
Happy reading all
*******®
Setelah puas seharian kemarin mereka bersama kini mereka sedang perjalanan menuju bandara untuk mengantar Devan ke kota P guna menyelesaikan tugasnya.
Selama perjalanan baik Naya ataupun Devan tidak ada yang mau memulai obrolan, keduanya larut dalam pikiran masing masing. Naya hanya sesekali menghembuskan nafasnya kasar, dan Devan hanya mengusap tangan yang dengan setia melingkar di lengannya.
Hingga mobil yang membawa mereka hampir sampai di bandara barulah Devan membuka obrolan.
"Sayang... " panggil Devan lembut.
"Hay Nay, hay.... " ulang Devan lagi karena belum mendapatkan jawaban, sedangkan Naya masih dengan lamunannya, hingga usapan lembut di pipinya barulah dia sadar.
"Emmm ada apa kak? " tanya Naya dengan nada pelan dan sendu.
"Eh jangan sedih sayang, hay lihat aku sini" Devan mengarahkan wajah Naya agar mau melihat kearahnya, kini tatapan mereka bertemu dan detik itu juga Devan dapat melihat mata sangat kekasih yang berkaca kaca.
"Sssttt jangan nangis sayang, kakak akan berusaha lebih cepat dan doakan saja agar kakak bisa dengan cepat menyelesaikan nya dan segera kembali, kamu mau kan....? " ungkap Devan dengan nada yang halus dan menyeka air mata yang perlahan keluar dari mata Naya.
"Iya kak, Naya akan berusaha kuat demi kita, maaf jika Naya terkesan cengeng dan manja" aku Naya yang merasa dirinya memang masih manja.
"Tidak kok yank, bagiku sikapmu ini sungguh menggemaskan, aku senang kamu manja denganku artinya aku berarti buatmu" jawab Devan dengan senyum cerahnya meski tak dapat di pungkiri jika hatinya juga sedih dengan perpisahan sementara ini.
__ADS_1
"Maaf kak, aku memang manja, dan beginilah sikapku, karena terbiasa di manja sejak kecil, apa kakak tidak merasa risih? jika nanti disana kakak bertemu dengan wanita mandiri apa kakak akan meninggalkan dan melupakan ku? " tanya Naya khawatir dan ternyata sejak tadi dia berfikir kesana.
Tuk.
"Auh.. sakit kak" rengek Naya.
"Salah siapa, lagian mikirnya kejauhan, aku tidak pernah merasa risih atau malu dengan sikapmu justru aku senang, dan aku pasti kan tidak akan terjadi, justru kamu yang aku khawatir kan, nanti siapa yang bakal manjain kamu lagi" Devan setengah meledek bermaksud mencairkan suasana dan tak lupa mengusap kening Naya yang tadi dia sentil.
"Hehehehehe kan ada ayah, kak Zian dan Si gunung es Allah" jawab Naya asal.
"Eh jangan sayank, kasian ayah harus manjain kamu sama bunda, begitu juga sama kak zian apalagi sekarang sudah ada si kembar juga, kalo sama Al yakin dia mau? " goda Devan.
"Aih iya ya,,, kalo sama si gunung es pasti ribut dulu, mangkanya kak cepet balik ya" rengek Naya lagi.
"Iya sayank iya, sama sama berjuang ya" jawab Devan menenangkan dan di balas anggukan oleh Naya.
*******®
"Yank aku pamit ya, ingat pesanku kemarin, dan ingat jangan menangis lagi, karena aku tidak bisa menghapus air matamu sementara waktu" Devan mengingat kan Naya lagi, meski nihil karena pada akhirnya Naya tetap menangis melihat jam yang sebentar lagi akan membawa mereka untuk berpisah beberpa waktu.
"I I iya kak, Nay bakalan ingat terus, maaf ini air mata gak mau berheti" jawab Naya dengan sesegukan, membuat Devan semakin tidak tega saja namun mau bagaimana lagi, karena ini sudah menjadi tekatnya.
"Aku pergi ya sayank... ingat jangan nangis, beri kakak senyum termanisnya ya, I love you sayank... cup" Kata perpisahan yang akhirnya keluar dari Devan karena memang sudah waktunya dan memberi kecupan sayank di kening Naya.
__ADS_1
"Iya kak hati hati disana, jangan lupa makan dan tetap jaga kesehatan, Naya sayang sama kakak dan I love you too kak, cup" jawab Naya dan membalas kecupan Devan di pipinya.
"Assalamu'alaikum sayank... " pamit Devan terkahir kalinya dengan mengusap pucuk kepala Naya dan perlahan berjalan mundur.
"Waalaikumsalam yank... hati hati... " Naya melambaikan tangan ke arah Devan yang berjalan mundur dengan perlahan dan kemudian berbalik.
"Kak Dev..... cepat pulang" lirih Naya setelah tak dapat melihat Devan lagi.
Naya masih saja mematung, hingga suara sangat sopir membuyarkan lamunannya.
"Non ayo pulang... " kata pak sopir.
"Iya Pak" jawab singkat Naya.
*Aku janji kak, akan selalu ingat dengan semua ucapan ka Dev waktu itu, selamat berjuang kak, semoga kita bisa bersama setelah ini, aamiin*doa Naya dalam hati.
******®
Hayo siapa yang penasaran akan pesan dari Devan?
Yang sabar nunggu ya, eit tapi jika like, komen, hadiah dan vote kalian banyak, pasti cepet up nya.
Love love sekebun bawang ya, karena episode episode berikut nya bakalan mengandung banyak bawang, bahkan lebih banyak dari sang ayah dan sang kakak hehehe.
__ADS_1
Oke terimakasih.
😍😍😘😘🌷