Cinta Si Pria Arrogant

Cinta Si Pria Arrogant
SIASAT


__ADS_3

Bruuugghh Braakkkhh Bruuuughhh...


Suara hantaman mobil menabraki mobil pengendara yang lain bersahutan namun tidak ada yang protes terlebih lagi mereka sang empunya mobil mengetahui siapa pelaku yang berkendara dengan ugal-ugalan itu.


David Guetta Carroll anak dari orang yang terkenal di kota itu, juga orang yang sangat di segani dan di takuti. Mereka menatap pasrah pada bagian mobil yang ringsek karena terjangan dari David.


Sebuah mobil yang mengikutinya dari belakang, yang tak lain di dalamnya ada dua orang sahabatnya yaitu Kean dan Rey hanya bisa saling menatap. ''Apa ku katakan, mobil mu tidak akan selamat di tangan pria gila itu.'' Ujar Kean yang sudah menebaknya lebih dulu.


''Setidaknya aku masih memiliki asuransi dari mobil itu.'' Jawab Rey yang terpaksa pasrah karena ulah dari sahabat nya.


Ponsel Rey berdering, nama dari anak buahnya lah yang menghubungi nya dan memberitahukan lokasi dimana mereka menemukan mobil yang kemungkinan kawanan dari musuh David.


''Hibungi David, katakan agar membuntut dari belakang,'' ucap Rey pada Kean.


Seperti aba-aba Rey, David pun mengalah dan membuntut ikut di belakang mobil Kean yabg Rey sendirilah menyetir mobil Kean.


Tibalah mereka di sebuah gedung yang terlihat sudah lama tidak terpakai dan bisa di bilang gedung itu gedung tua karena terlihat dari lumut juga tanaman yang merambat di sebagian dinding gedung.


''Rupanya kalian bersembunyi di sini,'' gumam David dengan geramnya.


David akan melangkah masuk ke kawasan gedung namun tangan kekar Rey menahannya dan membuat emosi David akan meledak kalau tidak Kean menahan David.


''Hei tuan muda, kau dengarkan dia dulu, jangan menggunakan emosi mu karena kau akan celaka seperti biasa.'' Ujar Kean yang menahan emosi David.


Ya seperti biasanya jika David sedang emosi dia akan bertindak ceroboh bahkan membuat dia berada dalam masalah karena kecerobohannya.


''Vid, disini banyak jebakan, kau lihat di sebelah sana ada beberapa busur yang siap menyerang kita.'' Ucap Rey menunjuk menggunakan ujung matanya ke arah beberapa pohon yang tumbuh liar di sana.


David mengikut arah mata Rey, dan benar saja ada beberapa busur yang siap melepaskan anak panah nya ke arah mereka jika saja mereka salah melangkah.

__ADS_1


''Mata sipit mu berguna juga Rey,'' timpal Kean.


''Sial!'' gerutu Rey.


David serta yang lainnya akhirnya melangkah masuk dengan sangat hati-hati, dan benar saja sudah banyak jebakan menanti kedatangan mereka yang tentu nya bisa mereka lalui dengan banyak pertimbangan kehati-hatian masing-masing.


''Firasat ku Zahla tidak ada disini,'' celetuk Kean yang memang dia salasatu anggota sea ghost yang sangat tepat mengenai feeling.


Rey dan David saling menatap, karena mereka sangat tahu kemampuan feeling dari Kean. ''Lalu?''


''Sepertinya Zahla di tempatkan di gedung lainnya,''


Mereka menatap satu persatu gedung yang ada di sana, ya kawasan gedung bekas apartemen itu bukan hanya satu karena kawasan gedung apartemen yang tidak terpakai itu bisa saja salasatu nya ada Zahla di sana. Akhirnya merekapun menyusun siasat agar bisa mengelabui para musuhnya yang berniat mengelabui mereka juga.


