
Nafas yang memburu, tangan yang masih menyekal kuat kerah baju Aslan, David menoleh ke arah Zahla yang masih tidak sadarkan diri itu.
''Zahla,'' David segara beranjak menuju Zahla dan langsung membawanya ke pelukannya dan pergi dari sana.
''David, ini sangat panas,'' ucap Zahla lagi yang masih tidak sadarkan diri.
''Honey, kau tenanglah,'' David berlari sambil menggendong Zahla keluar dari kamar itu, sebelum meninggalkan unit apartemen milik Aslan, langkah David terhenti di depan Tiara yang menatapnya dengan tatapan kesedihan.
''Kau akan membayar semua ini, Tiara. Vin, Kean bawa mereka ke markas dan beri pelajaran untuk apa yang saat ini mereka lakukan terhadap kekasihku.'' Perintah David pun terlontar, serasa tersayat sembilu perasaan Tiara hancur berkeping-keping, ia merasa sudah tidak lagi ada harapan untuk mendapatkan David kembali.
''David, aku mencintaimu,'' lirih Tiara.
Tanpa menjawabnya David pun berlalu pergi membawa Zahla untuk ke apartemennya yang jaraknya tidaklah terlalu jauh dari gedung apartemen itu, hanya dengan waktu 10 menit David sudah sampai dengan mobilnya dan segera membawa Zahla ke kamarnya.
Keringat Zahla semakin merembas dan membasahi seluruh pakaiannya, kepanikan David pun muncul melihat pakaian Zahla yang sudah basah dan terlihat jelas lekukan tubuh Zahla yang belum pernah ia lihat juga.
''Aahhh Zahla aku bisa gila, aku akan memanggil dokter keluarga saja.'' Ucap nya dengan panik dan langsung berlalu untuk menghubungi dokter keluarga Carroll.
Saat David sedang menghubungi dokter keluarga, Zahla terus saja meracau tidak karuan dan membuat David salah tingkah serta membuatnya serba salah bicara pada dokter tersebut.
''Kau segeralah ke apartemen ku, sekarang!! ahhh iya panas, tidak, tidak maksud ku segera,'' ucap David yang sudah salah tingkah karena mendengar racauan Zahla yang merasuk ke telinganya.
__ADS_1
''Ya tuan Muda, saya segera kesana, tapi siapa yang panas?''
''Mandi, Aahh tidak maksud ku, calon istri ku, sudahlah cepat kemari.'' David langsung menutup sambungan telepon itu dan kembali mendekat dimana ada Zahla yang masih meracau dan menggeliat tidak menentu.
''David, ini sangat panas, tidak nyaman. Aku ingin mandi, apa kau mau membantu ku melepas semua pakaian ku.'' Ucap Zahla tanpa sadar.
David yang mendengar itu merasa semakin salah tingkah, ia bingung untuk melakukan apa, dan saat ia melihat lagi ke arah Zahla ternyata Zahla sudah melepaskan pakaiannya luar nya dan menyisahkan pakaian dalamnya saja yang tentunya semakin membuat David ikut terbawa suasana yang di buat Zahla karena sesuatu yang di konsumsi nya.
''Astaga, honey. Kau jangan seperti ini. Aku tidak ingin merusak mu sebelum kau menjadi istri ku sesungguhnya.'' Ucap David yang langsung membalut tubuh Zahla dengan selimut tebal yang ada di atas kasur.
''Aku akan benar-benar membalas orang-orang yang berbuat seperti ini padamu,'' gumam David dengan tekat yang kuat.
''David, panas. Bawa aku ke kamar mandi..'' Rengek Zahla pada David.
Ya tapi David berbeda dengan masalalu sang Ayah yang sangat gampang menuntaskan hasratnya yang sudah tidak tertahankan pada wanita-wanita bayaran, David tidaklah seperti itu, ia hanya ingin menyatukan dirinya pada wanita yang ia cintai dalam ikatan suci.
Tidak lama kemudian, bel pun berbunyi dan David segera beranjak meninggalkan Zahla sebentar untuk membukakan pintunya yang seperti dugaannya ternyata yang datang adalah dokter keluarga Carroll.
''Masuk, tapi jangan sampai kau buka selimut yang membalutnya.'' Ucap David dengan peringatan yang bersungguh-sungguh.
''Membalutnya?'' gumam dokter itu dengan rasa heran.
__ADS_1
David menuntun jalan dokter itu untuk ke kamarnya yang di sana Zahla masih tidak sadarkan diri, dan dokter yang melihatnya pun baru paham apa yang di maksud David.
''Periksa dia, tapi awas, ingat apa yang aku katakan tadi.''
''Baik Tuan.'' Dokter bernama Geri itupun segera memeriksakan kondisi Zahla dengan hati-hati, terlebih lagi ia sangat canggung karena mata David tidaklah lepas dari apa yang ia lakukan.
''Bagaimana?''
''Maaf tuan, apa Nona ini baru saja mengkonsumsi sesuatu?''
''Ya sepertinya begitu, karena aku tidak tahu pasti, yang jelas ada seseorang yang memberikan minuman padanya sebelum ia seperti ini.''
''Tepat seperti dugaan saya Tuan, ada jenis obat perangsang dosis tinggi yang tertelan oleh Nona,dan membuat nya seperti ini. Tapi tuan tidak perlu khawatir, saya akan memberikan suntikan untuk meredam obat yang sudah masuk ke tubuh Nona muda.'' Jelas dokter Geri.
''Lalu apa ada efek samping dari obat itu?''
''Tidak, kau tenang saja.''
''Baiklah.''
Dokter Geri pun memberikan sebuah suntikan pada Zahla yang sudah lebih tenang setelah menerima suntikan tersebut, David yang melihat Geri masih berada di sana dan sesekali melirik Zahla yang sudah tertidur dengan pulas akhirnya menyuruh nya untuk pergi.
__ADS_1
''Berbalik, dan jangan menatap ke belakang lagi, kalau tidak mau mata mu menjadi koleksi mainan ku.'' Tegas David yang mampu membuat Geri, dokter 27 tahun itu bergidik ngeri karena ancaman Tuan Muda Carroll.
''Ba-baik tuan muda.'' Persis dengan apa yang di perintahkan David, Geri berbalik dan tidak lagi berani menatap ke belakang, lalu benar-benar pergi dari sana dengan ketakutan yang ia rasakan karena ancaman David.