
Apakah Zahla sudah memaafkan kesalahan suami cerobohnya itu?? oh NO!! tentu tidak semudah itu, Merajuk nya wanita hamil itu berlanjut sampai ke kediaman mereka.
Sudah beberapa cara David lakukan untuk istrinya agar memaafkan nya, namun Zahla masih saja menekuk wajah manisnya. Sampai ketika waktu mereka merebahkan diri di ranjang besar karena memang sudah jam waktu untuk manusia hidup untuk tidur tetapi tidak bisa di sangka, David mendapatkan kejutan yang dia sendiri tidak dapat menebak nya dan membayangkan nya.
Sebuah bantal juga selimut melayang ke arahnya, dan membuat ia terjatuh ke sofa yang jaraknya tidak jauh dari ranjang mereka.
''Honey? apa maksudnya ini?'' tanya David dengan wajah memelas.
''Kau bisa tidur di luar kalau tidak mau tidur di sofa itu,'' jawab Zahla yang sudah merebahkan kepalanya di dua bantal yang di susun menjadi satu.
Mata David terbelalak, sungguh dia tidak menginginkan hukuman macam ini, tidur terpisah dari istrinya? ini mimpi buruk baginya!!
''Apa kau bersungguh-sungguh memberikan hukuman ini honey? bagaimana aku bisa tidur kalau tidak dengan mu,,'' lagi-lagi David berbicara dengan nada yang memelas demi mendapatkan keringanan hukuman namun, tidak! jangankan menyahut dengan ucapan, bergumam pun tidak sama sekali.
David membuang nafas panjang, ia pasrah akan hukuman itu, dan berharap hukuman ini membuat Zahla luluh untuk hari esok. Sebuah sofa yang hanya cukup untuk tubuh nya dan bantal juga selimut yang istrinya lemparkan untuk ia kenakan sebagai teman tidur nya malam ini.
''Entah aku bisa terlelap atau tidak,'' gumam keduanya dalam hati.
Keesokkan harinya, ketika mata David terbuka karena cahaya matahari yang masuk dari jendela, ia menoleh ke arah ranjang dan ternyata istri kecilnya sudah tidak ada di sana. David bangun dari sofa dengan tangan yang memegangi kepalanya yang terasa berat karena memang semalaman ia tidak bisa memejamkan matanya.
''Kepala ku sakit sekali, ya, aku ingat! karena saat fajar aku baru bisa memejamkan mata, ssstttt.'' David mendesis merasakan sakit di kepalanya.
David berjalan perlahan keluar kamar, sakit yang menyerang di area kepalanya membuat ia berjalan dengan tertatih, memanggil-manggil Zahla yang ternyata sedang berada di dapur.
__ADS_1
Mendengar David memanggilnya, Zahla pun menoleh ke arah dimana suaminya memanggil, wajah pucat suaminya membuat ia lupa akan masalah yang membuat ia merajuk.
''David? kau kenapa?'' tanya Zahla yang berdiri di depan suaminya. David tersenyum memegangi pipi gembul Zahla. ''Apa kau sudah tidak marah padaku?'' tanya David dengan suara parau.
''Tentu saja mass..sih-'' sahut Zahla yang seperti tertahan karena merasakan sesuatu yang panas di area pipinya, Zahla merabah tangan David yang ternyata rasa panas itu memang berasal dari tangan suaminya.
Tangannya berpindah dengan cepat ke dahi David, ya yang dia rasakan hanya ada rasa panas, apa David deman? rasa panik menyerang Zahla, ia segera menarik tangan David untuk duduk di sofa ruang tamu.
''Kau demam, David?''
''Entahlah,,''
''Apa karena tidur terpisah? ah tidak mungkin,, apa karena tidak terbiasa tidur di sofa?'' gumam Zahla berspekulasi sendiri.
***
Ya, Zahla yang mendapati suaminya demam langsung menghubungi ibu mertua nya yang kebetulan sedang pergi keluar negeri menemani suaminya dengan kata lain ayah mertuanya yang sedang melakukan perjalanan bisnis.
Devita yang tidak bisa menemui anak dan menantunya segera menghubungi keponakannya untuk memeriksa anak semata wayangnya, walaupun dia juga sangat khawatir atas kondisi David yang bahkan sangat jarang sekali sakit.
''Bagaimana kak? dengan keadaan David?'' tanya Zahla tanpa rasa sabar menunggu jawaban Davin.
''Tidak ada yang perlu di khawatirkan, dia hanya kelelahan karena memforsir diri dengan pekerjaannya, dan kau juga tidak perlu cemas begitu, pikirkan janin mu, karena tidak baik untuk mu dan juga calon anak mu.'' Ujar Davin yang langsung di fahami Zahla.
__ADS_1
Suara pintu terbuka mengalihkan perhatian keduanya, seorang pria berlarian ke arahnya dengan wajah yang cemas, ya dia adalah Kevin yang mendapatkan kabar kalau David sakit dari Devita yang menghubungi nya.
Ada apa dengan reaksi berlebihan Kevin terhadap kabar David yang sakit? ya tidak aneh dengan reaksi tersebut karena sudah bertahun-tahun mereka bersahabat, ini kali keduanya ia mendengar David sakit. Yang pertama David sakit saat masalah perusahaan yang hampir bangkrut dan membuat David jatuh sakit dan harus di larikan ke rumah sakit lalu di opname beberapa minggu.
''Bagaimana keadaan berandal itu?'' tanya Kevin dengan kedua orang yang ada di depannya.
''Kau ini, Tenang saja, adik ipar mu itu hanya kelelahan.'' Jawab Davin dan di angguki Zahla.
''Apa kau yakin hanya kelelahan? bukan karena pukulan ku kan?'' tanya Kevin lagi, ya reaksinya yang seperti itu bukan hanya khawatir, Kevin juga merasa bersalah karena telah memukul David dan mengira kalau sahabat nya itu sakit karena dirinya.
''Isshhh,, kau kira dia selemah itu,'' omel Zahla.
***
Kesehatan David berangsur membaik karena campur tangan istri nya yang terus merawatnya, dan hari ini David pun sudah beraktivitas seperti biasa nya dengan Zahla yang juga sudah kembali bekerja walaupun David telah melarangnya.
Zahla di sibukkan dengan tim yang bekerja sebagai pengembang aplikasi yang David buat sendiri, aplikasi tersebut sukses karena kerja sama mereka dan merambah ke beberapa negara dan berkembang pesat.
Permintaan aplikasi yang bekerja sebagai pengamanan semakin banyak peminatnya dan membuat mereka sibuk dengan urusannya masing-masing. David yang terus saja melakukan pertemuan dengan para kompetitor dan calon rekan bisnis nya.
Dan begitu juga Zahla yang turut andil dalam mempromosikan produk yang mereka geluti, dari mula ikut melakukan syuting iklan sampai memasarkan nya dalam beberapa media.
Perusahaan yang bermula hanya berproduksi satu aplikasi kian merambah sukses dengan beberapa macam aplikasi, dari aplikasi pengamanan, game, sampai aplikasi media sosial yang sudah di gandrungi para konten kreator.
__ADS_1
Dan suatu ketika saat mereka tengah sibuk serta lengah ada seseorang yang sudah merencanakan sesuatu yang mungkin saja bisa membahayakan salasatu dari mereka.