Cinta Devan Untuk Naya

Cinta Devan Untuk Naya
68. Tegang


__ADS_3

Happy reading yes...


*****®


Acara berlangsung dengan suka cita, semua orang turut berbahagia menyambut datangnya calon pewaris baru dari keluarga Angkasa.


Bagi banyak pengusaha, dapat bekerjasama dengan Angkasa Grup adalah hal berharga, mereka sebisa mungkin selalu menjaga kerjasama mereka dengan hubungan yang baik.


Mereka tidak ingin mendapatkan masalah apapun yang nantinya akan merugikan mereka sendiri. Bukan kah tidak mudah mendapatkan kepercayaan dan investasi dari Angkasa Grup ini, lalu untuk apa mereka menyia nyiakan nya.


Saat ini mereka di buat terkejut dengan penuturannya dari sang Dirut Angkasa Grup, jika ada orang yang dengan sengaja menjelekkan menantu nya bahkan dirinya.


Banyak yang berfikir, siapakah orang bodoh yang melakukan kesalahan se fatal itu. Dan kini mereka sedang menunggu kejutan apa yang akan di berikan oleh Dirut Angkasa kepada orang tersebut.


Sesaat suasana sangat hening dan memberikan aura mencekam, semua mata melihat ke arah Ivan berada saat ini yang ternyata sudah ada anak pertama nya dan juga anak terkahir nya. Jika sudah begini pasti akan ada hal besar dan luar biasa yang akan mereka berikan. Karena jarang anak anaknya akan terlihat bersama sama dengan sang ayah dalam satu kesempatan.


"Kira kira akan ada apa ya?" salah satu pengusaha yang hadir mulai ingin tahu.


"Entahlah, meski ini acara keluarga, tapi sangat jarang mereka berdiri bersisian dalam satu waktu." jawab pengusaha yang lain.


"Aku dengar, ada yang membuat ulah dengan mereka," sambung yang lainnya.


"Bodoh, gila aku rasa orang itu," sambung lagi yang lainnya dan di jawab anggukan serempak oleh mereka.


"Hem!" deheman keras di awali oleh Ivan.

__ADS_1


Suasana yang tadinya penuh bisik bisik seketika hening. Devan saja bahkan tidak tau ada apa sebenarnya.


"Ada apa yank?kenapa tumben ayah, kak Zian dan si Al berdiri bersama sama di depan sana? ini acara syukuran kelahiran putri kembar kita kan?" Devan yang belum tahu apa apa mendadak merasa ada yang tidak beres.


"Sudah kita ikuti saja mas, ini pasti akan seru, aku sudah lama tidak melihat yang seperti ini," Naya malah menanggapi dengan santai dan tak lupa cengiran khas keluarga Angkasa yang sedikit tapi pertanda bahaya.


"Ah aku rasa akan ada hal hebat, lihatlah senyum saja sudah begitu," Devan tau meski Naya seorang perempuan tapi darah kelurga Angkasa ada padanya.


"Aku kenapa?" Naya malah sok polos.


"Hah, pura pura polos, gak cocok yank, kalo di saat seperti ini," Devan malah di buat gemas dengan tingkah Naya.


"Au ah, aku kan masih polos mas, kata aunty Ayu gitu," masih saja Naya sok sok polos.


"Polos yank iya polos banget, sampai sampai aku takut karena kamu saling polosnya," kali ini Devan memilih menanggapi ucapan ngawur istri.


"Terimakasih atas kehadiran anda semua, sungguh saya merasa tersanjung dengan ke hadiran anda semua. Ini adalah acara syukuran kelahiran cucu atau penerus keluarga Angkasa. Cucu kembar saya yang sangat cantik cantik. Dan bertepatan dengan ini, saya juga akan meluruskan gosip yang melenceng di luar sana."


Ivan berhenti sejenak untuk mengatur emosinya. Sedangkan Zian bersiap untuk mengambil alih jika sang ayah mulai tidak terkontrol.


"Ah baiklah tidak usah terlalu lama, saya ambil alih apa yang akan ayah saya sampaikan. Tanpa banyak bicara maka kita lihat saja langsung pada layar yang ada di depan kita semua.


Semua orang langsung fokus kepada layar besar yang ada di depan mereka. Layar besar itu memperlihatkan jika seorang laki laki seusia Ivan tengah berada di salah satu restoran dengan beberapa orang di sana.


Di dalam Vidio itu, orang tersebut sedang menjelekkan Devan dan juga keluarga Angkasa.

__ADS_1


"Apa kalian tidak tau, jika Devan itu laki laki miskin yang beruntung bisa masuk ke lingkup Angkasa? entah cara curang apa yang dia lakukan, sehingga pak Ivan bisa menerima nya, atau pak Ivan saja yang bodoh dan mudah di bohongi." ucap orang tersebut dengan menggebu gebu.


"Apa benar yang kamu katakan, aku rasa pak Ivan tidak pernah salah menilai orang," pancing orang yang berada di depan orang tadi.


"Dasar, kau ini. Pak Ivan tidak sebaik dan sepintar yang kalian kira. Dia bahkan dulu menikah dengan janda satu anak, dan apa kalian tau jika anak yang bernama Zian buka anak kandung?" dia masih saja tidak sadar jika yang di ajak berbicara adalah orang suruhan Ivan.


"Tau, lalu apa masalah nya? bukankah sudah pernah di perkenalkan dulu? dan untuk Devan, dia laki laki yang baik, dia bekerja keras untuk bisa pantas di keluarga mereka, lalu di mana salahnya?" pancing lagi.


"Dia melakukan itu karena ingin hidup enak, dia bahkan menolak anak ku, karena dia memang sudah mengincar anak pak Ivan sejak lama, padahal anak ku sudah berkorban banyak." lanjut lagi.


"Masak, aku malah baru tahu," orang itu terus saja memprovokasi.


"Iya, bahkan demi Devan anakku harus menderita, semua karena ulah keluarga Angkasa," kini orang tersebut mulai tersulut emosinya.


"Benarkah? ah sungguh tega ya," orang itu pura pura percaya.


"Iya dan suatu saat nanti aku akan balaskan semua penderitaan anakku karena ulah Devan." kini tangan itu mulai mengepal dengan kilatan amarah.


"Lalu kau akan membalas dengan cara apa?" pancing lagi.


"Aku akan...."


******®


Akan apa hayo...

__ADS_1


Eh eh maaf ya telat up nya, banyak hal di dunia nyata yang kadang mempengaruhi mood ku juga.


Oke berikan dukungan se ikhlas kalian, salam sayang semua dan terimakasih.


__ADS_2