Cinta Devan Untuk Naya

Cinta Devan Untuk Naya
69. Penyesalan


__ADS_3

Happy reading yes....


*****®


"Aku akan membuat sahamnya perlahan turun dan hancur," jawab orang tersebut.


Sedangkan dalam diamnya orang yang berada di depannya tersenyum srimik dan tanpa ada yang tau.


Video itu berhenti untuk di putar, dan kini semua orang melihat ke arah dua laki laki yang tadi ada dalam video yang sempat mereka putar. Semua orang terlihat tidak percaya dengan apa yang barusan mereka lihat.


"Baiklah saya rasa sudah cukup tontonan nya, sudah saatnya saya am-," perkataan Ivan terpotong oleh seseorang yang tadi berada di Vidio tersebut.


"Biar saya saja yang menyelesaikan nya pak, sudah lama saya tidak mendapatkan mainan lucu seperti ini," ucap laki laki yang ternyata bernama Santos.


Memang bukan nama aslinya, dan bahkan wajahnya pun bukan wajah aslinya, karena memang sosok tersebut sangat lah tersembunyi, dia juga yang dulu berhasil menyelinap untuk mengamankan Mila saat dia di culik.


Hanya Ivan saja yang tau wajah asli dan nama aslinya. Dia merupakan laki laki dengan sejuta wajah, dan itulah julukannya.


"Hem baiklah, silahkan saja. Aku hanya akan menonton saja," jawab Ivan santai dan kini dia malah bersiap duduk dengan nyaman bersama keluarga besarnya.


"Hem baiklah, karena sang tuan rumah sudah memberikan ijin mari kita mulai pertunjukan menyenangkan ini. Hanya pertunjukan kecil dari seekor lalat!" kata Santos dengan senyum miring yang kini terlihat menakutkan.


"Uuhhh bakalan seru kayaknya," ucap salah satu rekan bisnis Ivan dan kini semua yang ada di sana malah ikutan duduk pada kursi kursi yang sudah di sediakan.


"Nah pak tua, sekarang mau mu apa? mau kabur heh? atau mau meneruskan rencana mu?"tanya Santos mengejek.


"Oh saya lupa, kita belum berkenalan dengan baik kan, nama saya Santos pak tua, dan jika kemarin kamu dengar namaku adalah Sammy maka itu hanya nama pinjaman,hahaha!" kelakar Santos dengan suara kerasnya.


Sedangkan yang lain hanya bisa melongo. Mereka di buat bertanya dengan sosok Santos yang sebenarnya.


"Ah iya bukankah Anda tadi bilang akan membuat saham Angkasa turun secara perlahan? tapi apa Anda sudah tau seperti apa kekuatan Angkasa? bagi Angkasa saham turu tidak akan berpengaruh apapun baginya, dan ingat tidak akan menjadi kan mereka miskin, bodoh!" ejek Santos lagi kini dengan kilatan amarah.


"Angkasa hanya nama besar yang anda tau bukan? tapi apa Anda tau seperti apa kekuasaan yang sebenarnya? di belakang nya ada banyak yang belum Anda tau, heh pede sekali anda jadi orang, cacing yang baru tumbuh saja mau menggulingkan piton, dasar bodoh!" Santos masih saja mempermainkan orang tersebut.

__ADS_1


"Dengar ini baik baik bapak tua terhormat, ayah dari anak yang tidak tau diri dan ternyata nurun dari anda! Sudah bagus selama ini ain anak anda di tutup oleh Bu Mila karena Beliau tidak tega dengan istri anda, heh anda malah kini berulah. Maka nikmati hidup mu yang akan berubah lima menit setelah ucapan saya usai!" kini Santos sudah benar hilang kendali, dan dalam sekejap kabar jika perusahaan milik orang tersebut sudah di ambil alih olehnya.


"Lihat-" kini ucapan Santos di potong oleh bunda Mila.


Santos langsung diam dan memilih mundur, ketika mendengar suara lembut dari istri tuan nya tersebut.


"Sudah Santos, sudah waktunya kamu istirahat," perintah Mila dengan lembut dan senyum ramah seperti biasanya.


Mila kini beralih berdiri di depan laki laki tua yang sebenarnya sudah tidak pantas untuk bekerja keras.


"Mohon maaf jika anda harus di perlakukan seperti ini, bukankah dulu saya sudah pernah bilang hidup lah dengan baik, dan kami akan menjaga aib Siska yang sudah melewati batas. Tapi kenapa anda malah mencari masalah lagi? bukankah Siska sudah kami pulang kan, dengan keadaan baik tidak kurang suatu apapun? lalu kenapa anda seolah orang yang tersakiti?" tanya Mila dengan tenang namun penuh penekanan.


Ya orang tersebut adalah ayah dari Siska. Masih ingat bukan dengan nama itu? wanita yang pernah membuat Naya mengalami kelumpuhan.


