
Happy reading yess.
*****®
Awan sampai di apartemen yang dia tinggali bersama dua orang lainnya, siapa lagi kalo bukan Angkasa famili. Dengan langkah lunglai, dia berjalan masuk dan langsung mendudukkan dirinya di sofa yang ada di ruang tamu.
"Napa Lo, balik balik kek cacing kena garam." ejek Langit dengan senyum miringnya.
"Cerewet!" Awan malas meladeni ucapan Langit dan memilih memejamkan matanya.
"Ah yang lagi beretak retak ria hatinya," masih belum puas seakan mengejek Awan adalah hal yang paling menyenangkan.
"Lo tau?" Awan akhirnya malah jadi penasaran sendiri, setelah mendengar ucapan Langit barusan.
"Lo pikir?" jawab Langit dengan memutar bola matanya malas.
"Ah gue lupa, Lo siapa. Jadi selama ini Lo, tau dia seperti apa? dan Lo diam aja gak bilang ke gue!" kali ini Awan, sedikit merasa marah.
"Lo mau marah? ke gue? terus kalo waktu itu gue bilang sama cowok yang lagi bucin parah bakal di dengar gitu?" Langit malah menjawab dengan santai tanpa peduli wajah masam sang sahabat.
"Setidaknya Lo, bisa peringatin gue lah, kan gue gak kaget kaget amat!" Awan masih belum bisa terima dengan apa yang baru saja dia dengar.
__ADS_1
"Hah! Lo itu lagi tuli kupret, kuping Lo ke tutupan cinta!" kali ini Langit mulai geram.
"Serah lah, gue mau tidur!" Awan akhirnya memilih untuk masuk ke kamarnya, dari pada nantinya dia malah semakin di buat kesal sama sang sahabat laknat.
"Jiah, ngambek dia, kek cewek lagi pms, eh." dalam hati Langit malah cekikikan mendengar ucapannya sendiri.
"Kayak tau saja Lo dek, kalo cewek lagi pms pasti bawaannya marah marah." tiba tiba suara sang kakak sepupu mengagetkan dirinya.
"Lho, kak Aby, kapan pulang?" tanya Langit heran, pasalnya dia tidak tau jika sang kakak sudah ada di rumah, lantas sejak kapan dia di rumah?
"Gue udah balik sejak Lo mandi tadi." jawab kak Aby singkat jelas padat, dan itulah dirinya, sangat sangat mirip dengan sang ayah.
"Besok kakak akan ke negara M, mau cek perusahaan opa yang ada di sana, habis itu mau balik ke rumah. Kangen sama semua, Lo mau ikutan gak?" sang kakak menjelaskan agendanya, dan mengisi waktu liburan ke negara tercinta.
"Gue di sini saja kak, lagian tadi bunda ngabarin kalo mau kesini sekalian mau ada pertemuan katanya." tolak Langit dengan sopan.
"Oke lah, kalo gitu gue mau keluar bentar." pamit kak Aby dan langsung pergi begitu saja tanpa menunggu jawaban dari Langit.
Setelah merasa bosan dengan kegiatan dia yang hanya rebahan dan bermain ponsel, akhirnya Langit, memilih untuk masuk ke dalam kamar dan entah akan melakukan apa.
"Sialan, gue mau ngapain coba, di rumah sepi begini. yang satu lagi bengek gara gara cintanya hilang, eh yang satu gak jelas mau kemana. Lah terus gue ngapain? keluar juga? sama siapa? tidur? lah baru bangun tidur, masak tidur lagi? kan, gue malah ikutan gak jelas!" Langit malah berbicara sendiri setelah dia sampai ke kamarnya.
__ADS_1
Dia bener bener bingung mau apa, gak ada yang bisa dia lakukan di saat libur begini. Pergi ke tempat tempat bagus, bukan dirinya. Pergi bersama teman, juga bukan gayanya. Atau pergi sama pacar? eh gak punya kan.
"Dah lah, gue gabut, gue mau kepoin akun si kembar aja lah," ucap Langit pada akhirnya. Dia lantas membuka aplikasi Instagram milik si kembar, tapi sedetik kemudian dirinya di buat mematung saat tanpa sengaja dia melihat postingan seseorang. Seketika jarinya malah mengklik profil yang dia lihat ternyata berteman dengan sang adik.
"Eh, gue ngapain? malah kepoin dia!" dumel Langit namun jarinya tetap saja berseluncur.
*****®
Ah elah bang, bilang gak peduli ternyata kepo juga 🙄🙄
Awas bang ntar patah hati lho, eh 🤭
Hayo ada apa??
Like, komen, VOTE, GIFT NYA.
TERIMAKASIH.
Mau curhat dikit, ini tuh udh aku up dari SEMALAM, TAPI MASIH BELUM LOLOS JUGA SAMPAI SAAT INI 😏HERMAN AKU PADAHAL GAK ADA OART MACEM MACEM JUGA 😤
Mau di LOLOSIN KAPAN 😤😤😏 GAK ADA YANG ANEH LHO SAMA BAB INI, HELLOOOO NGERUSK MOOD TAU GAK SIH NT INI!
__ADS_1