Cinta Devan Untuk Naya

Cinta Devan Untuk Naya
21.Akhirnya


__ADS_3

Happy reading yes...


Terimakasih untuk dukungan kalian, semoga selalu suka.


******®


Hari berganti hari, minggu pun silih berganti dan tanpa sadar sudah hampir tiga bulan Devan terus berusaha agar bisa menemukan Naya tanpa bertanya kepada siapapun. Hampir lelah dengan keadaan dan pada titik terlelahnya Devan malah mendapatkan tugas untuk mengecek pembangunan resort atas nama si kembar, dan di sini lah Devan berada sekarang.


"Apa semua berjalan lancar? " tanya Devan kepada kepala penanggung jawab.


"Semua berjalan lancar tanpa hambatan pak, dan akan rampung pada awal bulan depan" sang kepala tim menjelaskan.


"Kerja bagus, terus awasi dan jangan sampai ada kesalahan, serta ingat selalu gunakan bahan berkualitas baik seperti biasanya.. paham? " lanjut Devan memberi perintah.


"Siap pak" ucap sang ketua tim.


Setelah mengecek hasil! laporan dan segala hal dan ternyata semua sudah berjalan sebagai mana mesti nya, Devan yang ingin segera kembali sejenak tertegun ketika dia melihat resort atas nama Naya disana.


Dan entah karena rindu, Devan akhirnya melangkah kan kakinya memasuki resort tersebut dan langsung menuju halaman belakang tempat dimana dirinya pernah menghabiskan waktu bersama Naya meski hanya sekedar duduk di ayunan berdua.


Dalam diamnya Devan tiba tiba teringat akan percakapan keduanya saat itu, ingatan Devan langsung terlempar pada masa itu.


Flashback On


"Yank.... " panggil Devan dengan lembut dan menghadap ke arah Naya.


"Ya.. " Naya menjawab dan langsung melihat ke arah Devan.

__ADS_1


"Setelah menikah nanti, kira kira kamu ingin pergi berbulan madu dimana?aku tau dalam hidupmu pasti kamu sudah pernah pergi kemana pun yang kamu inginkan, namun aku hanya ingin bisa membuat mu bahagia bersama ku, dan apapun itu akan aku usahakan" Devan mengutarakan pemikiran nya.


Sedangkan Naya merasa sangat terkejut dan juga bahagia mendengar Devan menanyakan hal itu, itu berarti Devan memang serius dengan dirinya.


"Hay yank.. kok malah melamun?kenapa? apa kamu sudah bosan pergi jalan jalan? atau.... -" perkataan Devan terpotong karena Naya dengan cepat menutup mulut Devan dengan tangannya.


"Aku sangat bahagia mendengar mu bertanya demikian, dan aku hanya ingin bisa bersama mu saja tanpa harus repot repot memikirkan kemana kita akan pergi honeymoon, bisa bersamamu saja itu sudah lebih membahagiakan bagiku kak... " jawab Naya dengan keseriusan.


"Tapi aku ingin membuat kamu senang sayang... meski apa yang aku miliki nanti nya jauh dari keluarga mu" Devan masih merasa kurang percaya diri.


"Sssstttt aku tidak pernah mempermasalahkan itu, dan jika memang kamu mau mengajak ku jalan jalan baiklah aku ingin ketempat yang orang selalu bilang romantis pada saat malam hari, banyak pasangan yang mengatakan cinta di bawah menara yang mereka katakan tempat nya para kekasih menikmati hari"Naya menjawab dengan senyuman yang bahkan membuat Devan terkesima.


"Hemmm baiklah tuan putri, akan hamba masukan kedalam ingatan hamba... " jawab Devan dengan senang..


Flashback Off.


Deg deg deg...


Tak lama setelah itu Devan langsung menelfon Zian.


"Assalamu'alaikum kak... " sapa Devan saat telfon sudah diangkat oleh Zian.


"Waalaikumsalam, bagaimana Van di sana? semua lancar? " Zian bertanya langsung yang dia kira Devan menelfon nya untuk memberikan laporan itu.


"Alhamdulillah semua lancar kak dan awal bulan depan sudah bisa di resmikan" jawab Devan dengan tenang meski hatinya bergemuruh senang.


"Syukurlah, lantas kamu sekarang ada dimana? apa masih disana? " tanya Zian.

__ADS_1


"Iya kak dan ini baru mau pulang, dan oh ya kak saya mau ijin untuk pergi selama satu minggu ke depan" Devan akhirnya bisa mengutarakan niatnya.


"Ijin? seminggu? mau kemana kamu? " Devan merasa curiga.


"Aku mau nyusul Naya kak... " Devan menjawab dengan mantab.


"Apa....? yang benar kamu? apa kamu sudah tau dia di mana? " Zian merasa heran karena mendengar hal itu.


"Aku yakin kak, dan bahkan seratus persen yakin, Naya ada disana, jadi bisa kan kak? " Devan sedikit memohon.


"Baik jika kamu memang sudah merasa yakin, semoga keyakinan mu benar adanya" Zian ou memberi ijin dan mendoakan sang calon adik ipar.


"Aamiin terimakasih kak, kalo gitu aku tutup telfon nya ya kak, aku akan langsung terbang malam ini juga" jika masih bisa"ijin Devan dengan senang.


"Ya baiklah semoga berhasil" dukung Zian.


"Aamiin, assalamu'alaikum" pamit Devan.


"Waalaikumsalam" jawab Zian.


*Semoga kamu benar-benar bisa menemukan Naya, dan semoga kamu bisa mengembalikan rasa percaya dirinya, aku berharap itu padamu *Doa Zian untuk kebaikan Naya dan Devan.


******®


Jeng jeng jeng....


Siapkan tisunya untuk pertemuan keduanya pada part berikut nya,..

__ADS_1


Kira kira Naya akan menolak? atau menerima?


Jangan lupa dukungan nya ya, salam sayang dan salam terimakasih 🤗🤗🙏😊😘


__ADS_2