Cinta Si Pria Arrogant

Cinta Si Pria Arrogant
Kejahilan Kevin


__ADS_3

David membawa Zahla ke sebuah ruangan yang terletak di sebelah ruangan nya sendiri, di sana sudah ada beberapa orang karyawan yang di anggapnya penting.


Zahla memperhatikan satu persatu wajah orang-orang di sana, berbagai macam expresi yang ada pada mereka namun Zahla tetap memasang wajah bingungnya karena memang Zahla sendiri pun belum tau untuk apa David mengajaknya ke sana sepagi ini.


''Baik, langsung saja, saya akan mengatakan tujuan saya mengumpulkan kalian di sini untuk apa. Kalian pasti sudah kenal dia bukan?''


''Sudah tuan,'' jawab nya serentak.


''Ya, Zahla akan menempati ruangan ini dan bekerja sebagai sekretaris Direktur keuangan, dan kalian yang sudah lebih tau kinerja perusahaan, saya harap bisa bekerja sama dengan baik dan membimbing nya. Mengerti?''


''Tapi Tuan, maaf. Bukannya dia itu pekerja bagian pantry, bagaimana bisa mengemban perkejaan yang beresiko ini.'' Protes salasatu karyawan.


''Saya tidak meminta kalian untuk protes, karena yang kalian tau tentang dia itu hanyalah kesehariannya disini, bukan latar belakangnya kan?''


Mereka pun diam, tidak bisa lagi berkata-kata terlebih lagi mereka tau kalau Zahla cukup dekat dengan Bos besar Arrogant itu.


''Zahla disini karyawan magang, pendidikan yang kalian maksud itu tidak semua oran tau yang sebenarnya.''


Zahla hanya diam tertunduk merasa tidak enak dengan karyawan-karyawan yang memprotes kedudukan yang di berikan David padanya.


Zahla menganggap ini semua berlebihan karena memang dia belum ada pengalaman di bidang yang di berikan David terlebih lagi harus menjadi sekertaris.


David meminta semua keluar dari ruangan terkecuali Zahla, tidak semua orang membenci gadis itu karena banyak juga yang menyukai kepribadian nya yang baik dan ramah, tidak sedikit juga karyawan yang menyemangati Zahla dan memberikan selamat atas prestasi yang Zahla dapatkan itu.


Begitu semua keluar, Zahla pun memberanikan dirinya untuk bicara pada David yang masih kesal karena keperotesan karyawan nya atas tindakannya.

__ADS_1


''Emmm, maaf. Memangnya apa ini tidak terlalu berlebihan?''


''Berlebihan?''


''Iya, aku juga belum ada pengalaman tentang ini semua,''


''Babi kecil ku, tugas mu hanya berlatih dan belajar dengan tekun agar dugaan orang-orang terhadap mu itu tidak terbukti, dan jadikan itu sebagai cabukan semangat kamu, oke.''


Senyum manis pun terukir dari bibir mungil Zahla, apa yang di katakan David membuat hatinya benar-benar tenang, belum pernah ia mendapat kan perhatian seperti ini dari siapapun, dan kali ini benar-benar membuat dia bahagia.


''Baik tuan Arogan ku,'' ucap Zahla dengan malu-malu.


''Arogan? siapa? aku?'' Zahla hanya tersenyum dengan memamerkan gigi putih nya tanpa menjawab ucapan David.


''Sekarang aku membiarkan mu lolos, tapi tidak untuk nanti,'' ancamnya dengan wajah sangarnya dan membuat Zahla seketika terdiam karena takut kalau David marah karena panggilan nya.


Tangan kekar David terjulur ke dinding, tubuh atletisnya terus merapat ke arah Zahla yang sudah berdiri di sisi dinding sehingga tidak ada celah lagi untuk Zahla menghindari David.


''Ucapkan lagi dan panggil aku dengan sebutan itu lagi,'' Zahla menggelengkan kepalanya.


''Sekali saja,'' pinta David dan Zahla menggelengkan kepalanya lagi.


Wajah David semakin mendekat mengintimidasi Zahla yang sudah ketakutan, takut akan kematian David, matanya ia pejamkan rapat-rapat menghindari kontak mata langsung dengan mata tajam milik David.


Daan,, Cuupp, bukan sebuah amarah yang di dapatkan Zahla melainkan sebuah kecupan lembut dari bibir tebal sensual milik David, matanya terbelalak, lagi-lagi di buatnya terkejut oleh tindakan David yang tiba-tiba itu.

__ADS_1


David menjauhkan sedikit wajah dan bibirnya, karena ingin melihat langsung expresi lucu apa yang ada di wajah Zahla dan sedetik kemudian David kembali mendaratkan bibirnya lagi di bibir mungil Zahla.


Tidak ada penolakan dari Zahla, ia malah membalas ciuman itu dengan seirama gerakan lembut bibir David, memang masih kaku namun secara perlahan ia mulai terbiasa dengan itu.


Dari mulai, m***mat nya dan bertukar perang lidah semua mereka lakukan dengan kesadaran yang sudah tidak lagi memiliki kawarasan mereka karena terbawa nafsu.


Suara dering ponsel berhasil membuat kegiatan mereka terhenti dengan sebuah decakan kesal dari David karena kegiatannya terganggu oleh orang yang tidak bertanggung jawab, itulah yang ada di pikiran David.


Zahla tertunduk dengan wajah yang memerah karena sudah terbawa suasana dari nafsu setan nya David.


Dan tiba-tiba ia terjingkat karena David memaki seseorang yang menelpon nya.


''Kunyuk satu ini, benar-benar niat sekali mengganggu,'' gerutu David melihat sang penelpon yang ternyata adalah Kevin.


Dengan kesal ia segera menjawabnya.


''Baru beberapa hari kau kembali ke sini, sudah berani mengganggu ku!'' bentak David yang mengangkat panggilan dari Kevin.


Suara tawa menggema dari Kevin terdengar jelas di sebrang sana, bukan merasa bersalah ataupun takut akan bentakan David, Kevin malah tertawa dengan kencang.


'' Makanya kalau ingin bermesraan jangan di kantor, di apartemen kan bisa, apa perlu aku pesankan kamar hotel?'' ledek Kevin yang langsung memutuskan sambungan telepon nya tanpa berpamitan.


''Kau!! ah sial!''


''Ada apa?'' tanya Zahla.

__ADS_1


''Hah? oh tidak, kau mulailah bekerja, aku keruangan ku dulu.'' Jawabnya yang berlalu setelah mengusap kepala Zahla dengan sayang.


__ADS_2