
Happy reading yess
******®
Setelah pertemuan yang hangat itu, dan akhirnya ditetapkan jika, pernikahan Senja dan Awan akan terjadi dua Minggu lagi, kini Awan tengah di sibukkan untuk menghendel banyak pekerjaan sebelum dia cuti. Bahkan, sekertaris baru yang di minta Langit, harus dia sendiri yang turun tangan.
Tok
Tok
"Masuk," jawab Langit, dari dalam.
"Permisi pak, sekertaris baru anda sudah datang," ucap Awan, dengan seringai misterius, saat dia sudah berada di ruangan Langit, bersama seorang gadis cantik.
Langit yang sejak tadi masih fokus pada kertas di depannya tanpa berniat melihat sama sekali, akhirnya mengangkat kepalanya saat mendengar ucapan Awan, dan.
Deg, deg, tatapan keduanya bertemu, untuk gadis di depannya segera bersikap biasa saja, tapi tidak bagi Langit, dia bahkan masih berusaha menormalkan ekspresi wajahnya yang syok. Sedangkan Awan, sang pelaku, diam diam mengulum senyum meski mendapatkan tatapan maut dari Langit.
__ADS_1
"Sialan, nih anak minta gue, getok kepalanya!" batin Langit geram.
"Rasain tuh, salah siapa nyuruh gue yang hendel, ya udah, kebetulan juga nih anak melamar disini, hihihi," batin Awan, terkikik geli.
Sedangkan sang gadis tadi, masih setia diam saja, dia hanya menunggu, untuk di persilahkan membuka suara. Tapi yang dia lihat malah sang bos dan asistennya, saling menatap dengan tatapan pembunuhan.
"Hem," gadis itu berdehem, agar kedua laki laki di dekatnya, segera sadar, bahwa ada dia juga di ruangan itu.
"Oh, silahkan perkenalkan diri kamu," ucap Langit sok datar, padahal siapa yang tau hatinya.
"Baiklah, nama saya Bulan Widya Lesmana, biasa di panggil Bulan, saya di-, ucapan bulan di potong oleh Langit.
"Baik bos," jawab Awan, masih dengan menahan senyum.
Akhirnya, dua orang itu berlalu keluar ruangan Langit. Sedangkan Langit, masih saja diam mematung dengan perasaan campur aduk nya. Di sini dia merasa sangat senang, akhirnya bisa dekat dengan dia, gadis yang diam diam, tanpa berbuat apa apa sudah bisa menguasai hatinya, tapi di sisi lain, Langit, dia harus menelan kekecewaan, karena Bulan, sudah memiliki kekasih.
"Gue bisa gila kalo begini, dekat tapi tak bisa di raih, sialan si Awan, ini pasti ulah dia!" gerutu Langit, dalam hati.
__ADS_1
Langit, akhirnya memilih untuk berdiri, memandang jauh ke dapan sana, di mana hanya ada rasa yang tak bisa dia ucapkan, tapi begitu menyiksa dirinya. Raga itu ada di dekatnya, raga itu begitu mudah dia jangkau namun, nyatanya raga itu jauh dari dirinya.
Rasa frustasi, kini membuat Langit, kehilangan konsentrasi. Bahkan, semua pekerjaan yang ada di hadapannya, hanya bisa dia lihat saja. Otaknya mendadak buntu, tanpa mau di ajak bekerja. Jerit kekesalan mewarnai ruangan itu, untung saja ruang yang dia tempati kedap suara.
Jika Langit, merasa tertekan, lain halnya dengan Bulan, gadis itu, malah biasa saja dan dengan santai nya dia bekerja. Sedangkan Awan, sang pelaku, kini tertawa terbahak-bahak, di dalam ruangannya.
"Rasain Lo, gimana enak kan, gue kerjain. Ini masih awal bro, masih banyak yang akan gue, lakuin buat Lo, kakak ipar tersayang dan terlaknat," ucap Awan, di sela sela tawanya.
"Gue harus segera nelfon tuan putri, pasti dia senang dengan keberhasilan gue," ucap Awan, lagi dan dengan segera dia menelepon Senja.
******®
Wes isengnya kalian ini.
Penasaran bagaimana bisa si Bulan, masuk ke Angkasa Grup?
Jawabnya besok😂😂
__ADS_1
Udah malam, saatnya bucan🤭
Bey readers ku tersayang, kalian istimewa 🥰🥰😍