Cinta Devan Untuk Naya

Cinta Devan Untuk Naya
40.Masih Berlanjut


__ADS_3

Happy reading yeesss.


Yang masih kecil minggir dulu 🤭.


*****®


Pagi menjelang, sepasang pengantin yang baru saja mengecap manisnya surga dunia perlahan mulai membuka mata.


Senyum lebar menghiasi wajah Devan, disaat ia membuka mata, wajah ayu istri nya yang pertama dia lihat.


Di Pandangi nya wajah itu, hingga kilasan kejadian semalam terbanyang olehnya. Masih segar di ingatan seperti apa susahnya di membobol pertahan lawan namun akhirnya dia berhasil juga. Nikmat dan nikmat yang akhirnya mereka rasakan setelahnya, hingga rasa enggan untuk mengakhiri nya.


"Sayang bangun, hay ini sudah mau subuh, " dengan usapan lembut di pipi Naya, ia bangunkan istrinya.


"Engh." Lenguhan kecil pertanda sang istri mulai terganggu.


"Hay bangun, ayo nanti kita kesiangan. Kita belum mandi juga kan, " sekali lagi Devan mencoba membangunkan istri nya.


Akhirnya dengan perlahan, mata indah itu mulai terbuka, hal pertama yang di lakukan naya adalah menutup wajahnya dengan kedua tangan karena merasa malu.


"Kenapa mesti malu, kita sudah sama sama lihat kan? " goda Devan dengan usilnya.


"Diamdeh mas, aku malu ini, " Naya mengatakan nya masih dengan wajah do tutup.


"Hahahaha sudah sudah lama lama juga akan terbiasa, sebaiknya kita segera mandi saja. " ajak Devan yang kemudian bangun dan langsung menggendong Naya.


"Kya..., " jerit Naya yang kaget dengan ulah suaminya. "Mas kenapa kita harus mandi bersama sih, biar aku dulu saja kamu keluar" sungut Naya untuk menutupi rasa malunya.

__ADS_1


"Kita haru mandi bersama sayang, biar hemat dan cepat, " jawab Devan dengan seringai yang belum di pahami Naya.


"Hah, apa! " kaget Naya.


"Ssttt nurut saja oke " jawab Devan dengan suara seraknya, sedangkan Naya setelah mendengar nada suara suaminya mulai paham.


"Tapi... " belum sempat Naya protes, Devan sudah membungkam mulutnya dengan ciuman dalamnya.


"Ach, mas katanya nanti kesiangan, ini ach... " rancau Naya yang sudah mulai terpancing namun masih berusaha mengelak.


"Jika kamu terus berbicara maka kita akan benar benar kesiangan, " jawab Devan dengan suara semakin berat dan pandangan yang semakin berkabut.


Tangan dan bibirnya sudah berjelah kesana kemari, mencari titik paling sensitif bagi istri nya. Sedangkan Naya, kini hanya bisa pasrah menerima setiap sentuhan dari suaminya.


Rasa nik*at yang luar biasa mereka rasakan, berc*nta di kamar mandi dengan Devan bersandar pada bathup, dan Naya duduk membelakangi nya. Sungguh pengalaman baru yang menyenangkan.


Kegiatan panas itu berakhir setelah tiga puluh menit berlalu. Devan wajah bahagia nya Devan terus saja memandang istri nya yang tak berhenti mengomel saat tau dia di kerjai oleh suaminya.


Setelah selesai berjamaah sholat subuh, mereka bersiap untuk istirahat lagi, Naya masih saja gemas dengan kelakuan baru suaminya.


"Ish sejak kapan sih kamu jadi mes*m begini mas,? " tanya Naya dengan heran.


"Hahahaha ini bukan mes*m sayang, tapi ini naluri, dan ya sejak semalam kamu minta lah, " jawab Devan santai.


"Siapa yang minta, " Naya merasa malu mengingat kelakuan nya semalam.


"Ada yang pura pura lupa? mau mas ingatkan lagi, " goda Devan dengan tawa yang keras.

__ADS_1


"Apaan sih, udah aku mau tidur, masih ngantuk. Badan aku juga rasanya capek semua, " Naya pura pura memejamkan matanya, untuk menutupi rasa malunya.


*Sial, gara gara ngikutin kak Tia kan jadi malu aku, eh tapi kalo gak gitu pasti mas Devan juga akan takut nyentuh aku, dan aku akan merasa berdosa. Tapi kan malu. *batin Naya menjerit malu.


"Sudah jangan di bayangkan, katanya mau tidur. Apa jangan jangan kamu mau lagi? " tanya Devan dengan isengnya, saat dia melihat semburat merah di pipi istri nya.


"Diam mas, tidur cepat, " Naya menjawab dengan mata tertutup namun pipinya semakin merona.


"Tidur apa tidur yank? kamu tau kegiatan baru itu terasa sangat indah dan nik*at. Bahkan aku ingin terus mengulangi nya lagi sekarang. " Lagi-lagi suara Devan mulai berat, dan tanpa Naya duga, Devan kini sudah mengungkung nya.


Perlahan tapi pasti, Devan mulai mengecup kening Naya lalu turun dan langsung melu*at belahan kenyal berwarna pink yang selalu mengg*da dirinya.


Luma*an yang awalnya perlahan kini semakin menggebu, meski sempat ada penolakan tapi pada akhir istri nya pasrah juga menerima setiap sentuhan yang di di berikan Devan.


Tangan itu terus bergriliya mencari dia bola bekel kenyal kesukaannya. Dengan sekali tarikan baju Naya akhirnya lolos juga. Mereka terus memadu kasih, erang*an dan desa*an mengalun merdu menghiasi kamar super mewah itu.


Mereka saling meneriakkan nama pasangan, saat gelombang nik*at akan menggulung mereka. Seolah tiada kata lelah, mereka kembali mengulangi nya hingga waktu yang mereka tak menyadari. Devan menyudahi kegiatan gilanya bersama Naya, setelah istri nya itu menyerah dan mulai kelelahan. Meskiasih ingin namun akhirnya Devan berhenti juga, saat ia melihat istri nya sudah mulai memejamkan mata karena mengantuk dan kelelahan.


Dengan senyuman lebar, ia pandangi dan terakhir ia kecup kening Naya sebelum akhirnya ikut pergi ke alam mimpi menyusul sang istri.


*****®


Ni si mas Devan kayaknya ketagihan parah 😅🤭, sampe gak mau berhenti.


Kan kasihan mas 😅🤭.


Key jangan lupa hadiah nya buat mbak Naya yang hebat, bisa ngimbangin mas Devan.

__ADS_1


Satu part lagi nanti malam, hem dan kayaknya masih seputar kamar deh 😅😅😅🤭.


Hem hem hati hati ya yang paksu nya lagi kerja, di baca ntar malam saja, hahahaha. Oke bay bay 🤗🤗🤗


__ADS_2