
Wajah yang memerah penuh amarah, mata yang tajam menyimpan dendam sangat terlihat dari seseorang yang baru saja datang dan membuat pintu kayu itu terbang, terlepas dari pengaitnya.
Matanya pun beralih ke wanita yang duduk di kursi kayu yang di lihat nya dengan kondisi tangan masih terikat dan mata yang masih di tutup kain hitam. Tangannya terkepal kuat, nafasnya memburu kencang, terlebih lagi ia melihat pakaian wanita itu terkoyak juga pipi yang memerah tergambar tangan menyetak jelas di sana, yang sudah di pastikan baru saja mendapatkan kekerasan. Ya seseorang itu adalah David, yang berhasil menemukan persembunyian mereka.
Tiga orang pria yang berniat akan melampiaskan hasrat bejatnya ternganga bersamaan mulut mereka yang terbuka lebar.
Mereka saling menatap, memberi isyarat kalau mereka akan melakukan dua kemungkinan, menyerang orang yang mengganggu waktu mereka atau kabur karena menyadari lawan mereka bukanlah orang yang gampang terkalahkan.
Tapi sebelum mereka memutuskan untuk memilih nya, David yang menatap mereka penuh amarah itu sudah lebih dulu menyerang mereka dengan membabi buta, Kean dan Rey yang baru saja sampai karena harus mengecoh musuh hanya bisa menggelengkan kepalanya. ''Antara koma dan mati.'' Gumam Kean yang melihat David sedang menghajar ketiga pria itu.
Kaki Kean melangkah mendekati David tapi tatapan David seolah tidak senang karena tidak mau ada yang mengganggunya untuk melampiaskan amarahnya. ''Menjauhlah, biarkan aku menghabisi mereka untuk membalas perbuatan mereka.'' Ucap David dengan suara yang tertahan.
''Tapi Vid-''
''Vid, lebih baik kau bawa istri mu pergi, biar mereka kami yang urus.'' Potong Rey, karena Rey tau kalau Kean yang bicara tidak akan bisa membuat David mengerti.
__ADS_1
Tangan David terhenti menghajar salasatu dari mereka, matanya beralih ke arah Zahla yang sedang menangis gemetar karena takut juga mungkin saja trauma karena mendapatkan perlakuan buruk dari pria-pria asing itu.
Buughhhh' entah sebagai penutup, David memukul wajah preman itu sehingga membuat nya tak sadarkan diri lalu berjalan perlahan menghampiri Zahla, istrinya.
Zahla masih saja menangis, tangan David menyentuh lengan Zahla, tapi Zahla yang masih trauma dan juga tidak tahu siapa itu tiba-tiba berteriak ketakutan. ''Aku mohon jangan sentuh aku.'' Tangis Zahla semakin menjadi-jadi.
''Zahla ini aku, kau tenang ya. Ada aku disini.'' Ucap David berusaha menenangkan Zahla, sementara itu penutup mata Zahla pun ia lepaskan dengan hati-hati karena tidak mau kain kasar itu akan menyakiti wajah wanita yang di cintai nya.
''Da-david?'' matanya mengerjap menatap wajah David, dan dengan rasa leganya, Zahla memeluknya dengan erat, seakan-akan ingin melepaskan rasa takutnya di dalam pelukan suaminya itu.
''David, mereka, mereka ingin mencoba menyakiti ku, aku takut.''
''Kau lihat di sana, mereka sudah mendapatkan apa yang mereka lakukan terhadap mu, hmm.''
Sementara David membawa Zahla pergi dari sana, Rey dan Kean bertugas untuk mengurus para penjahat itu, entah apa yang akan mereka lakukan nantinya, David sudah menyerahkan nya pada sahabat-sahabat nya juga para anak buah nya.
__ADS_1
Kevin yang masih berada di negara tetangga mendapatkan kabar tentang adiknya itu, ia benar-benar merasa marah juga kecewa pada dirinya sendiri, karena tidak bisa menjaga adik sepupunya itu.
''Aku berhasil menyelamatkan orang lain, tapi adik ku di sana mendapatkan perlakuan yang sama, bahkan bisa lebih dari apa yang di terimanya. Aku benar-benar kakak yang gagal.'' Sesal Kevin.
Sesal pun tiada guna, andai ada pintu yang bisa kemana saja dalam waktu singkat, mungkin Kevin akan menggunakan nya, terlebih lagi perihal Zahla, ia sangat sensitif, ia juga sudah berjanji akan menjaganya namun musibah tidak bisa terbantahkan.
Kevin membenahi semua pakaian juga barang-barang nya ke dalam koper nya, ia harus segera berangkat untuk melihat kondisi Zahla secara langsung, tidak peduli dengan masalah perkejaan yang masih harus ia kerjakan di sana, pikiran dan hatinya hanya tertuju pada kondisi Zahla yang dia sendiri ingin tahu Langsung keadaan nya.
Dengan tergesa-gesa Kevin keluar dari kamar dengan menggeret kopernya lalu turun untuk check out, tapi tiba-tiba langkahnya terhenti karena mendengar sebuah berita dari televisi yang terpasang di lobby hotel. Dimana berita itu menyiarkan sebuah kabar kalau seorang model terkenal terjerat kasus skandal, rekaman yang memperlihatkan wanita tanpa sensor sedang berada di kamar dengan seorang pria yang wajah nya bahkan di sensor. Dan sudah jelas rekaman itu ada unsur kesengajaan untuk menjatuhkan pihak si model tersebut.
Mata Kevin hanya bisa menatap layar dengan datar, namun tangannya terkepal kuat, urat-urat lehernya mengeras bertanda ada sesuatu yang membuatnya marah.
Sebuah cacian serta makian pedas mereka lontarkan pada sebuah Vidio yang beredar di jagat maya, tanpa tahu kebenaran nya para pengguna media sosial terus menghujam tanpa belas kasih, bahkan Vidio yang beredar pun hanya sebuah potongan Vidio yang berdurasi pendek yang bisa saja itu hanya sebuah Vidio yang memang ada seseorang berniat menjatuhkan sang model itu.
Di sebuah ruangan, seorang wanita sedang menunduk dengan memeluk kakinya erat-erat, setelah melihat semua berita yang tersebar dari acara gosip, ia benar-benar terpuruk, bahkan ia tidak menyangka saat ini profesinya sedang di pertanyakan oleh para fans juga yang lainnya.
__ADS_1