Cinta Si Pria Arrogant

Cinta Si Pria Arrogant
Ancaman Kevin


__ADS_3

Desas desus orang-orang yang ikut melihat berita dari acara televisi itu terdengar menyebalkan ke telinga Kevin, bahkan beberapa orang menatap ke arahnya dengan tatapan yang aneh.


Kevin mengurungkan niatnya untuk pergi, langkahnya ia belokan kembali ke arah lift yang semula ia gunakan untuk turun itu.


Sesampainya di lantai tujuannya, bukan kembali ke kamarnya melainkan langkah kakinya melewati pintu kamar dan berhenti di depan daun pintu yang pemiliknya tentu bukan dirinya. Tangannya sudah ingin mengetuk namun ia tarik kembali dan berjalan ke arah kamar yang sebelumnya akan ia tinggalkan.


Setelah ia kembali masuk ke kamarnya, matanya seperti sedang mencari sesuatu ke arah sudut atas langit-langit kamar, dan lagi-lagi tangannya terkepal kuat dan sudah menyambar sebuah vas untuk ia lempar ke arah sebuah kamera kecil yang sepertinya seseorang telah sengaja menaruh di sana untuk tujuan yang tidak baik.


Ya ternyata pria yang wajahnya di sensor di Vidio yang saat ini sedang beredar itu adalah dirinya dan wanita itu adalah Tiara. Entah kapan kamera itu di pasang tapi itu sudah sangat keterlaluan.


Kevin tersadar, ia menarik dalam-dalam nafasnya untuk mengontrol emosinya, ia taruh kembali vas itu dan mengambil ponsel lalu ia potret kamera pengawas itu menggunakan ponsel miliknya.


Kevin sangat tahu, pemasangan kamera pengawas pada kamar hotel tanpa sepengetahuan penyewa sudah jelas sangat melanggar aturan dan bisa membuat pemilik hotel terjerat kasus hukum jika memang penyewa kamar memutuskan untuk menuntutnya.


''Kau akan masuk ke dalam jebakan mu sendiri.'' Gumam Kevin yang langsung berlalu pergi entah kemana dengan meninggalkan kopernya di sana.


Kevin berjalan melewati orang-orang yang juga penyewa kamar hotel di sana, tidak perduli akan tatapan aneh beberapa orang ke arah nya, Kevin pergi dengan langkah panjangnya.

__ADS_1


''Kamar itu seperti kamar di hotel ini, dan perawakan pria itu sama persis dengan pria yang ada di video itu.'' Ucap sala seorang wanita yang sedang berkumpul dengan teman-teman nya di lobby hotel itu.


Sesungguhnya ucapan itu terdengar jelas ke telinga Kevin, tapi Kevin beranggapan tidak akan bisa membungkam mereka jika mereka berasumsi bahwa Vidio itu Vidio sesuai dugaan mereka sendiri. Ya karena apa yang mereka lihat itulah yang mereka percayai.


Baguslah Kevin tidak memiliki sifat yang sama dengan David, jika Kevin bersifat sama dengan pria arogan itu, mungkin saja orang yang bergunjing tentang dirinya akan langsung kehilangan pita suaranya bahkan bisa saja kehilangan nyawanya.


Kevin mengendarai mobil sewaan dengan kecepatan tinggi menuju sebuah bangunan yang pernah ia datangi. Sesampainya di sana, tanpa peduli para penjaga melarangnya masuk, Kevin tetap menerobos ke sebuah ruangan sehingga pemilik ruangan itu terkejut melihat kedatangan nya.


Pria yang duduk di kursi kebesarannya dengan beberapa luka lebam seketika bangkit dari duduknya dan memundurkan langkahnya lalu menyambar sebuah tongkat golf untuk berjaga-jaga dari Kevin yang bisa saja menyerangnya lagi.


