Cinta Devan Untuk Naya

Cinta Devan Untuk Naya
12.Hukuman


__ADS_3

Happy reading yes...


******®


Setelah memberi hukuman yang Mila pikir sepadan, kini dia bersiap untuk kembali ke rumah sakit untuk menemani sang anak yang mungkin sudah mulai merasa bosan karena sudah satu minggu berada di rumah sakit.


"Assalamu'alaikum.... " sapa sang bunda saat dia membuka pintu kamar rawat anaknya.


"Waalaikumsalam " jawab Naya dan Tia secara bersama-sama.


"Bagaimana hari ini sayang... apa kamu merasa jauh lebih baik? " tanya sang bunda.


"Iya bun, Nay merasa lebih baik lagi dan Naya ingin segera pulang bun... " jawab Naya dengan wajah sendu nya.


"Sabar sayang... jika hasil pemeriksaan hari bagus kita akan pulang, kamu harus semangat ya sayang... " bunda coba memberi dukungan melihat anak nya mulai merasa bosan dan tidak nyaman.


"Ntar kalo udah di rumah aku akan sering aja si kembar main ke kamar mu, aku janji" hibur sang kakak ipar.


"Ah jadi kangen si kembar, apa lagi si manja Anin" kenang Naya karena memang si mungil Anin yang sering membuat nya kewalahan.


"Kamu tau dia semakin aktif sekarang, gak bisa diam, sudah merangkak sana sini, harus ekstra pengawasan, kalo si Aby mah kalem banget dia" Tia mencoba menceritakan tentang anak kembar nya agar Naya lupa dengan keadaannya.


"Benarkah... ah rasanya baru juga seminggu gak lihat kok udah banyak yang aku gak tau" keluh Naya.

__ADS_1


"Gimana aunty mau tau, aunty kerja kayak ikut penjajah saja, gak ingat waktu main sama si kembar" keluh Tia pura pura ngambek .


"Masak sih? hehehehe ya maaf" Naya memang tidak sadar jika selama ini dia selalu memforsir tenaga nya agar bisa melupakan rasa rindunya.


"Kebiasaan" rutuk Tia masih pura pura ngambek.


"Maaf ya hehehehe" Naya mulai bisa cengengesan, meski hati nya ngilu setiap kali ingat sang kekasih.


********®


Bunda yang kini hanya tinggal sendiri, melihat ke arah putri nya yang sedang tertidur setelah meminum obat. Sejenak di pandangi wajah sang anak dengan tatapan sendu.. Rasa bersalah kian merajai hatinya, di saat dia merasa gagal karena tidak bisa melindungi anaknya.


*Maafin bunda sayang, bunda tidak bisa menjaga mu, hingga kamu mengalami semua ini, seandainya bisa bunda pasti akan menggantikan apa yang kamu alami, sungguh bunda tidak sanggup melihat mu menangisi nasipmu, percayalah nak jika akan ada pelangi setelah badai*gumam bunda Mila dengan menggenggam erat tangan sang anak.


*Apa kau tau sayang... hari ini bunda jadi wanita yang sedikit kejam karena bunda khilaf melihat mu begini, bunda sudah menghukum dia orang yang sudah mencelakai mu nak*kenang bunda dengan kejadian beberapa waktu yang lalu.


"Hukuman untuk putri kalian adalah pengasingan. Ya saya rasa itu jauh lebih baik, dari pada saya memenjarakan nya, nama baik kalian akan jadi taruhannya" kata Mila terhenti, untuk melihat reaksi dari semua orang dan benar semua terlihat kaget dengan ucapan Mila.


"Nyonya bahkan di saat seperti ini anda masih memikirkan nama baik kami, sungguh kamu merasa rendah diri" ucap ayah dari Siska.


"Karena bagi saya hanya dia yang bersalah saja yang pantas mendapat hukumannya, dan untuk mu " sejenak bunda mila melihat me arah Siska. "Saya akan mengirim mu di pedalaman desa yang terletak di kota K, di sana kamu akan tinggal bersama seseorang kepercayaan saya, kamu akan tinggal tanpa penunjang apapun itu, tidak ada kemewahan, tidak ada yang, dan tidak ada kebebasan, kamu hanya boleh keluar rumah untuk bekerja di perkebunan dan tidak di perbolehkan kemana mana, saya rasa itu hukuman sekaligus pelajaran agar kamu bisa menghargai bagaimana susah nya mencari uang, bukan hanya jadi p*****r saja"ucap Mila dengan nada sinis.


Lagi lagi semua tercengang dengan perkataan Mila, sungguh mereka tidak ada yang berfikir jauh sampai sana.

__ADS_1


"Dan hukuman mu akan terus berjalan sampai anak saya kembali bisa berjalan dengan baik lagi" lanjut bunda Mila setelah terdiam beberapa menit.


"Baiklah saya rasa apa yang di katakan oleh istri saya ada benar nya, dan saya menyetujui semua yang dia katakan" sela Ivan pada akhirnya yang sejak tadi milih diam saja.


Akhirnya Siska benar benar dikirim ke kota K dengan pengawalan penuh, bahkan Siska di bawa ke sana dalam keadaan tidak sadar, semua di lakukan agar Siska tidak tau jalan keluar dari desa terpencil itu.


Flashback off.


*Huft semoga hukuman ku benar*sekali lagi Mila bergumam.


******®


Di sisi lain rumah sakit, Al tengah tergesa-gesa karena mendapat telfon dari sang ayah untuk bergantian menjaga sang kakak, karena bunda harus pulang dan mempersiapkan sesuatu untuk Naya nantinya.


Meski terkesan santai namun tetap saja aura dingin Al dapat di rasa di sekitar nya. Banyak orang yang mencuri curi pandang ke arahnya namun tak ada yang berani untuk menyapa nya. Hingga tiba tiba..


Bug


"Akh...


" Ada apa ya.... hehehehe mau tau? penasaran?


Ikuti terus ya, jangan lupa dukungannya dengan cara yang teramat mudah tanpa harus beli koin segala lho. Aku hanya minta like, komen, hadiah, vote dan bintang nya dari kalian serta tap love dan bagikan ke teman kalian.

__ADS_1


Love sekebon bawang....


😍😍😘


__ADS_2