
Maaf telat up nya..
Oke happy reading yes..
******®
Pagi menjelang terasa mencekam, di sebuah bangunan lebih seperti gudang, seorang gadis muda seusia Naya tengah meringkuk di dinginnya lantai tanpa alas, dia merasa asing dengan tempat tersebut dan merasa sangat takut.
Dalam kesendirian nya dia mendengar derap kaki melangkah semakin mendekat, membuat nya semakin takut saja. Tak lama pintu terbuka dan..
"Bangunlah dan buka matamu, lihat saya sekarang.. " ucap seseorang tersebut dengan nada lembut namun penuh dengan penekanan.
Akhirnya gadis belia tersebut membuka mata dan melihat siapa yang ada di depannya.
"Apa kamu tau siapa saya? " tanya seseorang dengan nada dingin nya meski suaranya terdengar lembut.
"Sa sa saya tau " jawab gadis belia itu dengan gugup.
"Bagus, lalu apa kamu tau kesalahan mu, sehingga kamu ada di ruangan eksekusi ini? " tanya lagi.
"Ma ma maafkan aku " dengan terbata dia meminta maaf.
"Apa maaf.... wah mudah sekali kamu meminta maaf setelah kamu buat anak saya menderita, apa salah dia kepada mu? Anak ku adalah orang yang selalu baik kepada siapapun lalu atas dasar apa kau membenci nya? bukankah kamu dulu yang sudah memfitnah anakku? apa kamu lupa siapa dulu yang menyelamatkan mu dari gilanya hukuman anakku? " tanya Mila bertubi-tubi, ya seseorang itu adalah Mila.
__ADS_1
Sedangkan Ivan, Zian dan Al hanya melihat saja, mereka semakin tercengang melihat aura menakutkan dari sang dewi di keluarga Angkasa.
"Sa sa ya tidak suka dengan anak mu, dia terlalu bersinar dan sok baik, aku benci anak mu karena dia, Devan sama sekali tidak melihat ku, aku benci ya benci dengan anak manja mu itu" ungkap Siska pada akhirnya.
"Wuah... mulutmu sungguh perlu mendapatkan pelajaran, apa tamparan cukup untuk mulut kotor mu itu, atau sulam bibir agar semakin besar bibirmu itu" Mila malah menanggapi dengan santai.
"Aku tidak takut" entah keberanian dari mana, kini Siska bahkan sudah tidak gugup lagi, dan dengan bahasa yang lebih menantang.
"Oh berani menantang rupanya, oke apa setelah ini kamu masih berani berbicara... " senyum misterius terlihat dari Mila.
"Apa maksud anda" tanya Siska tak gentar.
"Lihatlah saja... " kata Mila santai dan memilih duduk dengan suaminya.
Tak lama sepasang orang tua masuk kedalam ruangan Siska di tahan. Dan betapa kagetnya dia melihat orang tuanya ada di sana.
"Tidak nyonya, kita tidak tau, ada apa dengan anak kami? apa kesalahan nya? " tanya sang ayah dengan gugup, pasalnya mereka tau siapa orang yang berada di depan matanya saat ini.
"Lihatlah... " bukanya menjelaskan Mila malah dengan santai memberikan foto foto yang langsung membuat kedua orang tua itu menangis dan menunduk malu.
"Kenapa kamu lakukan ini nak? apa salah kami? selama ini kami selalu berusaha memberikan apa yang kamu minta, kami selalu mengupayakan yang terbaik untuk mu, tapi apa yang kamu lakukan? kenapa nak kenapa? " tanya sang ayah dengan nada putus asa, sedangkan sang ibu hanya bisa menangis saja.
"Aku tidak, pah itu tidak benar" sangkal sang anak.
__ADS_1
Plak...
Tamparan keras melayang di pipinya, bukan dari sang ayah atau Mila tapi dari sang ibu.
"Sudah salah masih berani membela diri, anak macam apa kau ini, apa kau sudah tidak menganggap kami lagi, kenapa kau jadi pela**r hanya demi kemewahan, mamah kecewa denganmu dan sekarang apa kau melahirkan menambahi dengan mencelakai putri mereka? apa kau tau karena dana dari keluarga Angkasa lah papah mu masih bisa menjalankan perusahaan nya, kau sekarang apa? apa hah? " dengan emosi yang luar biasa sang ibu meluapkan nya di depan anaknya.
"Kenapa nak? selama ini ayah selalu membelamu, selalu menuruti keinginan mu, kenapa kau balas semua dengan rasa malu yang teramat nak, kenapa nak? " tanya ayah pilu, karena selama ini dialah yang selalu memanjakan Siska.
"Maaf pah, maafkan aku" akhirnya tangis Siska pecah.
"Sudah sudah jangan malah bermain drama seperti ini, kalian saya bawa kesini bukan untuk bermain drama" Sela ayah Ivan yang sejak tadi diam saja.
"Baiklah saya rasa sudah cukup waktu kalian untuk berbicara, saatnya hukuman untuk putri kalian" lanjut Ivan dengan nada dinginnya.
"Maaf Pak bu jika saya harus memberi hukuman ini kepada anak kalian, saya harap kalian menerima keputusan yang sudah saya ambil" kata Mila dengan lebih baik kepada kedua orang tua Siska.
"Baiklah Nyonya kami akan menerima nya" kata mamah Siska dengan pasrah.
"Hukuman anak kalian....
*****®
Apa hayo? siapa yang bisa nebak?
__ADS_1
Jangan lupa like komen hadiah dan vote serta bintang lima nya ya, biar aku semangat lagi nulisnya.
Oke salam sayang sekebon bawang... love love pokok e 😀😀😘😍🙏