Cinta Devan Untuk Naya

Cinta Devan Untuk Naya
88. S. Part 18


__ADS_3

Happy reading yess...


******®


Liburan semester akhir datang, apa yang sudah Awan rencanakan akan segera dia wujudkan. Kini di tangannya sudah ada tiket untuk pulang ke negeri sendiri.


"Lo beneran gak ikut?" sekali lagi Awan bertanya kepada sahabatnya.


"Gak, pulang gih, bawel amat dari kemarin Tanta itu mulu!" Langit dengan santainya malah mengusir Awan.


"Ck, sialan Lo, iya gue pergi tapi gak sepagi ini juga balok es, eh es balok!" jawab Awan sedikit dongkol.


"Gue itu manusia bukan es balok!" Langit mulai tak terima selalu di panggil es balok oleh Awan.


"Sikap Lo itu kalo di luar kayak es, dinginnya ngalahin kulkas, jadi wajar kalo gue panggil Lo es balok," Awan masih saja ingin membuat sahabat nya ini kesal.


"Serah Lo deh, gue males nanggepinnya. Gue mau tidur aja, oh ya ntar kalo Lo mau berangkat, gak usah bangunin gue ya." dengan pede nya Langit mengatakan hal itu.


"Siapa juga yang mau bangunin Lo, gak ada guna kali." Awan memutar bola matanya malas.

__ADS_1


"Oke serah!" jawab Langit yang bersiap akan masuk ke kamarnya.


"Eh Lang, kak Aby kemana sih kok gak kelihatan dari pagi? padahal ini kan waktu nya libur?" Awan merasa heran dengan kakak sepupu dari sahabatnya itu, jarang terlihat di rumah.


"Dia kerja, dia mencoba peruntungan di perusahaan orang, buat jajal kemampuan dia," jawab Langit apa adanya.


"Wah, gila kerja juga ya kakak Lo!" Awan sangat kaget dengan kegiatan kak Aby.


"Gitulah, dan mungkin gue juga akan ngikutin jejak dia, sebelum benar benar terjun dan mengambil alih perusahaan," jawab Langit sedikit dengan sendu.


"Lo kenapa malah mellow? kan emang udah jatah Lo!" kali ini obrolan mereka mulai serius.


"Udah gak usah di pikiran kan, memang sudah menjadi rejeki Lo yang lahir dari keluarga kaya, gak sudah merasa tidak enak begitu, semua sudah ada porsinya sendiri!" kali ini Awan berkata dengan bijak.


"Hem, tumben Lo benar!" ejek Langit dengan tawanya.


"Asem Lo Lang, gue itu selalu benar ya, Lo aja yang gak pernah anggep itu semua." dumel Awan mulai malas.


"Hahahaha oke oke, tuan benar! Gue sekarang mau istirahat otak dulu, so jangan di ganggu!" peringatan Langit yang kali ini segera masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


"Dasar es balok berjalan, di ajak ngomong malah kabur!" omel Awan yang masih bisa di dengar oleh Langit tapi enggan untuk menanggapi.


Setelah semua perdebatan tidak jelas itu, akhirnya waktu keberangkatan Awan sudah dekat. Ia dengan segera berangkat ke bandara dengan menaiki taxi.


Awan sangat berharap apa yang dia lakukan ini akan membuat kekasihnya senang, dan hubungan itu tetap baik baik saja. Karena sejujurnya perasaan Awan benar benar tulus untuk sang ke kasih.


"Semoga kamu senang dengan kepulangan ku ya, sampai bertemu beberapa jam lagi, sayang." lirih Awan sebelum pergi ke alam mimpi.


Perjalanan yang lumayan lama dan membuat lelah akhirnya terbayar lunas, saat dirinya mendarat dengan aman di kota Jakarta. Dengan bersiul ringan Awan segera mencari taxi untuk membawa dirinya ke rumah sang kekasih. Ia teramat rindu dan ingin segera bisa memeluk kekasihnya.


"Selly!" sentak Awan dengan marah.


*****®


Ada apa kira kira?


Mau memberikan kejutan eh malah di kejutkan.


Yuk Vote yuk mumpung Senin ini.

__ADS_1


Terimakasih semua.


__ADS_2