Cinta Devan Untuk Naya

Cinta Devan Untuk Naya
37. Honeymoon 1


__ADS_3

Happy reading yess....


Pagi menjelang, sepasang kelopak mata mulai terbuka dan hal pertama yang dia lihat adalah cintanya. Bibir itu tertarik membentuk sebuah lekungan indah saat memandang wajah ayu di di depannya.


Dalam diam netra itu terus mengamati setiap inci wajah di depannya, mulai dari alis, hidung, dan terakhir pada bibir indah yang selalu nampak menggoda. Dengan perlahan, ia dekatkan bibirnya untuk menyapa bibir di depannya.


Kecupan hangat itu nyatanya mampu membangun kan sepasang netra cantik yang perlahan mengerjap di iringi dengan semburat merah di kedua pipinya.


"Pagi sayang, " sapa Devan dengan senyuman menghiasi wajahnya.


"Pagi mas, sudah bangun sejak tadi? " tanyanya dengan pipi yang sedikit merona mengingat ciuman barusan.


"Kira kira sepuluh menit yang lalu. " menjawab dengan senyum, "bagun kita sholat yuk. " ajak Devan.


"Ah iya ayo mas, " jawab Naya dengan senang hati.


Akhirnya dengan cekatan Devan menggendong Naya menuju kamar mandi, setelah memastikan Naya bisa mengambil air wudhu dengan benar, Devan keluar dan mengambilkan tongkat untuk membantu Naya berjalan nantinya.


Persiapan mereka untuk pergi bulan madu sudah di siapkan semua oleh orang tua mereka. Sedangkan Naya dan Devan hanya bersiap untuk diri sendiri.


"Kami berangkat dulu semua, " pamit Devan kepada seluruh anggota keluarga.


"Hati hati nak, jika sudah sampai kabari ki ya," ayah yang menjawab mewakili semuanya.


"Iya yah, pasti kami akan mengabari kalian semua, baiklah kami pamit, Assalamu'alaikum, " pamit Devan dan juga Naya.


"Iya waalaikumsalam," jawab semuanya dengan kompak.

__ADS_1


*****ยฎ


Mereka sampai pada hari menjelang malam, mengingat tadi mereka berangkat memang sudah siang. Saat memasuki hotel tempat mereka menginap, kedua nya dibuat kagum dengan kemewahan yang sudah Dika berikan.


"Ya Allah mas, ini kamar benar benar indah. Apalagi tempatnya dekat sekali dengan menara Eiffel. " Naya berucap dengan kagum.


"Iya sayang, sepertinya Dika benar benar menyiapkan semuanya untuk kita, " Devan juga sependapat dengan Naya.


"Kemarin waktu aku kesini, kan tinggal di rumah ayah yang ada di sini, jadi kita tidak menyewa hotel. Dan ini ah aku jadi terharu mas sama semua ini, " Naya masih saja merasa tidak pantas mendapat semua ini, dia memang anak orang kaya, namun dia jarang menggunakan fasilitas berlebihan seperti ini.


"Rejeki kita sayang, sudah jangan di bahas lagi. Lebih baik kamu segera membersihkan diri, rasanya pasti sudah gerah kan? " tanya Devan dengan lembut.


"Ah iya mas, kamu benar. Aku sudah merasa sangat gerah dan lelah, " jawab Naya. "ingin sekali mandi dan segera istirahat," lanjutnya lagi.


"Ya sudah ayo mas bantu, " dengan cekatan Devan menggendong Naya membawa ke kamar mandi. Tak lupa Devan menyiapkan air hangat yang diberi aroma terapi dan juga aroma bunga lili kesukaan Naya.


"Sendiri saja mas. " jawab Naya dengan cepat dan menahan malu.


"Hem oke, mas keluar ya. Nanti kalo sudah panggil mas, " setelah mengatakan itu, Devan akhirnya menunggu di luar.


Makan malam yang sangat spesial, dengan menu yang bahkan sudah tersedia meskipun mereka belum memesannya. Mereka yang sempat bingung akhirnya bertanya kepada pelayan dan jawaban pelayanan adalah itu semua sudah satu paket pemesanan dari orang memesannya.


Baik Naya maupun Devan saling pandang. Itu artinya semua nya sudah di siapkan dengan sangat matang oleh Dika, bahkan sampai urusan makan saja sudah di atur.


"Wau luar biasa, teman mu memang sempurna yank, " puji Devan dengan kagum meski di hatinya terselip rasa cemburu.


"Iya memang semuanya sudah dia atur, dan tugas kita menikmati saja. " jawab Naya yang sepertinya paham akan keresahan suaminya.

__ADS_1


"Hem ya kamu benar, " gumam Devan.


"Sssttt jangan berfikiran aneh aneh, seperti yang mas bilang ini adalah rejeki kita. Sudah kita nikmati saja dan sebaiknya kita bahagia dengan ini. " Naya menenangkan dengan usapan lembut di tangan Devan.


"Baiklah mari kita nikmati semua ini selama satu minggu penuh. " Devan berkata demgam semangat.


"Hahahaha ada ada saja kamu ini mas, " Naya menggeleng tidak percaya melihat tingkah suaminya yang mengatakannya dengan tangan yang ia angkat ke udara.


Mereka menikmati hari pertama bulan madu dengan bahagia. Sungguh mereka sangat bersyukur dengan segala yang telah Allah kasih kepada mereka.


Ujian yang pernah mereka alami, mereka jadikan pengalaman berharga untuk masa depan. Kini keduanya tengah bersiap mengarungi bahtera rumah tangga yang sesungguhnya.


Perjalan yang tidak mudah namun juga tidak sulit, tergantung bagaimana mereka menyikapi setiap masalah yang ada nantinya.


Cinta adalah hal utama agar kapal tidak karam di terpa ombak nantinya. Keteguhan hati dan kekuatan cinta yang harus selalu mereka pegang dalam setiap perjalan hidup.


******ยฎ


Maaf telat up ๐Ÿ™๐Ÿ™


Entah setiap senin, selasa, rabu, saya seperti keteteran membagi waktu antara dunia nyata dan dunia halu, hehehe.


Tapi percayalah bagi kami penulis update cerita setiap hari adalah keinginan kami, namun terkadang ada hal lain yang tidak bisa kamu sampai kan.


Jadi mohon dukungannya selalu, dan tetap bertahan, meski kadang telat update nya ๐Ÿ˜Š


Salam sayang untuk kalian semua ๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—dan terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2