Cinta Si Pria Arrogant

Cinta Si Pria Arrogant
First kiss Zahla


__ADS_3

Suara dentuman musik memenuhi sebuah ruangan yang banyak orang berjoget ria seirama dengan musik yang di mainkan oleh seorang DJ di atas sana.


Langkah kaki seorang pria yang terlihat putus asa langsung tertuju pada sebuah kursi yang langsung menghadap ke meja bar.


''Beri aku seperti biasa,'' ucapnya pada bartender yang ahli di bidangnya.


''Kau sudah lama tidak kemari?'' tanya bartender itu yang seperti sudah mengenalnya.


''Sudah jangan banyak tanya, berikan saja.'' Sahutnya yang langsung merebut lalu menenggak sebuah minuman berwarna bening di gelas kaca yang berukuran sangat kecil yang baru saja di tuang oleh bartender.


''Sebaiknya jangan terlalu banyak, karena kau akan membuat keributan seperti biasa.'' Usul bartender itu memperingati nya.


Namun orang itu yang ternyata adalah Kevin, si keras kepala ke dua setelah David, tidak sama sekali menghiraukan perkataan bartender itu.


Namun saat sudah menenggak beberapa gelas bir, seseorang menyeretnya kesebuah ruangan dengan kasar, dan itu tidak sama sekali mengganggu pengunjung sana.


Bruugghhh seseorang itu melempar Kevin sampai Kevin terpental ke sebuah sofa yang ada di ruangan tersebut, dengan mata yang sayu karena sudah setengah mabuk, Kevin menatap orang yang menyeretnya.


''Kau? kau kesini?'' tanya nya dengan suara yang tidak terlalu jelas.


''Cih, penghianat! dengan tenang kau duduk dengan menenggak minuman seperti seorang pecundang,'' makinya dengan sarkas.


David, ya dia adalah David Guetta Carroll sahabat dari Kevin korban penghianatan nya.


''Ck, David. Terserah apa yang kau katakan pada ku, tapi yang sebenernya terjadi bukanlah seperti itu,'' belanya yang sudah setengah sadar.


''Aku tidak peduli itu, penghianat tetaplah penghianat, dan pecundang tetaplah menjadi seorang pecundang! tapi, apa kau tidak pernah berpikir kalau orang yang sejak dulu bersama mu bisa kau percayai.'' Ujar David dengan tegas dan tatapan tajam yang menusuk.


Seketika Kevin menangis dengan lirih, dalam tangisnya ia menyebut kata 'maaf' dan menyebutkan nama seseorang yang tidak terlalu jelas terdengar ke telinga David.


''Siapa? nama siapa itu?'' tanya David.


''Carrisa,'' alis David mengernyit, merasa sangat asing dengan nama yang di sebutkan Kevin.


''Siapa itu?''


''Adik sepupu kecil ku, anak dari bibi ku yang telah lama hilang entah kemana sehingga membuat bibi ku meninggal karena sedih kehilangan anaknya.''

__ADS_1


''Dan karena itulah, aku sampai mengorbankan persahabatan kita, hanya demi mengetahui keberadaan adikku, tapi-'' tangis Kevin pecah lagi sehingga cerita nya pun terjeda sesaat.


David mengambil posisi duduk nya dengan nyaman menunggu kelanjutan cerita dari Kevin dengan sabarnya.


Dan tiba-tiba. ''TAPI SI TUA BANGKA ITU HANYA MEMPERMAINKAN KU!!!'' emosi Kevin tiba-tiba tidak terkontrol, ia berteriak meluapkan apa yang saat ini ia rasakan.


David tetap diam dengan tatapan seriusnya menatap ke arah Kevin. ''Maafkan aku, David. Karena aku kau kehilangan salasatu aset mu dan karena aku juga, Zahla sampai menjadi korban. Aku benar-benar tidak lagi memiliki wajah untuk berhadapan langsung dengan kalian. Terutama dengan paman Daniel yang sudah menganggap ku seperti anaknya sendiri.'' Ujar Kevin panjang lebar.


David memutar matanya, iapun beranjak dari duduknya dan menuju sebuah lemari es dan mengambil sesuatu dari sana.


Cetakkk


David membuka sebuah minuman kaleng yang tersimpan di dalam lemari es lalu menenggaknya setengah.