"Sa sa saya tidak terima anak saya pulang dengan keadaan seperti itu," sanggah nya dan akhirnya buka suara setelah diam sejak tadi.


"Seperti itu bagaimana? itu masih lebih baik bukan? dia tidak cacat, dia masih cantik dan dia sehat bukan?" Mila masih saja menjawab dengan nada yang halus.


"Anak yang ada pada nya adalah anak kandungnya, anak yang memang sudah ada di rahimnya sejak dia akan menjalankan hukumannya, bukankah dulu saya pernah bilang jika anak anda melakukan segala cara untuk bisa hidup enak? lalu kenapa anda tidak bertanya siapa ayah nya? kenapa malah anda berniat menghancurkan kami? salah kami di mana?" pertanyaan kecil namun tak dapat di jawab oleh ayahnya Siska.


Akhirnya dia hanya bisa tertunduk di depan Mila dengan tangis penyesalan. Bahkan kini dia benar benar malu, dia malu karena akhirnya dia sendiri yang membuka aib keluarga nya sendiri.


"Bagun lah pak, tidak sewajarnya anda berlutut di depan saya, silahkan renungkan dan benahi diri anda, jika ingin hidup tentram dan damai," perintah Mila kini dia sedikit menurunkan amarah nya di balik semua ucapan lembut nya.


"Pulang lah, dan meminta maaf lah kepada istri anda, karena setelah ini kalian harus bekerja keras untuk bertahan hidup," ucap Mila yang kini sudah berjalan pergi.


"Ini adalah salah satu pelajaran yang bisa kita ambil, jangan pernah melimpahkan kesalahan kita kepada orang lain hanya karena rasa tidak terima!" Mila berkata dengan tenang sebelum dia melanjutkan berjalan untuk kembali duduk bersama yang lain.


"Dan Ingat, Devan adalah menantu kami, dia adalah laki laki terbaik bagi putri kami, harap ingat itu," sambung nya yang sudah duduk dengan santai dan malah terlihat seolah tidak terjadi apa apa, sedangkan yang lain hanya bisa di buat menganga dengan sikap istri Ivan. Mereka tidak mengira jika sang permaisuri keluarga Angkasa begitu banyak kejutan.


"Sudah sudah, sekarang silahkan nikmati lagi pesta nya, mohon maaf jika ada sedikit pertunjukan pada pesta ini," kelakar Ivan dengan tawa renyahnya yang baru saja mereka semua lihat selama bekerja sama dengan Ivan.


"Ternyata bapak bisa bercanda juga ya," salah satu relasi menggoda untuk mencairkan suasana.

__ADS_1


"Suami saya asli nya ya seperti ini," sambung Mila dengan terkikik geli karena bisa membeberkan tingkah konyol suaminya.


"Hais kenapa kamu berkata demikian,"grutu Ivan dengan memasang muka masam.


"Apaan, kan emang begitu, kenapa harus mengelak," Mila menanggapi dengan santai dan malah terkesan mengejek.


"Kamu," Ivan merasa sangat gemas sendiri.


"Apa?mau protes?" Mila menimpali dengan pandangan sulit diartikan dan langsung membuat nyali Ivan ciut.


"Hahahaha wah ternyata anda suami yang tunduk sama istri ya," tawa menggelegar kini menghiasi ruangan pesta tersebut, semua orang kini tahu seperti apa Ivan jika sudah bersama keluarga nya dan terutama di depan istrinya.


"Eh," Ivan ingin menyanggah namun akhirnya di urungkan melihat tawa bahagia semua anggota keluarga.


Sedangkan sang biang onar sudah pergi sejak mendengar perkataan Mila tadi. Dan jika ada yang mencari sosok Santos maka jangan mencari karena dia tidak akan pernah bertahan lama jika urusannya sudah selesai, dan bahkan tidak akan ada yang tau kapan dia perginya.


"Terimakasih sayang, untuk semua kepercayaan dan kebaikan kalian semua," Devan kini memeluk Naya dengan hangat.


"Terimakasih juga untuk cinta yang tulus dari mu mas," jawab Naya dengan binar bahagia nya.


*******®


**Mohon maaf untuk terlambat nya up beberapa hari ini, bukan karena kehabisan ide, bukan. Tapi karena kemarin memang sedang tidak enak badan, dan Alhamdulillah sekarang sudah benar benar pulih.


Happy new year semua readers ku tercinta. Aku apa tanpa kalian.


Dukung terus ya 🥰🤗 salam sayang.


Yang mau lebih dekat boleh kok mampir ke akun FB nya author receh ini.


FB: Ratna Kasiyanti.


Cari saja pasti ketemu. Dan untuk Ig othor tidak ada ya hehehe**.

__ADS_1


__ADS_2