
Happy reading yess...
*****®
Part Khusus Jingga.
Jika Langit, membuat kehebohan di cafe milik sang kakek, berbeda dengan Jingga. Dia saat ini tengah berdiam diri, setelah kelas usai, Jingga tetap bertahan di studio musik yang dia milik. Di sini, di tempat inilah, biasanya dia ungkapkan semua rasa resah dan rindu nya terhadap seseorang. Seseorang yang jauh di sana, seseorang yang selama ini dia cinta dalam diam. Seseorang yang tak pernah dia perlakuan dengan baik, demi menutupi rasa sukanya.
Saat itu, Jingga hanya tidak ingin mencari masalah dengan orang lain, yang akhirnya malah akan membawa dia jauh dari seseorang yang dia cinta. Dan kini rasa itu, malah membelenggu nya seorang diri.
"Kenapa mencintaimu semenyakitkan ini, apakah ini juga yang kamu rasakan waktu itu? maaf karena ke egoisanku yang akhirnya melukai kita berdua." Jingga memandang sendu foto yang ada di depannya.
Ada rasa sesak di sana, di saat dia ingin mengatakan semuanya, ternyata sudah terlambat. Dia, dia orang yang dicintainya harus pergi menjauh, agar perasaannya terhadap dirinya hilang. Sedangkan kini, dia sendiri malah semakin dalam mencintai laki laki itu.
Mencintai Dalam Diam
Sebenarnya cinta ini, telah ada sejak lama.
Namun, rasa takut akan kehilanganmu, malah membuat ku bertindak bodoh.
Aku, aku yang salah memilih jalan ini.
Maka jika kita bertemu kembali.
ijinkan, hati ini untuk memperjuangkan mu.
Meski mungkin, jalan berliku yang akan aku lalui.
Tapi percayalah Cintaku kelak yang akan mematikan rasa sakit yang pernah ada.
Maaf untuk semua ucapan tanpa rasaku.
Aku mencintaimu melebihi diriku sendiri.
Aku merindukanmu, melebihi yang kamu ucapkan kala itu.
Aku tersiksa, karena harus diam untuk semuanya.
__ADS_1
Hingga aku tak tau, bagaimana melukiskan rasa sakit ku atas kepergian mu.
Jika Cinta adalah perjuangan.
Maka biarkan aku untuk bisa berjuang, jika kesempatan itu masih ada.
Karena aku mencintaimu, tanpa butuh kata kenapa dan mengapa.
Sebab...
Cintaku mematikan semua alasan.
Jingga
Setelah puas, menumpahkan apa yang dia rasakan, Jingga segera beranjak untuk mencari penawar dari rasa gundahnya. Dia berniat pergi ke pusat pembelanjaan untuk mencari coklat. Ya hanya makanan itu yang akan membuat mood nya kembali baik.
Karena mencintai dalam dia sungguh membutuhkan tenaga yang super. Bukan hanya sekedar menahan rasa rindu, tapi juga menahan agar cinta yang di rasakan tidak muncul kepermukaan.
Dia, laki-laki yang berhasil memenuhi sebagian dunianya, membuat tak pernah bisa berhenti untuk tidak merindukan nya meski hanya sehari saja. Jingga sadar, ini gila. Cintanya teramat dalam untuk seseorang yang bahkan kini dia tidak tau berada di mana.
Sudah hampir enam tahun lamanya, dia tidak pernah bertemu. Bahkan untuk sekedar mencari informasi saja, juga tidak dia lakukan.
"Bugh, auh," jerit Jingga kaget dan sedikit sakit karena keningnya menabrak benda yang sedikit keras.
Sejenak dia mematung, saat menyadari harum ya g dia dapat di Indra penciuman nya. Dengan cepat dia menggeleng kepalanya.
"Tidak, ini tidak benar, gue gak mungkin gila kan?" Jingga malah bergumam dengan masih menggeleng kepalanya.
Tuk
Jingga yang kaget karena keningnya di sentil seseorang langsung sadar jika dia baru saja menabrak orang yang ada di depannya. Dengan gerakan pelan, Jingga mengangkat pandangan nya dan
Deg
Deg
"Gak, gak, ini gak mungkin. Mana ada dia di depan gue," gumam Jingga, yang ternyata di dengar oleh laki-laki depan nya.
__ADS_1
Sedangkan laki laki itu mengangkat alisnya mendengar gumaman dari gadis di depannya.
"Kamu baik baik saja?" tanya laki laki itu dengan datar.
"A aku, ah maksudnya gue baik baik saja, maaf permisi." Jingga dengan segera kabur dari hadapan laki-laki yang sukses membuat jantung ketar ketir.
"Hay, kamu kenapa? gak mau ngobrol sama saya? gak kangen?" laki laki itu malah menggoda nya dengan mengulum senyum.
"Gak!" teriak Jingga yang langsung masuk ke dalam mobilnya dan berlalu pergi dengan hati yang berdebar-debar dan tangan yang gemetar.
Baru saja, dia memikirkan laki laki itu, yang berakhir dengan mood yang anjlok, dan ini apa, dia harus bertemu langsung, di saat dia belum siap.
"Hah, permainan apa lagi ini, Tuhan." desah Jingga di dalam mobil.
Sedangkan laki laki yang ternyata adalah Bintang itu masih setia memandangi mobil yang kini telah menghilang dari pandangannya.
"Masih saja menghindar, dasar. Semakin bikin penasaran saja." gumamnya dengan senyuman misteriusnya.
Di saat dia akan berbalik, tanpa sengaja matanya menatap benda yang dia perkiraan adalah sebuah buku. Dengan segera dia ambil dan membuka. Keningnya berkerut saat menyadari nama yang ada di dalamnya.
Jingga.
Tanpa menunggu lama, dia simpan buka yang sepertinya sebuah diary dari wanita yang sampai saat ini masih bertahta di kerajaan hatinya.
"Kamu membuka jalan untukku kelinci nakal." gumam Bintang.
*******®
Cie yang gugup.
Cie yang salah tingkah.
Yuhuu saatnya kalian dapat pasangan satu satu,, dan biarkan Abang kulkas kalian belakangan ya 😅😅🤭.
Yuk banyakin hadiah nya biar nanti sore atau malam aku up lagi, mau? mau kan? pasti penasaran donk ya sama kisah mereka?
Aku tunggu gift kalian sebanyak banyaknya.
__ADS_1
Vote, like, komen juga ramaikan oke 😚😉😉😉😉