''Gunakan akal sehat mu, dan balas itu dengan cara yang sedikit licik, aku akan membantu mu menemukan adik mu.'' David pun melangkah ingin pergi dari ruangan itu, namun saat kakinya akan melangkah keluar dari pintu, ia berhenti sejenak dan berkata.


''Tapi ingat, aku belum memaafkan mu atas penghianatan mu itu.'' Ucapnya sebagai penutup dan berlalu pergi dari sana meninggalkan Kevin seorang diri di ruangan private itu.


***


Di sebuah kamar, seorang gadis sedang berusaha mengikat tali bajunya ke belakang, namun terasa sangat sulit karena lukanya yang masih terasa nyeri jika ia menggerakkan tangannya ke belakang karena luka yang terletak di tulang rusuknya.


''Selesai,'' ucapnya.


''Tuan bos,'' lirih Zahla dengan wajah yang memerah.


''Sudah ku katakan, buang kata Tuan bos itu dan panggil nama ku,''


''Aku tidak bisa,''


''Bisa, kemarin bisa,''


''Ituuu-''


''Ssstttt'' jari panjang David mendarat ke bibir mungil Zahla menghentikan apa yang akan di katakan Zahla, mata keduanya saling menatap dalam keheningan.


Dan entah sejak kapan bibir keduanya saling bertautan satu sama lain, tentu nya dengan David yang lebih dominan memainkan peran nya sebagai pemandu di kegiatan itu, dan ketahuilah ini adalah kali pertama atau first kiss nya Zahla dan tentu Zahla masih kaku.

__ADS_1


Semula Zahla memang berontak, namun karena David terus menuntun nya, perlahan pun Zahla bisa menyeimbangi permainan David yang bermain dengan sangat lembut.


Dari mula ******* bibir mungil milik Zahla sampai berani memasukkan indra pengecap nya ke dalam rongga mulut Zahla yang terasa hangat itu.


Karena terbuai nya dalam perasaan nyaman di kegiatan barunya itu, mereka sampai tidak menyadari kalau seseorang sudah berdiri di ambang pintu dengan memasang wajah yang datar dengan tangan yang di lipat di atas perutnya.


Kepalanya menggeleng melihat David yang begitu berani berbuat seperti itu, ya dia adalah Daniel, Daniel yang tidak sengaja lewat dan melihat pintu kamar Zahla yang sedikit terbuka itu akhirnya melihat anak lelakinya berbuat yang membuat nya harus terpaksa menyaksikan nya.


David terus mengabsen inci demi inci isi dalam mulut sampai Zahla pun tidak bisa lagi bernafas karena memang sedari tadi ia kualahan menahan nafasnya.


David yang menyadari bahwa Zahla hampir kehabisan nafasnya, dengan terpaksa mengakhiri kegiatan manis itu, menatapnya dengan lembut dan membersihkan sekitaran bibir Zahla dari sisah kegiatan manis itu dengan ibu jarinya.


''Bernafaslah, jangan membahayakan dirimu karena aku,'' ucapnya dengan begitu lembut nya.


Wajah Zahla sudah seperti kepiting rebus, merah karena malu atas apa yang di ucapkan David.


''Kau! ini kan ciuman pertama ku!'' ucapnya tanpa sengaja karena sudah terlanjur malu.


Bibir David melengkung berbentuk bulan sabit, merasa bangga karena dialah pria yang pertama kali menikmati bibir mungil itu.


''Aku tau,'' sahut David.


Saat David akan mengatakan sesuatu, getaran ponsel nya terasa dan membuat nya berdecak kesal tapi ia lihat juga siapa yang mengganggu waktu nya bersama Zahla.


Daddy ia calling 📲


Alis David mengernyit, dan menjawabnya dengan malas.


''Hemm,''


''Ke ruangan Daddy sekarang juga,'' perintah nya dengan tegas.


''Ada apa?'' tanya David dengan juteknya.


''Jangan banyak tanya, dan ajak juga gadis itu.'' dan tapa mengucapkan apapun lagi, Daniel pun memutus sambungan telepon itu menyisakan banyak tanya pada diri David.


''Ada apa?'' tanya Zahla yang merasa heran dengan expresi wajah David.

__ADS_1


''Kita di panggil Daddy di ruangan nya,'' jawab David dengan singkat.


__ADS_2