Ya pria itu tak lain adalah Olaf, pria yang pernah di hajar oleh Kevin karena terpergok akan melecehkan seorang wanita yaitu Tiara, Olaf juga pria yang sudah menyiapkan kamar hotel untuk nya karena memang itu salasatu fasilitas untuk kliennya tapi Olaf juga yang sudah menjebaknya karena ingin balas dendam akan tindakan Kevin terhadapnya kemarin. Sungguh pria yang licik.


''Jelaskan, apa maksudnya?'' ucap Kevin yang sudah melemparkan ponsel ke atas meja untuk di lihat Olaf.


Olaf maju dengan hati-hati ke arah mejanya, kepalanya ia sedikit majukan untuk bisa melihat apa yang Kevin tunjukan padanya. ''Kau tahu betul, aku tidak pernah bermain-main dengan ucapan ku. Tapi kau sudah benar-benar keterlaluan.'' Ucapnya lagi.


''Apa maksud mu?'' tanya Olaf dengan suara yang terbata-bata.

__ADS_1


''Kau sudah benar-benar menghancurkan kehidupan seseorang yang bahkan nyaris kau celakai tanpa rasa bersalah sedikitpun.''


''Ta-tapi apa salah ku,''


''Jangan berpura-pura di depan ku!!'' bentak Kevin. karena sudah muak dengan kepura-puraan Olaf di depannya.


Mata Olaf terbelalak melihat kaca meja yang di gebrak Kevin retak seketika oleh tangan besar nya. Olaf menelan ludah nya dalam-dalam, sungguh salah mencari masalah dengan seorang pria yang saat ini berada di depannya.


Kevin mengambil kembali ponselnya, dan berbalik untuk pergi namun langkahnya ia hentikan sejenak, ''Aku berikan waktu tiga jam, kau bereskan kekacauan yang kau buat atau kau harus memilih antara kantor polisi dengan nama yang tercemar atau mati dengan cara tragis.'' Ancam Kevin untuk yang terakhir kali nya, yang sudah di pastikan ancaman itu bukanlah hanya ancaman semata.


''Aku benar-benar salah berurusan dengan pria itu,'' gumam Olaf.


Kevin mengendarai mobilnya untuk kembali ke hotel tempat ia tinggal tapi bukan untuk beristirahat melainkan untuk menemui Tiara yang entah bagaimana keadaannya saat ini setelah melihat kegaduhan yang Olaf buat.


Sebelum Kevin mengetuk pintu kamar Tiara, Kevin lebih dulu menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskan nya dengan perlahan. Ketukan pintu dari Kevin tidak sama sekali mendapatkan sahutan, ya tidak ada respon apapun dari dalam kamar yang semakin membuat Kevin merasa khawatir.


Berulang kali Kevin mengetuk serta memanggil nama Tiara dengan berteriak sehingga mengundang perhatian dari penyewa kamar lainnya, tapi itu tidak membuat Kevin peduli, ia tetap berusaha memanggil Tiara dari luar kamar. Karena tidak ada respon sedari tadi, akhirnya tanpa berpikir panjang, Kevin mendobrak pintu itu walaupun sebenarnya ia bisa saja meminta kunci cadangan dari resepsionis dengan alasan darurat, tapi lagi-lagi Kevin tidak peduli akan hal itu.

__ADS_1


Setelah berhasil menerobos masuk, Kevin segera mencari keberadaan Tiara, tatapan nya menuju sebuah pintu yang tertutup yaitu pintu kamar mandi, saat Kevin memutar knop pintu ternyata pintu itu terkunci dari dalam. Rasa khawatir itu lagi-lagi menyerang, tidak ada suara apapun dari dalam sana walau berulang kali pun Kevin memanggilnya.


Kevin menendang pintu kamar mandi itu dengan sekuat tenaga nya, matanya terbelalak ketika melihat seseorang yang sudah tergeletak dengan darah segar yang mengalir dari tangannya.


__ADS_2