Cinta Devan Untuk Naya

Cinta Devan Untuk Naya
81. S. Part 11


__ADS_3

Happy reading yes...


****®


Setelah mengantar Bulan pulang, Langit yang masih dongkol hanya bisa mengoceh sendiri di dalam mobil.


"Sial, gue di cuwekin sama cewek tadi, heh apaan coba, apa dia normal?" Langit masih saja penasaran dengan sosok Bulan.


"Tau ah, gue ini kenapa sih, malah mikirin hal gak penting, fokus Lang, fokus!" omel Langit pada dirinya sendiri.


Setelah mengomel sendiri, kini Langit sudah sampai di rumah nya, Langit berharap bisa langsung istirahat di kamarnya tanpa ada gangguan dari si kembar.


"Huh, semoga biang onar belum balik dari sekolah mereka." doa Langit sebelum ia turun dari mobil.


Tapi siapa sangka, baru saja kakinya melangkah, Langit sudah mendengar suara melengking dari dalam rumah dan di susul suara kaki berlari.


"Abang...," teriak heboh si kembar sambil berlari dan dengan segera memeluk Langit.


Grep.


Peluk mereka bersamaan, sampai Langit hampir terjungkal ke belakang karena kaget menerima beban dua orang sekaligus.


"Apaan sih kalian ini, gak bisa apa sehari saja gak bikin Abang pusing begini," keluh Langit yang malah di tanggapi dengan tawa oleh si kembar.


"Hahahaha gak bisa Abang, apa lagi Abang bentar lagi mau pergi kuliah jauh, kan kita gak ada lagi yang bakal di peluk peluk," oceh Jingga dengan bergelayut di lengan kanan Langit.


"Heleh, bukanya kalian merasa bebas kalo Abang ntar kuliah jauh," sindir Langit.

__ADS_1


"Kata siapa, kita sedih lho, gak bisa di manja sama Abang lagi," jawab Senja yang tidak mau kalah.


"Ngeles aja," jawab Langit sambil memutar bola matanya malas.


Ia sudah sangat hafal dengan kelakuan si kembar, jika sedang seperti ini pasti ada maunya dan gak berani minta sama bunda.


"Cepat katakan ada apa? kalian mau apa kali ini?" tanya Langit dengan tatapan menyelidik.


"Abang tau saja," jawaban kompak yang selalu bikin Langit geleng kepala.


"Cepat bilang atau tidak sama sekali," ancam Langit.


"Eh iya ya. E bang kita mau minta di beliin nonton konser BTS donk di negara sebelah, kita-" ucapan mereka terhenti oleh Langit.


"Gak!" jawab Langit cepat tanpa bisa di bantah.


"Yach Abang, ayolah bang, masak gak mau, bang...," rengek keduanya dengan mata yang mulai berkaca kaca.


"Bang, kan deket bang," masih saja berusaha merayu.


"Deket palamu peyang dek, itu namanya udah di luar negri dodol," omel Langit dengan menyentil kepala adik adiknya.


"Ya kan cuma di negara M bang, mumpung Abang," masih saja merengek.


"Gak, selama mereka tidak di negara ini, maka Abang gak kasih ijin, tunggu mereka konser di sini," Langit masih kukuh tidak memberikan ijin.


"Huh Abang jahat, gak bisa gitu lihat adik adiknya yang cantik ini senang apa," kini si kembar mulai ngedumel dan bibir yang mengerucut.

__ADS_1


"Serah, uang Abang juga, kalo berani nih bilang bunda," jawab Langit dan mulai melangkah masuk ke kamarnya, namun tiba tiba langkah nya terhenti karena mendengar ucapan adik adiknya.


"Kalo Abang gak ngasih, kita bakalan bilang ke ayah dan bunda kalo Abang habis nganterin cewek tadi," pancing sang adik kembar.


Deg


"Bagaimana mereka bisa tau," batin Langit kaget .


"Sial, kalo bunda dan ayah sampai tau, bisa panjang urusannya," keluh Langit lagi.


"Kalian tau dari mana, gak usah mengada ngada," elak Langit dengan cepat.


"Kami lihat tadi, pak supir juga lihat," si kembar masih saja berusaha membuat sang Abang diam.


"Baiklah kalian akan pergi, tapi Abang akan ikut ke sana!" putus Langit dengan geram dan segera masuk ke kamarnya.


Sedangkan kini kedua bocah sableng itu langsung melompat kegirangan, meski harus pergi dengan sang Abang, tak masalah yang penting mereka bisa melihat konser sang idola.


"Yuhuu rencana kita lancar!" keduanya melakukan tos dengan bahagia.


****®


Dasar adik adik laknut 😅😅


Si Abang gak bisa berkutik, hahaha bikin ngakak aja kalian ini.


Oke udah 3 bab aku up lho, dari semalam hehehe.

__ADS_1


Yuk dukung terus ya, terimakasih.


Lope lope sekebun toge buat kalian semua.


__ADS_2