
Happy reading yess
*****®
Semua berjalan dengan lancar acara lamaran yang di adakan secara sederhana sesuai dengan keinginan Naya. Hanya di hadiri keluarga besar Angkasa dan juga keluarga Devan.
Mereka semua sepakat akan mengadakan acara pernikahan pada bulan depan, bahkan acara ijab kabul akan di rencana kan di masjid yang berada tidak jauh dari rumah Naya... dan resepsi nya mereka memilih konsep garden party dana akan di laksanakan di resort milik mereka.
Semua atas keinginan Naya dan semua tidak merasa keberatan bahkan mereka menyambut ide Naya dengan senang hati.
******®
Jadwal terapi Naya untuk pertama kali setelah dirinya berada di Indonesia kembali adalah hari ini, dan sesuai rencana dia ingin di temani dengan Devan dan dengan senang hati Devan menyanggupi nya.
"Sudah siap sayang... " tanya bunda saat Naya sedang duduk di ruang tamu menunggu kedatangan Devan.
"Sudah bun, tinggal nunggu kak Dev saja" Naya menjawab dengan binar bahagia.
"Duh kelihatan seneng ya anak bunda sekarang" goda sang bunda.
"Hehehehe iya bun, Naya sekarang merasa lebih baik bun, maaf jika sudah buat bunda dan ayah juga yang lain cemas dan sedih karena Naya... " sesal Naya mengingat apa yang dirinya lakukan beberapa bulan ini.
"Sudah sayang, jangan di ingat lagi, dan kamu tidak pernah membuat kami cemas atau sedih, bagi kami bisa melalui kamu sekarang seperti ini sudah menebus semuanya" bunda menjawab dengan mengelus kepala Naya dengan begitu lembut.
"Terimakasih bunda untuk semua nya, maaf jika Naya belum bisa buat bunda dan ayah bangga" kembali Naya merasa dirinya sangat merepotkan dan belum bisa membuat kedua orang tuanya bangga.
"Kata siapa? kami selalu bangga dengan apa yang sudah anak anak kami raih, kamu yang selalu jadi juara kejar kejaran dengan Tia dan juga ingat semua piala dari hasil kerja kerasmu bermain musik, silat, melukis dan lainnya, lalu kurang apa lagi? bagi kami kalian semua memliki kelebihan dan kebanggaan masing-masing" bunda menuturkan dengan wajah yang serius namun terkesan lembut.
__ADS_1
"Bunda.... " Naya hanya bisa berkata lirih dan langsung memeluk sang bunda.
"Ayah gak di ajak berpelukan? " tiba tiba saja sang ayah datang dan seperti biasa dia akan iseng.
"Haish ayah kebiasaan, selalu saja bikin suasana jadi rusak" grutu Naya.
"Salah siapa pagi pagi udah mellow begitu, mana gak ajak ajak" ayah dengan santai nya menjawab dan langsung memeluk keduanya dengan erat.
"Ungh.... , jangan kenceng kenceng yah ini gak bisa nafas lho" protes bunda dan menepuk pundak sang suami dengan keras.
"Aduh sakit yankk, kok di tabok sih, di elus saja kan enak" ayah malah menanggapi dengan isen.
"Hisstt aku heran deh sama kamu mas, makin tua malah makin iseng, makin manja dan makin menjadi jadi me**m nya" bunda menggerutu melihat sikap sang suami yang sekarang.
"Hehehehehe kan aku makin cinta yank sama kamu.., kamu ini makin kesini makin cantik lho gimana gak makin cinta akunya coba" ayah malah menggombali bunda.
"Hah ada ada saja kamu mas, orang makin tua yang ada tuh makin jelek karena banyakan keriput, lha ini di bilang makin canti, gombal aja kamu mas mas, ingat udah jadi kakek juga" sangkal sang bunda namun tak urung pipinya bersemu mendengar gombalan dari suaminya.
"Hem Hem Hem... ada aku lho ini, ya Allah kenapa aku jadi obat nyamuk,, mana juga sih kak Dev kok belum datang juga" sindir Naya sekaligus ngedumel gara gara Devan belum datang.
"Eh ada si manja... lupa ayah.. " ayah menjawab dengan meledek Naya.
"Dasar ayah bucin" balas Naya.
"Biarin sama istri ini, wle.. " jawab ayah tak kalah iseng.
"Huh... " Naya merasa senang sekaligus jengkel melihat kelakuan ayahnya.
__ADS_1
"Ah maaf sayang aku telat, tadi ada sedikit masalah di kantor, sebelum aku tinggal kesini" tiba tiba Devan datang dengan nafas memburu.
"Telat setengah jam" Naya menjawab dengan duwek dan segera menggerakkan kursi rodanya keluar rumah..
"Ayah bunda Devan langsung pamit ya..." pamit Devan kepada calon mertua nya.
"Ya hati hati dan selamat menikmati ngambek nya Naya... " lagi lagi ayah malah meledek Devan.
"Aku su- " belum sempat melanjutkan kaya katanya sudah terpotong karena teriakan Naya.
"Kak Dev..... cepet" Naya berteriak dengan nada kesal.
"Iya yank... " Devan segera berlari menuju mobilnya dimana Naya sudah ada di sana menunggu dirinya.
"Lihatlah putri mu dan lihatlah Devan betapa dia seperti dirimu" ejek bunda dan berlalu masuk kedalam setelah mengatakan itu.
"Ets beda ya, aku lebih dari Devan... " ayah menjawab dan dengan segera mengejar bunda yang lansung menggendong nya.
"Kya... apa yang kamu lakukan mas" bunda sangat kaget karena badannya langsung di gendong suaminya dengan cepat.
"Menghukummu karena sudah berani meledek ku" ayah menjawab dengan santai dan langsung mengunci pintu kamar mereka.
"Ya ampun masih pagi lho ini.... udah ngamar saja, huh... dasar pengangguran " Zian menggerutu kesal melihat kelakuan ayah dan bunda nya, pasalnya dia tidak bisa ikutan karena sedang ada rapat yang sebentar lagi dan sialnya dia harus melihat semua adegan tadi karena harus pulang ambil berkas.
******®
Dih si ayah gak ingat tempat, gak ingat umur... bikin yang muda kepanasan karena kalakuan mereka 😅😅 sabar ya bang Zian... tunggu ntar malam 😅😅
__ADS_1
Key lah yuk beri hadiah buat bang Zian bair dianya seneng, dan bantu bang Devan buat ngerayu si neng Naya... 🤭😁
Salam. sayang semua 😘😘