Cinta Si Pria Arrogant

Cinta Si Pria Arrogant
Aku harus memastikannya


__ADS_3

Selama di perjalanan, Emily tiba-tiba termenung dan hampir saja ia menyerempet pengguna jalan yang akan menyebrang di penyebrangan pejalan kaki, Zahla terkejut bukan main, ia benar-benar syok, bunyi rem yang berdecit memekikkan telinga juga membuat siapapun yang mendengarnya akan terkejut berbarengan dengan debaran jantung yang tidak karuan.


''Emily.. kau kenapa?'' tanya Zahla karena terkejut.


''Maaf kakak ipar, maaf. Ada sesuatu yang mengganggu pikiran ku.''


''Ya sudah ayo kita lanjutkan perjalanan nya, di apartemen nanti kau bisa ceritakan pada ku.''


mereka melanjutkan perjalanan dan hanya butuh waktu lima menit akhir merekapun sampai. Emily masih terdiam, ia masih mentelaah pikiran nya yang entah melayang kemana itu. Merasa penasaran, Zahla yang telah mengambil minuman dari dapur untuk mereka minum segera bertanya.


''Kamu kenapa Emily?'' tanya Zahla dengan lembut.


''Kak, kakak yang kenalkan nama ku pada wanita tadi?''


''Maksud mu, Marissa?'' Emily pun mengangguk.


''Tidak, memangnya kenapa? bukannya kalian sudah saling berkenalan tadi?''


''Lantas dia bisa tau nama ku dari mana?'' gumam Emily dalam hatinya. ''Emily?'' Zahla menggoncang lengan Emily karena lagi-lagi Emily larut dalam pikirannya.


''Ah ya sudah kak lupakan saja, aku lapar, apa kakak tidak mau memberikan aku makanan,'' rengek Emily dengan wajah yang di buat seolah-oleh bersedih.


Sungguh baru saja beberapa jam mereka bertemu untuk yang pertama kali nya, mereka sudah merasa dekat, Emily yang bersikap kekanak-kanakan dan Zahla yang memang bersikap dewasa dan bijaksana. Keduanya merasa akrab karena saling menganggap saudara sendiri, Emily yang memang tidak memiliki saudara perempuan begitu pun juga dengan Zahla.


Saat ini Zahla yang sedang memasak dan Emily yang menunggu masakan Zahla matang di meja makan, kedua tangannya memegang garpu dan sendok, merasa tidak sabar menyantap masakan kakak iparnya, ''makan..makan..makan..'' seru Emily bak anak kecil yang tidak sabar menunggu ibunya memasak untuknya.


Zahla tertawa kecil mendengar seruan Emily,''kau kekanak-kanakan sekali, Emily.''

__ADS_1


''Tidak mengapa kak, karena aku ingin merasakan menjadi adik kecil dari seorang kakak perempuan.'' Zahla pun hanya tersenyum menanggapinya.


sebuah mie yang di olah dengan berbagai jenis seafood di hidangkan oleh Zahla untuk Emily, mata biru Emily berbinar melihat makanan yang disajikan kakak iparnya, ''2 hari saja aku tinggal bersamamu, mungkin timbangan ku akan naik drastis.'' Ucap Emily yang langsung menyantap makanan nya.


''Apa kau tidak menyukainya?''Emily menggeleng dengan cepat menjawab pertanyaan Zahla, ''tidak kak bukan begitu, aku sudah lama menginginkan makanan berat seperti ini, tapi aku ragu karena takut berat badan ku akan naik, tapi mana bisa aku menahan nya jika penampilan dan baunya saja sudah menggoda ku.'' Emily menyantapnya kembali sampai habis tak tersisa.


Selepasnya Zahla membersihkan bekas makan Emily dan juga peralatan masak yang kotor, Zahla berpamitan pada Emily untuk membersihkan dirinya yang sudah lengket karena keringat, Emily menunggu Zahla sembari berleha-leha dengan ponselnya, tangan lentiknya berseluncur ke akun media sosial nya.


Namun tiba-tiba ia terkejut, badannya yang ia rebahkan di sofa sudah duduk dengan mata yang melebar. ''Marissa? ka Rissa.'' Ucap Emily setelah melihat sebuah foto jadul yang tersimpan di galeri media sosial nya.


