Cinta Si Pria Arrogant

Cinta Si Pria Arrogant
Apa itu sebuah Ungkapan??


__ADS_3

Zahla menatap langit dari balik jendela berbahan material kaca dengan duduk di kursi rodanya, dia masih berada rumah sakit karena memang belum di perbolehkan untuk pulang.


Langit yang cerah berawan, dengan sesekali kawanan burung melintas menambah kesan indah pada langit yang saat ini sedang menjadi objek favorit nya.


Seketika ingatannya terlintas pada adegan dimana David mencium kening nya dengan begitu mesranya.


Apa arti kecupan itu? dalam hati Zahla bertanya-tanya. Dengan susah payah ia mengubur perasaan kesalah pahaman menurutnya, tapi dengan sikap David kepadanya akan membuat semakin sulit untuk menguburnya kembali.


Suara pintu terbuka mengalihkan pandangan Zahla yang langsung menoleh ke arah pintu itu berada. Mata keduanya bertemu dengan di barengi langkah kaki dari seseorang itu yang tak lain dan tak bukan adalah David Guetta Carroll.


'' Bagaimana? apa kau merasa lebih baik, sekarang?'' tanya David dengan lembut dan dengan posisinya yang berjongkok di depan kaki Zahla yang duduk di atas kursi rodanya.


'' Tuan Bos, apa aku boleh meminta sesuatu,'' lirih Zahla dengan keberanian yang telah ia kumpulkan untuk mengatakan itu sejak dulu.


'' He'em, katakanlah,''


'' Jangan bersikap seperti ini pada saya, saya tidak mau ada kesalahpahaman atas nama perasaan yang saya miliki,''


Alis mata David menyatu dengan sempurna, mencerna kata demi kata yang terlintas dari bibir mungil Zahla yang baru saja di ucapkan nya.


'' Apa maksud mu? kesalahpahaman? perasaan? memangnya apa salahnya saya bersikap seperti ini padamu,''


'' Anda tidak akan mengerti,'' cetus Zahla yang langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain yang semula menatap langsung mata David.


David beranjak dari posisi sebelumnya setelah menghela nafasnya dengan panjang, ia menyenderkan punggungnya di sebuah pinggiran meja yang terletak di dekat jendela dan memposisikan dirinya senyaman mungkin untuk bisa menatap wajah manis Zahla yang bersinar karena pancaran dari sinar matahari.


'' Kalau menurut mu saya tidak mengerti, itu salah. Karena apa yang kamu rasakan itupun turut saya rasakan pula,''


'' Ck, jangan membual,''


'' Tidak, saya serius,''


'' Anda merasakan nya? pada siapa? hehe yang pasti pada wanita lain bukan,'' tawa Zahla terdengar miris.

__ADS_1


'' Saya tahu siapa yang kamu maksud. Begini,'' David memposisikan dirinya seperti semula dengan berjongkok dan memaksa Zahla agar menghadap ke arahnya dan menatap mata tajamnya.


'' Saya dengan wanita tempo hari itu tidak lagi memiliki hubungan khusus apapun itu, kami hanya ada masalalu dan sebuah kenangan yang menurut saya tidak perlu lagi di kenang. Saya juga memiliki trauma parah tapi karena kamu saya mau menjalankan terapi untuk sembuh dari apa yang saya idap.''


David menjeda ucapannya sejenak dengan terus menatap mata Zahla sedalam-dalamnya.


'' Dan momen ketika dia melakukan hal yang kamu lihat waktu itu, itu hanya bentuk pembuktian kalau saya memang tidak lagi memiliki perasaan apapun terhadapnya. Saya hanya membuat dia mengerti.''


'' Lalu?''


'' Lalu kau bilang, rupanya kau belum mengerti juga ya.''


'' Saya hanya ingin, apa yang menurut saya sudah menjadi milik saya, tetap jadi milik saya.'' Zahla mengernyitkan keningnya dan itu dapat David lihat ketidakpahaman dari Zahla.


'' Yang saya maksud itu kamu,'' jari David mendarat pada hidung kecil mancung milik Zahla.


