
Happy reading yes
*****®
Ke anehan Naya makin menjadi jadi. Seperti Devan mulai harus banyak stok sabar untuk kesekian kali. Naya terlihat sangat manja bahkan lebih manja dari biasanya.
"Kamu kenapa to yank?aku merasa ada yang aneh deh?"tanya Devan hati hati takut menyinggung Naya yang memang sedang sensitif sekali.
"Aku gak apa apa, kenapa emang? mas ga suka aku dekat dekat gini?"tanya Naya dengan nada mulai tidak enak di dengar.
*Nah kan, nah ngambek pasti, bentar lagi paski nangis, haduh Devan kenapa juga harus tanya sih tadi*batin Devan.
"Hiks hiks mas Devan udah gak sayang sama aku, mas Devan risih ya dekat dekat sama aku, mas Devan udah bosan ya sama aku? apa karena aku jelek? aku mau balik saja ke ruamh bunda,"tangis Naya yang mulai tidak bisa dia kontrol, bahkan dia sudah mulai melangkah keluar untuk pergi ke rumah bunda.
"Bu bukan sayang, mas seneng kok kamu selalu dekat dengan mas, bahkan jika kamu mau terus nempel juga gak apa apa kok, kan mas cuma tanya saja, sudah ya jangan nangis, jangan ngambek, yuk jalan jalan, mumpung cuaca lagi bagus dan Langit juga sudah ganteng tuh,"Devan mencoba mengalihkan tangisan Naya dan merayunya.
"Beneran boleh deket deket terus sama mas? Naya beneran mau dia ajak jalan? beneran gak bohong kan?"tanya Naya masih dengan sesegukan tapi wajahnya mulai berganti bahagia.
"Iya sayang iya, yuk kita ajak Langit, masak anaknya mau di tinggal sih,"canda Devan.
"Oke kita berangkat. Ayo Lang, kita jalan jalan,"ajak Naya dengan penuh semangat dan langsung lupa sama ngambeknya tadi.
__ADS_1
"Tuh kan, gampang banget berubah ubah nya, fix aku harus tanya bunda dan ibu, istriku kenapa,"gumam Devan pelan sambil berjalan di belakang Naya dan Langit.
"Mas bicara apa? aku gak dengar jelas?"tanya Naya yang tadi seperti mendengar Devan berbicara.
"Oh enggak kok yank, cuma ingat ingat jadwal besok ada meeting penting gak,"elak Devan yang gak ingin ada acara ngambek lagi.
"Oh kirain ngedumel,"Naya menanggapi dengan santai.
"Tuh kan, kayaknya sensitif banget"gumam lagi.
"Mas Devan aneh, sekarang suka ngomong sendiri,"ejek Naya sambil membuka pintu mobil.
Naya hanya menanggapi dengan kata O saja. Devan benar benar di buat bingung, Devan berencana untuk mengajak Naya kerumah bunda setelah mereka jalan jalan. Di sana Devan akan berbicara semua keanehan yang terjadi pada Naya.
Acara jalan jalan yang dia pikir akan menyenangkan ternyata jauh dari kata itu. Naya mengajak Devan untuk pergi ke salah satu mall terbesar di sana. Bahkan dengan antusias nya Naya mengajak naik berbagai macam mainan yang tersedia, dan yang lebih membuat harus bersabar, Langit yang selalu di jadikan alasannya.
Devan dengan sabar mematuhi semua permintaan sang istri. Puas dengan bermain, Naya mengajak untuk mencari jajanan tradisional yang berasa manis. Devan hanya bisa menghela nafas panjang, di mall besar ini tidak ada jajanan yang Naya mau. Akhirnya Devan mencoba menawar untuk mau bersabar dan akan di buat kan oleh ibu nya.
"Yank, kue putu mana ada di sini?terus kamu minta apa lagi tadi? onde onde? itu juga susah sayang, gimana kalo besok kita minta ibu bikinin? mau?"Devan mencoba menawar.
"Boleh tapi sekarang ya, kita kerumah ibu, terus minta ibu bikin kue itu ya ya,"ajak Naya dengan wajah yang menggemaskan.
__ADS_1
"Hem, baiklah. Semoga ibu bisa ya,"pasrah pada akhirnya.
"Kita mau kerusakan nenek ya yah?"tanya Langit yang sejak tadi menjadi pendengar yang baik percakapan orang tuanya.
"Iya sayang, Langit suka?"tanya Devan dengan mengusap kepala Langit.
"Hore..., suka yah, suka. Langit udah kangen sama nenek dan kakek soalnya,"jawab Langit dengan nada bicara yang lucu khas anak anak.
"Oke sekarang kita main kerumahnya kakek dan nenek, ayo,"ajak Devan dengan semangat karena dia juga akan bertanya kepada sang ibu.
Akhirnya keluarga kecil itu pergi ke rumah orang tua Devan.
******®
Maaf maaf baru up lagi.
Kemarin ada sedikit problem yang membuat aku hilang mood buat nulis.
Key jangan lupa ya **LIKE, KOMEN, GIFT, VOTE, SAN RATE BINTANG 5 NYA YA.
Terimakasih banyak, karena dukungan kalian sangat lah berarti bagi author remahan kerupuk ini 🥺😊**
__ADS_1