''Ya dia ka Rissa, astaga kenapa aku bisa lupa. Tapi aku tau kenapa aku bisa tidak mengenali nya, penampilannya yang berbeda itulah sebabnya.''


''Tapi kenapa dia bisa kembali? dan apa dia tahu kalau kakak ipar adalah istri kak David, semoga tidak ada niat buruk di balik ini semua.'' Emily terus berbicara sendiri, ya dia baru menyadari kalau wanita yang baru saja ia temui adalah wanita yang berada di masa lalu David, penampilannya yang berbeda itulah penyebab dia tidak menyadari kalau wanita itu adalah Marisa mantan kekasih David yang dulu sempat juga dekat dengannya.


Di saat Emily termenung suara pintu yang terbuka membuat Emily langsung menoleh ke arah pintu masuk berada, ya dia adalah David, kakak nya. karena belum sepenuhnya sadar Emily hanya menatap kedatangan David dengan tatapan datar, pikirannya melayang entah kemana, apa dia akan mengatakannya pada David atau merahasiakannya? Emily pun belum dapat memutuskan itu.


''Kenapa kau menatapku seperti itu?''tanya David.


'' Iya, kakak kenapa menimpa wajahku dengan bantal?'' tanya balik Emily yang berusaha mengalihkan pembicaraan karena dia sendiri masih bingung untuk mengatakan kalau wanita yang ada di masa lalu David saat ini sedang dekat dengan istrinya.


''Ck, kemana kakak iparmu??''


''Sedang mandi mungkin, oh ya kak, aku menginap di sini ya, please.'' dengan wajah yang dibuat memohon dan mata yang berkedip karena berharap kalau dirinya bisa tidur bersama kakak iparnya.


namun ekspresi David seketika berubah dan langsung menolaknya dengan mentah-mentah.'' Tidak!'' Emily menekuk wajahnya bersedih karena David tidak memperbolehkan nya, tapi wajah lesunya tidak bertahan lama karena Zahla yang datang dan langsung menyambar pembicaraan antara dirinya dengan David.


''Boleh, kenapa tidak,'' sambar Zahla. Raut wajah Emily seketika berubah senang karena merasa menang dari David.

__ADS_1


''Tapi honey-''


''Tapi apa David? kita kan punya kamar tidur lainnya kan,''


''Ah ya benar, kau tidur di kamar tamu.'' Ucap David.


''Bukan Emily yang tidur di sana,''


''Lalu siapa?''


''Kamu atau kami,'' sahut Zahla dengan entengnya, David menghela dengan pasrah, ia tidak mungkin menolak ucapan Zahla istri yang di cintai nya.


''Yeaayyyyy, malam ini aku tidur dengan kakak ipar,'' seru Emily dengan suara riang nya.


''Hanya untuk malam ini,'' bisik David ke telinga Emily sembari berlalu untuk membersihkan dirinya.


''Si Otong harus puasa untuk malam ini, ini semua karena si gadis konyol itu,'' gumam David dengan murung.


Malam semakin larut Zahla sudah tertidur pulas di samping Emily yang masih terjaga dari tidurnya, ia memikirkan bagaimana caranya untuk bisa berbicara langsung pada Marissa, apa tujuan dia kembali ke kehidupan David yang baru.


Matanya melirik ke arah ponsel Zahla yang tergeletak di atas nakas, iya bangun dari kasur tanpa membuat gerakan sedikitpun ataupun suara yang dapat membangunkan kakak iparnya.


Diam-diam Emily mengambil kontak Marissa dan mengirimkan pesan melalui ponsel miliknya lalu mengembalikan kembali ponsel milik Zahla ke tempat semula.


'hai kak, ini nomor aku Emily adik ipar dari Zahla. masih ingat aku kan yang tadi siang, oh ya kak, bisa minta waktunya sebentar kebetulan aku ingin banyak tahu perihal bisnis yang saat ini kakak jalani, siang nanti Aku harap kakak mau menemuiku di cafe kenanga tidak jauh dari klinik tadi,'


itulah isi pesan dari Emily yang sedikit panjang untuk meminta Marissa agar menemuinya di tempat yang sudah tertera.

__ADS_1


__ADS_2