'' Saya?''


'' Ya, mau tidak mau, ingin tidak ingin, aku sudah menetapkan kau hanya milikku, mengerti!''


'' Apa itu sebuah ungkapan?'' gumam Zahla yang masih menerka-nerka apa yang dia dengar.


'' Jika memang itu menurut mu, ya anggap saja iya,'' sela David yang ternyata sudah keluar dari kamar kecil dan mendengar gumaman Zahla.


'' Aku akan bertemu dengan dokter sebentar, jangan merindukan ku ya,'' goda David sebelum lenyap dari balik pintu.


'' Cih dia apa-apaan sih,'' pipi Zahla memerah entah karena malu ataupun bahagia, hanya dialah yang tahu perasaan yang dia rasakan saat ini.


Di sebuah ruangan, David dan sala seorang dokter sedang berdebat kecil tentang menetap nya Zahla di sana. David yang mau Zahla menjalankan rawat jalan dan dokter yang tidak menyarankan hal itu karena luka yang Zahla derita belum juga membaik karena ia juga takut akan terjadi sesuatu pada pasiennya.


'' Sudah, turuti saja apa yang dia mau,'' potong seseorang yang baru saja masuk ke ruangan itu.


Dokter yang duduk itu segera berdiri dan memberi salam hormatnya pada orang yang baru saja masuk itu namun berbeda dengan David yang tetap duduk dengan mata yang menatap malas atas kehadiran orang itu.

__ADS_1


'' Tuan besar,'' sapa dokter itu pada orang yang baru saja masuk ke dalam perbincangan mereka yang ternyata adalah Daniel pemilik rumah sakit itu juga ayah dari David Guetta Carroll yang duduk cuek di kursinya.


'' Baik Tuan,'' ucap dokter itu u yang langsung menyetujui apa yang Daniel ucapkan.


'' David, ikut Daddy,'' ucap Daniel yang berlalu keluar lebih dulu dan dan susul David dari belakang.


Daniel memasuki sebuah ruangan khusus yang di sediakan untuk pemilik rumah sakit, ruangan yang besar dan nyaman di khususkan untuk Daniel dan keluarga Carroll lainnya.


'' Ada apa Dad?''


'' Hotel CCA, sudah Daddy runtuhkan. Dan soal pembangunan itu kau tidak perlu khawatir lagi.''


'' Bahkan aku tidak sama sekali memikirkan nya,'' gumam David yang di dengar langsung oleh Daniel.


'' Sepertinya kamu harus meningkatkan tanggung jawab atas apa yang sudah tertulis itu adalah milikmu, bila kamu tidak memilikinya orang lain pun jangan sampai memiliki kesempatan untuk memiliki nya.'' Omel Daniel pada anak semata wayangnya.


'' Lalu penghianat itu?''


'' Bagaimana pun dia adalah sahabat mu, kau harus mencari tau apa penyebab dari tindakannya itu.''


'' Ya David juga berpikir sama,'' sela David.


Keduanya pun saling terdiam menciptakan suasana hening dalam waktu yang cukup lama, sejak dulu mereka memang tidak memiliki kecocokan dalam tindakan walaupun memiliki sifat yang hampir sama antara ayah dan anak itu.


'' Bagaimana keadaan nya?'' tanya Daniel membunuh suasana yang hening.


'' Sudah lebih baik,''


'' Bawa dia ke mansion utama, biarkan Mommy mu ikut mengurusnya, karena bagaimanapun niat nya untuk menyelamatkan mu dari ketidaktahuan mu itu, patut kita apresiasi kan.''


'' Tapi aku berniat membawanya ke apartemen ku,'' potong David.


'' Cih, jangan berpikiran sempit. Kalian belum terikat hubungan apapun.'' Daniel pun pergi dari sana tanpa kata perpisahan atau berpamitan.

__ADS_1


Ya sikap dan sifat keduanya hampir sama dan itu membuat antara anak dan ayah tidak saling merasa cocok satu sama lain.


__ADS_2