Cinta Si Pria Arrogant

Cinta Si Pria Arrogant
Sikap Zahla yang menggemaskan


__ADS_3

Di sebuah bangunan tua yang terawat, di sanalah seorang pria menunggangi mobil yang berlogo kuda menghentikan lajunya, sang empunya mobil memarkirkan nya tepat di depan pintu besar yang di jaga beberapa oran yg di sana, dengan hormat beberapa penjaga itu menyambut nya dengan membukakan pintu untuk pria yang masih di dalam mobil itu.


''Dimana mereka?'' tanyanya dengan suara yang khas dia miliki.


''Di Tuan Kean sedang di ruang baca, tuan Kevin sedang keluar, kalau tuan Rey di ruang eksekusi bersama lainnya.'' Jawabnya dengan sigap.


Tanpa mengucapkan apapun lagi, pria berwajah oriental itu berjalan melewati penjaga yang masih membungkukkan tubuhnya itu.


Dengan gagah ia menuju sebuah ruang yang terletak di ujung lorong. Daann.. Braakkkk..


David membuka pintunya dengan cara menendang daun pintu itu dan mengakibatkan suara yang cukup keras sampai terdengar ke penjuru bangunan. Ya pria berwajah oriental itu adalah David Guetta Carroll.


Di ruangan yang penuh buku terdapat seorang pria yang berdiri dengan tatapan mata yang dingin, entah ia sudah menyiapkan dirinya dengan kedatangan David atau memang dia terkejut akan kehadiran sahabatnya itu.


David menatap tajam langsung pada Kean pria yang usianya satu tahun lebih tua darinya, bagaikan elang menatap mangsanya, David melangkah menuju Kean yang bahkan tidak menggeser posisi nya.


''Brengsek!'' Bugghh..


David mendaratkan sebuah pukulan ke perut Kean yang mungkin saja rasa yang di dapatkan Kean benar-benar menyakitkan, tapi Kean tetap memasang wajah datarnya dan menegakkan tubuhnya lagi.


'' Apa kau sedang bermain-main dengan ku, Kean?'' tanya David dengan wajah penuh amarah.


'' Tidak, bahkan untuk berniat seperti itupun tidak terlintas sedikitpun di pikiran ku, tapi ini benar-benar murni kesalahan ku. Maafkan aku.'' Sahut Kean dengan suara yang tertahan menahan rasa sakit yang berasal dari perutnya.


'' Aku mau, kau cari dia, kalau kau tidak berhasil juga, aku akan melupakan hubungan di antara kita,'' ancamnya lalu pergi dari sana meninggalkan Kean yang terlihat putus asa karena ancaman David untuk nya.

__ADS_1


David membelokan langkahnya ke sebuah anak tangga yang menuju lantai bawah, sebuah lorong yang gelap hanya di terangi lampu yang samar, di sanalah David berpijak, sebuah jeritan dan rintihan terdengar jelas di sepanjang lorong yang ada beberapa pintu di sana, bau anyir dari darah juga dapat tercium jelas ke indra penciuman siapapun yang datang ke sana. Bibir David tersungging sebelah sebelum membuka salasatu pintu yang letaknya ada di ujung lorong gelap itu.


''Vid,'' sapa seorang pria yang semula duduk lalu menegakkan tubuhnya karena kedatangan David, ya dia adalah Rey.


''Bagaimana? apa permintaan ku sudah terjadi?''


'' Sudah, mereka yang melakukan nya,''


''Bagus,''


David menoleh ke seseorang yang terlentang di lantai dengan keadaan tangan dan kakinya terikat membentuk huruf X, kakinya yang beralaskan sepatu pantofel ia langkahkan menuju seseorang itu.


''Bagaimana? apa mereka menyakiti mu?'' tanya David bagaikan seorang psikopat yang tidak memiliki rasa empati dan rasa kasihan sedikitpun melihat keadaan pria yang terikat dan ada juga beberapa luka di tubuhnya itu.


''Iblis! kalian iblis!'' maki pria yang terikat itu yang tidak lain adalah Aslan.


Selepas mengunjungi tempat yang lebih pantas di juluki dengan sebutan tempat penyiksaan itu, dan di sana juga David sudah meluapkan emosi nya pada Aslan. David segera pergi ke ruangan pribadinya untuk membersihkan dirinya dari darah-darah yang menodai pakaian juga kulit mulusnya itu, David membuang semua pakaian yang semula ia gunakan dan menggantinya dengan yang sudah tersedia di lemari besarnya.


''Aku tidak ingin Zahla mencium aroma anyir itu,'' gumam David.


***


Berhari-hari David terus menerus bersikap posesif terhadap Zahla karena ia tidak ingin terjadi seseorang pada orang yang di cintainya itu.


Hari ini, seperti biasa David sendirilah yang menjemput Zahla di kampusnya, dan sepertinya biasa juga pemandangan romantis yang David tunjukkan pada semua orang seperti sudah menjadi konsumsi publik di kalangan kampus membuat para wanita juga pria menatap iri terhadap pasangan kekasih itu.

__ADS_1


Zahla pun sudah lebih terbiasa mendapatkan perlakuan khusus dari David dan menjadi tontonan favorit para mahasiswa yang melihat mereka setiap hari itu.


''Bagaimana? apa kelas mu hari ini menyenangkan, hmm?'' tanya David yang berdiri di depan kelas menyambut Zahla yang baru saja selesai dengan mata kuliahnya.


''Seperti biasa, membosankan,'' bisik Zahla ke telinga David, dan David hanya tersenyum karena Zahla sudah bisa bersikap terbuka dengan hubungan mereka.


''Anak nakal,'' David mengusap lembut kepala Zahla dan Zahla hanya tersenyum memamerkan gigi putih lalu menggandeng lengan kekar David.


''Ayo,'' ajak Zahla dan merekapun berjalan bersama melewati para mata wanita yang menatap iri pada Zahla.


''Kenapa?'' tanya David dengan berbisik ke telinga Zahla.


''Kenapa, kenapa apanya?''


'' Ya kenapa kau bersikap seperti ini?''


''Memangnya kenapa, apa kau tidak senang?'' tanya balik Zahla dengan raut wajah yang ditekuk kesal.


'' Bukan begitu, aku malah bahagia kau bersikap seperti ini padaku, tapi aku hanya heran kenapa baru sekarang kau bersikap seperti ini,''


'' Aku tidak mau kau ditatap dengan wanita-wanita itu. Aku mau mereka tahu kalau kau milikku.'' David terkekeh geli mendengar alasan dari sikap Zahla hari ini.


sesampainya di parkiran dan saat Zahla akan masuk ke dalam mobil ia menghentikan langkahnya, dan memperhatikan sekeliling yang masih saja para wanita menatap ke arahnya, matanya melirik ke arah David yang masih berdiri di dekatnya menunggu ia masuk ke dalam mobil.


''Kenapa? ayo masuk'' ucap David.

__ADS_1


''Jangan menebar pesona pada mereka,'' ancam Zahla yang lagi-lagi mengundang tawa dari dalam diri David.


__ADS_2