Cinta Devan Untuk Naya

Cinta Devan Untuk Naya
45. Ngidam Yang Aneh


__ADS_3

Happy reading yess


******®


Setelah sambutan yang begitu heboh kini Naya dan Devan sudah berada di rumah mereka lagi.


Devan tak hentinya menebar senyum bahagia, baginya tak apa mengalami morning sickness asal Naya dan calon anak mereka sehat sehat saja.


"Sayang... apa kamu belum merasakan kepengen makan apa gitu? " tanya Devan sangat antusias menanti masa ngidam sang istri.


"Aku belum ingin apa apa mas,kamu kayaknya sudah gak sabar ya mau aku repotin, " goda Naya.


"Tentu sayang, bagiku itu hal yang sangat menyenangkan, bisa memenuhi keinginan mu dan calon anak kita, " jawab Devan dengan binar bahagia dan begitu mantab.


"Beneran? apa mau tau jika orang hamil katanya kalo minta suka aneh aneh? apa mas siap? gak akan ngeluh? " pancing Naya dengan berusaha menakut-nakuti suaminya.


"Asal itu masih ada dan bisa di cari maka akan. mas usahakan, demi kamu dan dia, " jawab Devan sambil mengusap perut Naya yang masih rata.


"Alhamdulillah jika itu benar adanya, dan semoga si kecil gak minta yang aneh aneh sama ayahnya" sambung Naya dengan mengusap rambut Devan.


"Ayah..., " ulang Devan dengan hari saat dia mendengar Naya memanggilnya ayah.


"Iya, apa mas ingin panggilan lain? " tanya Naya memastikan.


"Tidak, aku rasa panggilan ayah lebih manis untuk kita, aku lebih menyukainya bunda. " kini gantian Devan yang memanggil Naya dengan sebutan bunda.


Memang terdengar manis di telinga mereka berdua. Lebihnya bagi Naya, dia begitu suka ketika mendengar ayah dan bundanya saling memanggil dengan panggilan itu.


Kini Naya bisa merasakannya juga, hatinya menghangat saat dia membayangkan akan di panggil dengan panggilan bunda oleh anak anak mereka kelak.

__ADS_1


"Ya sudah ayo istirahat, ini sudah malam, dan kamu pasti lelah seharian ini hanya duduk saja di rumah bunda. Saking asiknya bercerita sampai sampai kamu enggan untuk tidur, " nasehat Devan.


"Iya mas, " Naya menurut dan mulai merebahkan dirinya di kasur.


"Sebentar, mas buatkan susu dulu ya sebelum tidur, biar dedek gak lapar nanti" gurau Devan dan dengan segera ke dapur untuk membuat kan susu hamil rasa mangga kesukaan Naya.


Setelah Naya menghabiskan susunya kini dia sudah bersiap untuk tidur namun lagi lagi Devan mencegah nya.


"Sebentar sayang, sini kaki kamu, rendam dulu sebentar di air hangat biar tidak pegal pegal, " pinta Devan dan dengan cekatan ia raih kaki Naya kemudian dia celupkan ke baskom kecil sembari memijit pelan kaki Naya.


Naya begitu terharu dengan perlakuan manis suaminya, baginya semua tindakan Devan sangat manis dan begitu tulus.


"Makasih mas, rasanya begitu nyaman, " ucap Naya setelah selesai Devan mengeringkan kaki Naya dengan handuk kecil.


"Sama sama sayang, apapun untukmu, sekarang tidur ya, mimpi indah, " Devan memberikan ucapan selamat malam dan tak lupa mengecup kening Naya dan mengusap perut Naya.


" Mas hanya akan mengambil laptop sayang,,ada kerjaan sedikit saja, nanti mas kembali, mas ngerjain di sini kok. " jawab Devan dan segera pergi setelah mendapat anggukan dari Naya.


Saat Devan kembali, ternyata Naya masih terjaga, dengan segera Devan menghampiri nya dan meletakkan laptop itu di nakas sebelum tempat tidur.


"Lho yank kok belum tidur kenapa? " tanya Devan dengan khawatir.


"Gak bisa tidur mas, gak ada mas disini rasanya aneh, terus pengen di peluk juga, " ucap Naya dengan manja dan berkaca kaca.


"Ah maaf maaf sayang, baiklah sini mas peluk dan mas temani kamu tidur, " dengan segera Devan memeluk Naya dan mengusap lembut punggung Naya.


Tak berapa lama terdengar nafas teratur dari istri nya, Devan tersenyum memandang wajah damai sang istri yang sedang tertidur.


"Mimpi indah sayang, bahagia lah selalu, anak ayah yang pintar ya di sana, ayah kerja dulu sebentar saja oke, " bisik Devan dengan mengecup pucuk kepala Naya.

__ADS_1


*****®


Siang yang terasa lebih terik dari biasanya, Devan yang kini masih bekerja di rumah atas perintah sang ayah, terlihat selalu berada di samping Naya.


"Mas... , " panggil Naya manja.


"Iya sayang ada apa? " tanya Devan dengan lembut.


"Anu itu aku pengen makan sate, " cicit Naya pelan.


"Oh anak ayah mau sate, baiklah ayah akan beli, mau ikut apa di rumah? " tawar Devan dengan penuh semangat.


"Tapi itu, " ucap Naya gugup.


"Kenapa sayang, kok kamu kayak takut gitu? bilang saja, jika mas bisa pasti mas usahakan, " Devan meyakinkan dengan suara yang lembut dan sabar.


"Nay pengen makan sate kelinci, " cicit Naya pelan.


JEDDER


Devan melongo takjub, permintaan pertama datang dan sungguh luar biasa. Sejenak dia berfikir dimana mendapatkan sate jenis itu, Devan belum pernah tau.


******®


Hahaha rasain mas Devan 🤭hayo no gimana? gak boleh marah lho ya. Ingat katanya mau nurutin apa saja yang di minta Naya.


Ini masih awal lho ya, masih banyak lagi ngidam yang ekstrim lagi 😅🤭 .


Yuk bantu mas Devan dengan kasih banyak like, komen, vote , rate bintang 5 dan gift yang buanyak ya biar mas Devan semangat, serta tap tanda love, makasih semua 😘😍.

__ADS_1


__ADS_2