
Happy reading yess
******®
"Kamu tidak apa apa? " tanya gadis cilik cantik yang tak lain adalah Naya.
"I iya.. aku baik" jawab anak berbadan gendut dan memakai kacamata tebalnya.
"Lain kali kalo di jahili itu di lawan jangan diam saja" nasehat Naya sambil membantu bocah gendut itu berdiri.
"Terimakasih,, dan aku sudah biasa di jahili sama mereka" jawab bocah itu.
"Ya harusnya kamu jangan mau donk kalo di gituin, anak cowok itu harus berani, jangan lemah" Naya merasa gregetan karena anak itu hanya pasrah saja.
"Iya lain kali aku akan berusaha" jawab anak itu.
"Oh iya kenalkan nama ku Naya kamu siapa? " Naya mengajak berkenalan.
"Aku Dika " jawab Dika sambil menjabat tangan Naya.
"Kamu -" ucapan Naya terpotong karena panggilan dari Tia.
"Nay aku cariin dari tadi ternyata kamu disini" Tia merasa gemas karena Naya pergi tanpa pamit.
"Aku tadi dari toilet terus lihat anak anak lain gangguin dia jadi aku kesini deh, oh ya kenalin ini Dika yang tadi di ganggu sama kakak kakak kelas lima" Naya menjelaskan sekaligus mengenal kan Dika.
__ADS_1
"Oh hay aku Tia " Tia berkenalan dengan Dika.
"Aku Dika... apa kalian mau berteman denganku? " tanya Dika sedikit was was.
"Hemm baiklah kita berteman" jawab Naya dengan santai.
Akhirnya mereka berteman, Dika merasa sangat senang karena untuk pertama kalinya dia mempunyai teman, sejak awal masuk sekolah hingga dia sudah kelas dua SD belum ada yang mau berteman dengan nya, dan baru tadi ada dua anak yang dengan baik mau berteman dengannya.
Sejak saat itu Dika merasa bahwa Naya adalah dewi penolong untuk dirinya, dan seiring berjalan nya waktu Dika merasa sangat nyaman berteman dengan Naya dan Tia.
Namun di sini Dika cenderung dekat dengan Naya karena sifat Naya yang periang dan mudah sekali bergaul, sedangkan Tia cenderung pendiam.
Seiring berjalannya waktu mereka semakin dekat, sudah tidak ada lagi yang mengganggu Dika, menjahili ataupun merundungnya.
Hingga tanpa sadar kedekatan mereka sudah berlangsung sangat lama dan kini di saat mereka menyadari jika sebentar lagi akan berpisah.
"Nay, kamu dan Tia akan sekolah di mana? " Dika bertanya sesaat setelah mereka selesai melakukan ujian nasional yang terakhir kali.
"Kami akan masuk di SMP yang sudah pernah kita bahas kemarin, kalo kamu jadi lanjut kesana? " Naya menimpali.
"Sepertinya aku harus pindah lagi,, orang tuaku pindah tugas lagi di luar kota" jawab Dika dengan lemah.
"Wah kita jauhan ya, emang kemana? " tanya Naya lagi, sedangkan Tia memilih untuk menyimak saja.
"Aku akan ke kota A, " jawab Dika dengan lesu.
__ADS_1
"Wuah jauhnya...., kamu berangkat kapan? " Naya bertanya lagi.
"Mungkin setelah pengumuman kelulusan, kenapa nay? " Dika penasaran.
"Hem tidak apa apa aku hanya ingin berpesan jika nanti di tempat baru kamu jangan jadi cowok yang lemah lagi ya, jika kamu benar ya kamu lawan, jika ada yang mau menindas mu" nasehat Naya.
"Ah iya akan selalu aku ingat pesan mu" jawab Dika sedikit senang.
"Baiklah kalo begitu aku dan Tia pamit dulu, jemputan kita sudah sampai, da..... " Naya dan Tia pamit.
"Baik hati hati ya" jawab Dika.
Dalam diam Dika menatap punggung Naya hingga dia hilang di balik pintu mobil. Dika menatap Naya penuh dengan makna.
*Suatu saat nanti jika aku sudah berhasil maka hanya kamu orang yang pantas menikmati semua keberhasilan ku, dan hanya kamu orang yang aku inginkan, bukan siapapun, hanya kamu Kanaya Maheswari Angkasa, hanya kamu* gumam Dika dalam hati.
******®
Nah sekarang paham kan,,, masih mau tau seperti apa sifat Dika saat ini?
Jangan lupa dukung selalu ya..
Terimakasih untuk kalian yang selalu setia dengan cerita receh ini.
🤗🤗😘
__ADS_1