Awan, yang mulai berbinar.


"Ee, misal aku, ah maksud ku, misal aku melamar kesana bisa gak ya? kebetulan aku baru saja keluar dari perusahaan lamaku, karena sesuatu dan lain hal," Bulan, mengutarakan niatnya, meski merasa canggung.


"Aku juga dulu, kerja sebagai sekertaris, di perusahaan Sinar Mas," jawab Bulan, dengan sedikit gugup.


"Oh, perusahaan yang sekarang CEO nya, terkena kasus pelecehan seksual ya," tanya Awan, yang memang benar adanya.


"Iya, itulah kenapa aku keluar." jawab Bunga, dengan sedikit malu.


"Oke, besok kamu datang saja ke perusahaan Angkasa Grup, bilang sama resepsionis, kamu dapat panggilan dari aku," Awan, dengan segera memberikan peluang, karena memang itu yang dia tuju.


"Oh baiklah, terimakasih karena, sudah menerima ku," Bulan, begitu senang, dia bahkan melupakan fakta tentang nama perusahaan itu.

__ADS_1


"Sama sama, kamu juga membantu kita," ucap Awan, dan di angguki Senja.


Setelah obrolan yang awalnya ringan, menjadi lamaran kerja mendadak itu, kini mereka berpisah. Senja dan Awan, bersiap akan melakukan kegiatan berikutnya dan Bulan, pulang untuk mempersiapkan segala sesuatunya, untuk pekerjaan besok.


"Yes, berhasil sayang," kata Awan, setelah mereka masuk ke dalam mobil.


"Ya, dan kita lihat, bagaimana si Abang es ku, akan mengatur sikapnya," Senja, juga tak kalah bahagia dan usil.


"Tapi kak, kan kak Bulan, udah punya ke kasih," tiba tiba, Senja, merasa miris dengan nasib kakaknya.


"Tenang sayang, kita lihat saja nanti," ucap Awan, dengan seringai yang tak dimengerti Senja.


"Kak, jangan macam-macam, jangan jadikan Abang ku, perebut kekasih orang, awas saja!" ancam Senja.


"Tenang, sayang. Tidak akan, kamu cukup dukung aku saja, oke," Awan, meyakinkan sang calon istri.


"Huft, oke lah, aku tau beres," pasrah Senja, akhirnya.


******®


Ini nih emang isengnya Awan, tingkat dewa 😂😂😂


Calon suami istri, yang kompak🤣


Abang, sendiri jadi sasaran ke usilan mereka 🙈😂🤭.

__ADS_1


Penasaran, kisah si Abang yang gengsinya setinggi Langit? sesuai namanya, ya kan, hahahaha.


Ikuti terus, dan jangan lupa, gift, vote, like, komen nya yang rajin ya, makasih semua readers ku tersayang 😍😍🥰🥰🥰


__ADS_2