Cinta Devan Untuk Naya

Cinta Devan Untuk Naya
19.Murka


__ADS_3

Happy reading yeesss


*****®


Setelah mendengar dengan seksama atas musibah yang dialami oleh kekasih hatinya, tanpa bisa di bendung emosi Devan meluap siap menerkam apa saja.


Bahkan kini dirinya di temani Al sedang melakukan penerbangan menuju kota K untuk memberikan perhitungan secara langsung kepada wanita yang telah membuat kekasih hatinya menderita.


"Dimana dia? " Devan bertanya kepada para penjaga dengan menahan marah.


"Dia sedang bekerja di kebun karet tuan" jawab penjaga itu.


"Bagus, biar saya tunggu di dalam dan jangan bilang jika saya ada disini" setelah mengatakan itu Devan segera masuk kedalam.


Selang satu jam, wanita yang di tunggu datang, wajahnya terlihat lelah, rambut yang acak acakan, dan tanpa adanya riasan lagi, dalam diam Devan menyeringai hingga wanita itu sadar jika ada Devan di dalam rumah itu.


"Ka ka kamu kenapa ada disini? " tanya Siska gugup, dia sadar jika sedang ada bahaya yang mengancam nya.


"Kenapa kaget? terserah gue mau di mana dan elo sudah buat kesalahan yang sangat fatal, sekarang saatnya elo terima balasan dari gue" desis Devan marah, mata nya menyorot tajam.

__ADS_1


Siska merasa ketakutan, karena baru kali ini dia lihat Devan sangat menakutkan seperti ini, karena yang dia tau selama ini Devan selalu bersikap ramah kepada siapa saja.


"Ma ma maaf kan aku, aku juga sudah menerima hukuman ini entah sampai kapan" Siska memohon dengan wajah ketakutan.


"Maaf cih mudah sekali, karena mu aku harus kehilangan Naya.. dia harus menjauh karena merasa tidak pantas bersama denganku, dia sampai merasa insecure dan itu semua karena ulahmu" Devan mengatakan semuanya dengan marah.


"A a aku minta maaf" hanya itu yang bisa Siska ucapkan.


"Cih aku bukan bunda yang hanya memberikan hukuman semudah ini,, jika saat itu aku tau langung pasti aku akan memberikan hukuman ternikmat untuk mu, bahkan tak akan pernah kamu lupakan seumur hidupmu, sayang aku terlambat, tapi kalo aku kasih sekarang seperti nya menarik" Devan mengatakan itu dengan seringai yang sangat mengerikan.


"A a apa maksudmu? tolong jangan lakukan apapun lagi, aku benar-benar sidah sadar sekarang" Siska sangat ketakutan. Sedangkan di sudut ruangan Al hanya melihat nya dengan senyum mengejek tanpa mau ikut campur, baginya melihat Devan yang saat ini sangat puas dan dia yakin kelak Devan akan bisa melindungi sang kakak.


"Kenapa lo kaget? gue tau pekerjaan lo yang suka menjajakan diri lo demi barang branded, dan seperti nya gue rasa sepuluh laki laki tidak lah banyak, bukan begitu? " ucap Devan telak membuat Siska kian ketakutan...


"A aku mohon jangan, aku aku takut van, aku sudah berhenti van, ku mohon" Siska memohon dengan sangat seraya berlutut di depan Devan.


"Ah gue rasa kasihan saja sama mereka, lo dah kucel kayak gini, dan lihat diri lo, semakin menjijikkan saja, bau dan pasti banyak kuman sekarang... " ejek Devan.


"Ya kamu benar sekarang aku seperti ini, jadi aku mohon jangan berikan aku kepada mereka" lagi lagi Siska memohon dengan derai air matanya.

__ADS_1


"Dengar gue pastikan lo menderita disini, baik ketika nanti Naya sudah kembali baik baik saja, gue pastikan elo akan tetap disini dan bahkan gue sendiri yang akan memastikan lo tidak bisa kemana mana, ingat itu" desis Devan tajam dengan mencengkram erat dagu Siska kemudian dia hempaskan dengan kuat sehingga Siska terhuyung ke samping.


Setelah mengatakan itu, Devan bergegas keluar dan kembali berhenti di depan para penjaga.


"Jaga dia jangan sampai dia bisa kabur, dan ingat jika dia berusaha kabur cambuk saja, atau jika kalian ingin silahkan berbuat sesuka kalian" Devan mengatakan itu tanpa beban dan Al hanya mengangguk tanda memberi persetujuan.


******®


Setelah melakukan apa yang ada di hatinya, kini emosi Devan mulai mereda, hanya tinggal ke kosongan di hatinya. Devan ingin segera menyusul Naya namun dia urung kan mengingat isi surat dari Naya.


Devan saat ini juga sedang berfikir dengan keras di mana kira kira Naya pergi, karena tidak ada satupun yang mau memberi tahu dirinya sesuai permintaan Naya.


*Bersabarlah sayang, aku pasti bisa menemukan mu, dimana pun kamu berada, jangan pernah ragukan cintaku, karena aku mencintaimu tulus tanpa syarat apapun, dan karena hanya kamu yang aku mau, dulu, kini, hingga nanti, Naya aku merindukan mu sayang... *batin hati Devan.


******®


Hay hay jangan lupa dukungannya...


Salam....sayang ya 🤗🤗

__ADS_1


Buat mas Devan yang sabar ya, masih ada beberapa part lagi kok untuk kalian bertemu hehehehe 🤭🤗


__ADS_2