Cinta Si Pria Arrogant

Cinta Si Pria Arrogant
Meminta Restu langsung


__ADS_3

''Kau?'' keduanya berbicara berbarengan setelah melihat satu sama lain siapa yang bertabrakan dengan nya.


''Hai Kevin, kau disini?'' tanya orang yang di tabrak Kevin.


''Emmm, ya. Ada pekerjaan yang harus aku lakukan,'' jawab Kevin dengan wajah datarnya.


''Apa kau akan tinggal sementara di hotel ini?'' Kevin pun mengangguk.


''Kebetulan, aku juga tinggal disini. Emmm bagaimana kalau kita berbincang sebentar di sana,'' tunjuk orang itu ke arah sofa panjang yang terletak di sudut lobby hotel.


''Maaf Ra, aku lelah sekali, mungkin lain kali,'' tolak Kevin tanpa sungkan, ya dia adalah Tiara yang memang menetap di sana karena memang itu negara asalnya.


Mendengar penolakan Kevin, Tiara dapat memaklumi nya walaupun ada rasa kecewa karena hanya Kevin dan Kean lah yang bisa mendengarkan keluh kesahnya tetapi Kean yang juga ia percaya sudah menjauhinya tanpa ia tahu alasannya. Sebenarnya ada banyak yang ingin di bicarakan dengan Tiara pada Kevin tentang bagaimana kabar David dan Zahla, tapi Tiara tidak dapat memaksakan seorang Kevin yang dia sendiri tahu sifat dari pria itu.


''Baiklah, tidak apa-apa. Emmm ini kartu nama ku, di sana ada nomor ku yang ku gunakan disini, jika kau sempat hubungi aku ya, kita bisa minum kopi bersama.'' Ujar Tiara dan Kevin pun berlalu setelah menerima sebuah kartu kecil berwarna gold yang di berikan Tiara untuk nya.


Tiara yang masih berada di tempat nya hanya diam dengan memperhatikan langkah pria yang sudah baik dan memberikan kesadaran atas dirinya agar bisa lebih baik dari sebelumnya.


''Berkat kau aku bisa berusaha ikhlas, terima kasih Kevin.'' Gumam Tiara dan melanjutkan kembali langkahnya meninggalkan hotel tersebut untuk melakukan pemotretan lainnya.


Kevin yang baru saja sampai di kamar yang di pesankan untuk nya, segera membersihkan dirinya dan akan pergi untuk beristirahat sejenak. Tidak ada yang di pikirkan olehnya kecuali rasa bersalah pada adiknya yang harus pergi ke rumah mertuanya pertama kali setelah menikah dan itu tanpa dirinya, Kakak nya.


Kevin tipe orang yang konyol pada seseorang yang satu frekuensi dengannya tapi entah kenapa dia akan berubah menjadi pria yang dingin di depan orang-orang tertentu, seperti di depan Tiara. Tidak ada candaan maupun gurauan darinya sejak dulu pada wanita itu, yang ada dia hanya menunjukan sikap dan sifat lainnya di depan wanita semacam Tiara.


Setelah membersihkan dirinya dan berpakaian, Kevin sudah bersiap untuk merebahkan tubuh lelahnya namun sebelum itu ia terlebih dulu membereskan barang bawaan nya yang di letakan di atas ranjangnya, tapi saat dia akan mengambil jas miliknya sebuah kartu yang di terima dari Tiara terjatuh dan di ambil kembali. Hanya tatapan datar yang Kevin tunjukan saat melihat kartu nama itu, entah apa yang ada di pikirannya hanya dia yang tahu.

__ADS_1


''Menyebalkan. Aku pastikan aku akan melewati kesulitan lagi, aku tahu itu.'' Gumam Kevin, yang entah apa maksudnya.


***


Di sebuah mobil yang di kendarai oleh pangeran dari hati gadis yang bernama Zahla yang saat ini mereka sudah menjadi pasangan yang sah menurut dunia. Zahla merenung dengan pandangan yang ia buang ke luar kaca, David yang menyadari istrinya sedang memikirkan sesuatu berusaha menanyakannya.


''Ada apa, hmm?'' tanya David dengan lembut sembari tangannya mengusap sayang kepala Zahla.


