
Happy reading yes
*****®
"Apa kamu lupa sama aku? " tanya laki laki dengan santainya. Sedangkan Naya hanya mengernyit tanda bahwa dia bingung.
"Maaf anda siapa? dan kenapa anda bisa mengenal calon istri saya? " Devan akhirnya buka suara, setelah dia dapat menguasai segala rasa tidak nyaman di hatinya.
"Oh jadi kalian sudah akan menikah? emang bener Nay? " laki laki itu seolah meremehkan perkataan Devan.
"Iya kami memang akan menikah, dan maaf kamu siapa? kenapa kamu tau aku? " Naya masih berusaha untuk tenang dan kalem.
"Ini aku Ay... Dika temen kecilmu, Dika teman SD mu apa kamu tidak mengingat ku? " akhirnya laki laki itu menyebutkan namanya dan bahkan memanggil Naya dengan panggilan sewaktu kecil.
Sejenak Naya berfikir, mencoba menggali ingatan nya dulu, hingga setelah beberapa menit barulah dia ingat.
"Apa Dika yang dulu gendut dan pake kacamata? " tanya Naya mencoba memastikan dengan apa yang dia ingat .
"Akhirnya kamu ingat juga.. " seru Dika dengan sangat senang.
"Hah jadi bener... wah udah banyak berubah ya sekarang, lalu selama ini kamu dimana? " tanya Naya akhirnya dengan nada yang lebih baik.
"Aku ikut orang tuaku keluar negeri dan baru balik sekitar enam bulan yang lalu" jawab Dika.
"Hem yank" panggil Devan karena merasa terabaikan.
"Eh iya Dik kenalin ini calon suami ku namanya kak Devan dan kak kenalin dia teman ku waktu SD dulu namanya Dika... " Naya mengenal kan keduanya.
Akhirnya dua laki laki itu berkenalan saling berjabat tangan sebentar dengan ekspresi wajah yang berbeda tentu nya.
__ADS_1
*Sial sepertinya ada yang ingin bermain dengan ku, oke aku ikutin permainan mu, kamu belum tau siapa aku, jangan coba coba sentuh apa yang sudah menjadi milikku*batin Devan saat dia melihat arti lain dari tatapan mata Dika kepada Naya.
Sebagai laki laki instingnya merasakan jika laki laki yang mengaku teman kecil menyimpan perasaan lain kepada calon istri nya. Dan Devan sadar akan hal itu.
*Sepertinya calon suami Naya hanya orang biasa,, hemm aku pasti bisa merebutnya lagi, Naya hanya milikku, dulu maupun nanti, tetap sama. *batin Dika dengan seringai yang samar.
"Oya Dika kami permisi dulu,, karena masih banyak hal yang akan kami urus" Naya akhirnya berpamitan, dia sejujurnya merasa risih akan pandangan yang Dika berikan.
"Oh baiklah aku harap kita akan bertemu lagi di lain kesempatan" jawab Dika dengan senyum yang dia buat semanis mungkin.
"Hemm ya, kamu bisa hadir di pernikahan kami" Naya menanggapi ucapan Dika seraya memberikan undangan pernikahan nya.
"Baik aku pasti akan datang.. " jawab Dika menyanggupi.
Setelah itu akhirnya mereka berpisah dengan tujuan masing masing. Namun Naya merasa ada yang aneh dengan calon suaminya yang sejak tadi hanya diam saja.
"Kamu kenapa kak? kenapa dari tadi diam saja? " tanya Naya heran melihat sikap Devan.
"Aku tau kamu merasa kurang nyaman dengan dia kan? maaf ya jika kehadiran orang baru tapi lama jadi merusak suasana kita" Naya berkata dengan lembut dan menghadap ke arah Devan yang sedang menyetir.
"Kamu paling tau aku, maaf sayang bukan maksud ku untuk membatasi mu berteman dengan orang lain, hanya saja hati ku merasa cemburu" jawab Devan jujur dan mengusap kepala Naya dengan lembut.
"Aku tau, dan aku sangat senang melihat mu cemburu seperti tadi" goda Naya.
"Hais seneng nya yang di cemburuin" jawab Devan menggerutu.
Cup
"Sudah tak usah di pikirkan, kita akan selamanya begini" Naya mencoba meredam rasa cemburu Devan.
__ADS_1
"Aku tau itu, dan aku pastikan kamu hanya milikku selamanya" jawab Devan dengan yakin.
"Percaya deh...., sama kakak yang ganteng ini" canda Naya.
"Yank..... " panggil dengan lembut.
"Hemm ya kak..., ada apa??" tanya Naya.
"Bisa gak kalo panggilan kak di ganti, aku berasa kakak saja kalo kamu panggil aku kak" Devan sebenarnya ingin meminta ini dari dulu.
"Hemm aku harus panggil apa ya? honey? love? hubby? papa? daddy? oppa? atau mas? " Naya malah menggoda Devan.
"Huhh apa ya... " Devan masih berfikir namun tiba tiba darahnya berdesir saat mendengar suara Naya yang memanggilnya.
"Mas Devan..... " panggil Naya dengan iseng.
"Hah.... , a apa apa " Devan merasa aneh namun juga senang saat mendengar Naya memanggilnya dengan embel-embel mas, bukan kak.
"Mas mas mas mas " Naya semakin iseng saja.
"Kamu ya.... " Devan yang sedang gemas akhirnya menarik Naya kedalam pelukan nya setelah Devan berhasil mencari tempat parkir yang pas.
"Hehehehehehe suka kan? " tanya Naya menggoda.
"Sangat... " jawab Devan dan langsung mencium kening Naya.
******®
Bagi yang penasaran dengan Dika... sabar yes nanti akan ada part dimana bercerita khusus Naya dan Dika waktu SD.
__ADS_1
Jangan bilang alurnya di paksakan, atau apalah karena ini sudah jadi ide dari aku sendiri alurnya memang begini,,, jadi nikmati saja ya dan jangan lupa dukungannya.
🤗🤗🤗😊😘 terimakasih