
Happy reading yes....
****®
Jika si kembar sedang merasa malas meladeni tingkah Jesica lain halnya sang Abang. Langit yang sedang duduk santai terpaksa harus di hadapkan dengan tingkah para gadis yang kepo dengan rencana Langit setelah lulus SMA.
"Hay kak Lang, setelah lulus akan kuliah di mana kak?" tanya salah satu siswi kelas 10.
"Iya kak, kakak akan lanjutin kemana? siapa tau nanti kita samaan," tanya siswi yang lain lagi, seperti nya kelas 11.
"Heh anak kecil, Langit itu akan kuliah di kampus yang sama dengan gue, jadi gak usah kepo kalian!" tiba tiba muncul lagi siswi yang lainnya yang di perkirakan satu kelas dengan Langit.
"Kakak siapa, datang datang main jawab, kita tanya kak Lang, bukan situ!" sungut salah satu adek kelas tadi.
"Lo, berani beraninya ya bicara kayak gitu sama gue, gue ini lebih senior dari Lo tau!" bentak siswi yang satu kelas dengan Langit.
"Kalo senior kenapa emang, masalah buat Lo!" dua siswi itu tidak mau kalah.
"Kalian-!" ucapan siswi tadi terhenti ketika mereka melihat Langit melangkah pergi meninggalkan mereka semua.
"Tuh kan pergi, gara gara kalian berisik tau gak!" lagi lagi siswi yang satu kelas dengan Langit marah tanpa alasan.
Ia langsung pergi dan mengejar Langit, ia heran apa kurang nya, sampai sampai Langit melirik saja tidak. Ia merasa tidak terima, selama ini tidak pernah ada laki laki yang menolak pesonanya.
"Lang!" dengan langkah cepat ia menarik tangan Langit.
"Hem," Langit hanya menanggapi dengan deheman saja.
__ADS_1
"Kamu mau lanjutin dimana Lang? sama dengan aku ya?" pinta siswi yang ternyata bernama Cindy.
"Urusannya sama Lo apaan? serah gue mau di mana!" jawab Langit dengan nada rendah dan tatapan mengintimidasi.
"Bu bu kan begitu, aku hanya bertanya," seketika Cindy menjadi gugup dan takut.
"Dan gue ogah menjawab!" Setelah berkata demikian dengan santai Langit pergi dari hadapan Cindy.
"Sial, Lo boleh bilang begitu dulu, tapi lihat saja nanti, gue bakal bikin Lo ngejar ngejar gue, dan gue pastikan itu akan terjadi!" Cindy berkata dengan percaya diri nya dan tanpa dia sadar ada yang mendengar nya.
"Dasar, gak punya malu, udah di tolak dan di cuwekin juga," gumam seseorang dengan pelan.
Sedangkan Langit kini sudah berada di kelasnya dan bersiap untuk pulang, karena memang dia rasa sudah tidak ada kegiatan yang perlu dia ikuti lagi, hanya tinggal menunggu minggu depan untuk melihat pengumuman, dan minggu depan adalah acar perpisahan.
Langit sebenarnya malas mengikuti acara seperti itu, tapi mau bagaimana lagi karena acara itu memang dibuat khusus mereka yang sudah lulus.
"Hem," jawaban Langit yang memang sudah biasa dia lakukan.
"Lah, gue masih harus nungguin si Selly nih, sorry bro," Awan merasa tidak enak.
"Oke santai saja. Gue cabut!" dengan segera setelah menjawab ucapan Awan, Langit berjalan dengan cepat.
Ia teramat malas, jika harus bertemu Cindy atau cewek yang seperti itu lainnya.
"Huh, bikin gak nyaman saja," grutu Langit dalam hati, ia terus berjalan dengan cepat hingga saat akan berbelok ke arah parkiran tiba tiba.
Bugh
__ADS_1
"Aw," jerit seseorang yang ternyata tertabrak oleh Langit.
"Sorry sorry, Lo gak apa apa?" tanya Langit merasa tidak enak, dia bahkan mengulurkan tangannya untuk membantu cewek itu berdiri.
"Sakit sih, tapi ya sudah lah, toh gue juga gak hati hati tadi," jawab cewek tersebut yang ternyata adalah Bulan.
"Lain kali hati hati lagi," ucap Langit tanpa sadar.
"Hem ya, thanks," jawab Bulan pendek dan dengan ekspresi biasa saja.
"Oke kalo gitu, gue permisi ya kak, thanks udah nolongin dan sorry."setelah itu Bulan benar benar pergi sedangkan Langit lagi lagi di buat melongo dengan sikap Bulan.
Baru kali ini dia melihat cewek jika berhadapan dengannya hanya biasa saja tanpa ada sikap berlebihan, dan apa tadi muka nya bahkan terlihat datar dan acuh saja sikapnya.
"Tau ah, ngapain juga gue pikirin." batin Langit dan melanjutkan perjalanan nya.
Tapi lagi lagi tanpa sadar Langit kembali memikirkan sikap Bulan.
"Huh, gue kenapa sih, malah mikirin wajah tuh anak lagi, kayaknya pikiran gue ada yang gak beres!" keluh Langit di dalam mobil.
Langit memang memakai mobil sendiri, tapi dia memilih menggunakan mobil yang banyak di gunakan oleh orang lain. Brio Merah legam menjadi pilihan Langit, itu adalah mobil kesayangan dan mobil pertama yang dia beli dengan hasil tabungan nya.
******®
Alhamdulillah bisa up lagi.
Terimakasih atas segalanya dukungan kalian, semoga masih selalu setia ya.
__ADS_1