''Aku ingin mengunjungi makam ibu.'' Ujar Zahla, ya entah kenapa ia sangat ingin kesana, walaupun ia belum pernah tahu sosok ibu kandungnya secara langsung dan hanya tahu dari sebuah potret, hatinya tetap ingin meminta restu langsung pada pusara sang ibu untuk kehidupan yang akan ia jalani selanjutnya setelah menjadi istri dari seseorang.


David tidak sama sekali merasa keberatan atas keinginan istrinya itu, tanpa menjawab ataupun mengatakan apapun, ia segera membelokan stir mobil nya ke arah lain. ''Kita mau kemana?'' tanya Zahla.


''Aku akan mengabulkan keinginan mu, honey.''


''Benarkah?'' David hanya mengangguk dan memberikan senyuman hangatnya.


Beberapa saat kemudian, tibalah mereka di sebuah komplek pemakaman, dengan tidak sabarnya, Zahla segera turun dari mobil dan berjalan cepat ke arah makam yang di rawat rapih itu. Tapi ada sesuatu hal yang aneh di sana, ada taburan mawar serta seikat bunga yang di letakan di atas gundukan tanah berumput itu.


''David?''


''Hmmm? ada apa?''


''Ada seseorang yang datang, tapi siapa?''


''Mungkin saja, Kevin.'' Tebak David.

__ADS_1


''Aahh iya, mungkin kakak yang kesini sebelum pergi.''


Zahla berjongkok di depan pusara sang ibu lalu mengucapkan banyak doa untuk arwah sang ibu, lalu setelah itu barulah ia meminta banyak restu dengan bersungguh-sungguh. ''Bu, walaupun aku tidak tahu kau seperti apa, tapi ku yakin kau sebenarnya wanita yang baik. Tolong berikan aku restu mu Bu, aku akan menjalani kehidupan yang sebenarnya.'' Setelah banyak mengucapkan doa juga meminta restu Zahla pun mengakhiri nya dan bangkit dari duduknya.


''Sudah?'' Zahla hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan menjauh tapi David tidak mengikuti langkahnya, ya David masih berdiri di depan pusara mendiang ibu mertuanya.


''Bu Nadia, berikan Restu mu untuk anak mu yang keras kepala itu, aku berjanji akan menjaga nya, kau tidak perlu merasa khawatir di surga sana, karena akan banyak orang yang ikut menjaga anak gadis mu juga. Dan perkenalkan aku David Guetta Carroll yang saat ini sudah menjadi suami dari Zahla juga menantu mu.''


Walaupun cara David berbeda dari banyak orang yang berkunjung ke makam orang yang telah berpulang, tapi tetap niat nya baik dan itupun dapat Zahla liat.


Dialah David, si pria arogan ke dua dari ayahnya, pria yang berambisi tinggi juga pemarah, tapi Zahla tahu ada sisi lembut pada pria itu yang tidak di sadari oleh dirinya sendiri.


Setelah selesai berkunjung ke tempat peristirahatan terakhir Nadia mendiang ibu dari Zahla. Merekapun pergi meninggalkan kompleks itu untuk segera menuju mansion utama keluarga Carroll.


Ya keluarga Carroll sudah menunggunya sejak tadi, terutama Devita yang begitu excited menanti kedatangan anak dan menantunya, sehingga apapun yang sudah di persiapkan masih terasa kurang di matanya.


'' Come on sayang, kita hanya kedatangan mereka bukan presiden ataupun raja dari segala raja.'' Ujar Daniel dengan kesal karena tingkah istrinya.


''Daniel, Daddy nya David. Bagi ku, mereka lebih dari apa yang kau sebutkan itu. Pokoknya tidak boleh ada yang kurang dari penyambutan ini.'' Keukeuh Devita.


Tiga wanita lainnya yang ikut menyaksikan perdebatan suami istri lanjut usia itu hanya diam tanpa bersuara karena memang itu sudah terbiasa terjadi dan itu tidak akan berlangsung lama karena selanjutnya ada adegan manis seperti biasa yang sering mereka tunjukkan.


''Mereka apa tidak sadar kalau sudah tidak muda lagi, bahkan sikap dan kebiasaannya tidak pernah berubah.'' Bisik Puspa pada Dinar yang ikut ke dalam acara penyambutan itu.


''Ya, kita lihat sebentar lagi, perdebatan mereka pasti berubah menjadi adegan yang memuakkan.'' Timpal Dinar.

__ADS_1


''Biarkan saja, karena itu seru.'' Timpal lainnya yang tidak lain adalah Linda.


__ADS_2