Di sebuah ruangan kosong, seorang wanita duduk dengan kondisi tangan terikat dan mata juga mulut yang di tutup oleh kain hitam, yang tak lain adalah Zahla. Zahla tidak bisa mengetahui kondisi sekitarnya, ia hanya bisa mendengar suara tawa dari beberapa pria yang menyekapnya.


Tawa yang saling bersahutan itu membuat ia gemetar takut, namun ia mempunya keyakinan pada hatinya, David yang pastinya akan datang untuk nya, batinnya.


''Andai si bos membiarkan kita bisa eksekusi dia sekarang, mungkin aku sudah melayang ke langit ke tujuh.'' Ucap yang lainnya.


''Aku bahkan tidak sabar ingin menancapkan rudal ku ke bibir mungilnya,'' timpal lagi yang lainnya.


Pembicaraan bejat para pria brengsek itu bersahutan, dan jelas terdengar oleh telinga Zahla yang sudah mengeluarkan keringat dinginnya. ''Ya Tuhan lindungi aku,'' batin Zahla pun berdoa. ''David, kau dimana? tolong aku, aku mohon.'' Lanjutnya.


Zahla hanya bisa menyahuti mereka dengan gumaman karena tidak bisa mengeluarkan suara sebab ada kain yang menyumpal mulutnya.


''Kakak, kita buka saja penutup mulutnya, aku ingin mendengar suara nya, yang mungkin saja bisa lebih membangkitkan gairah kita.'' Usul salasatu dari mereka yang pada akhir nya di setujui oleh yang lainnya.


''Kalian akan mendapatkan hukuman atas apa yang kalian katakan!!'' teriak Zahla setelah mulutnya bebas dari sumpalan kain.

__ADS_1


''Hukuman? hahahahah!! bahkan mungkin saja mereka sudah mati di luar sana sebelum sampai ke sini.''


''Aku bersumpah, jika salasatu dari kalian menyentuh ku, kalian akan mati mengenaskan.'' Ancam Zahla yang di susul oleh tangisan lirih ya.


Plaaakkk, sebuah tamparan keras dari tangan yang kasar mengenai pipi mulus Zahla, ya salasatu dari mereka kesal akan apa yang Zahla ucapkan namun karena mata Zahla yang di tutup ia tidak bisa melihat siapa yang menamparnya.


''Bukan berarti kami melepaskan sumpalan mulut mu, kau bisa berkata seenaknya. Jangan buat kami melupakan perintah bos kami untuk tidak menyentuh mu saat ini.'' Ucap sang penampar.


''Sebenarnya siapa kalian?!!'' teriak Zahla.


''Kami? kami calon penikmat keelokan tubuh mu, hahaha!!''


''Brengsek!!!'' maki Zahla.


''Sudah ku katakan jangan mengumpat!!'' teriak yang lainnya. Sebuah tangan besar meremas pipi Zahla, sehingga membuat bibir mungil Zahla terhampit oleh kedua sisi pipinya.


''Bibir mungil mu sebentar lagi akan memuaskan ku.'' Ucap pemilik tangan itu.


Tangis Zahla tidak bisa terbendung lagi, ia menangis sejadi-jadinya menahan rasa takut.


''Kak, hubungi bos, aku sudah tidak sabar mendapatkan servis darinya.'' Dan seorang pria yang di panggilnya dengan sebutan kakak akhirnya menghubungi seseorang yang mereka panggil di bos.


''Ya, bos mengatakan, lakukan apa yang ingin kita lakukan.'' Seringai licik muncul dari pria yang baru saja menghubungi seseorang yang di panggilnya si bos.


Tanpa menunggu waktu lama, salasatu dari mereka menarik lengan baju Zahla sehingga koyakan baju itu membuat pemandangan indah dari kulit putih mulus bagian lengan dari Zahla terlihat nyata dan tentu membuat beberapa pria di sana melihat dengan nafsu setannya.


''Aku bagian bibirnya,''


''Aku tentu surgawi nya.''

__ADS_1


Mereka pun mendekat dan akan menyerang pertahanan Zahla tapi tiba-tiba.... BRAAAAKKKKKKKK


__ADS_2