Cinta Si Pria Arrogant

Cinta Si Pria Arrogant
Ke khawatiran Zahla


__ADS_3

Kejadian di depan cafe rupanya membuat Zahla terus melamun, bukan tanpa alasan, ia takut kalau tragedi itu bukanlah hanya sebuah kebetulan.


Zahla menunggu David selesai membersihkan dirinya di kamar mandi, saat David keluar dari kamar kecil, Zahla pun segera menarik tangan David agar duduk di dekatnya.


''Ada apa? apa kau sangat menginginkan nya?'' tanya David yang salah paham dengan maksud Zahla.


''Menginginkan apa?''


''Ya kenapa kau menarik ku dengan tergesa-gesa seperti ini, apalagi kalau bukan ingin bermesraan dengan ku,'' Zahla memutar bola matanya dengan jengah.


''Bukan David... aku ingin mengatakan sesuatu.'' Ucap ya dengan tatapan yang serius.


''Apa ada yang lebih penting dari itu,'' goda David, melihat wajah Zahla yang tidak sama sekali tersenyum membuat David membungkam mulutnya, berhenti menggoda Zahla yang sedang dalam mode serius kali ini.


''Baiklah, katakan,''


''Klien yang baru saja memberikan projek besar untuk mu, apa kau tidak mengenal nya sama sekali?'' alis mata David mengernyit heran.


''Kamu ini lupa ya, kan sudah ku katakan kalau beliau terkenal di dunia perbisnisan,''


''Aku tau, aku ingat kau mengatakan itu, tapi apa kamu tidak mengenal betul siapa dia?'' pertanyaan Zahla yang lagi-lagi sama, membuat David semakin di buat heran, tapi kali ini David tidak menyepelekan ucapan istrinya itu.


''David, dia Leo Marck, pria yang sama dengan pria yang waktu dulu berniat meminang ku dan pria yang sama juga, yang kau hajar tepat di hari pertunangan aku dengan nya.''


Ya! David benar-benar melupakan kejadian itu, David lupa dengan siapa dia berhadapan, pria yang calon istri nya di bawa pergi dengannya di tambah hajaran keras dari nya dulu, lalu siapa sangka saat ini menjadi klien pentingnya.


Seakan-akan syok dengan apa yang Zahla katakan, David sampai ternganga lebar menatap wajah Zahla dengan expresi terkejutnya. ''David?'' panggil Zahla menyadarkan David yang tengah melamun.

__ADS_1


Ya Leo Marck bisa di bilang pembisnis handal, bahkan bisa di katakan sekelas dengan Daniel Carroll, ayahnya David sendiri. Bisa di bandingkan dengan David yang baru merintis bisnis nya sendiri, tidak ada sebanding dengan Leo Marck.


Tapi jika David setuju untuk memegang perusahaan Kakek nya juga mau menerima tawaran Daniel untuk bergabung dengan perusahaan Daniel, ayahnya. Tidak akan bisa terkalahkan ataupun di pandang rendah oleh pembisnis lainnya.


Zahla sangat tahu betul David belum bisa di katakan pembisnis kawakan seperti ayahnya, maka dari itu ia takut jika Leo yang memang sudah lebih ahli juga terkenal licik berniat mencurangi David.


''Jadi, dia orang yang pernah aku curi wanita nya?'' sulit di tebak, expresi David yang sebelumnya di tunjukan pada Zahla seketika berubah menjadi senyum yang menggoda Zahla, ya Zahla tak habis pikir dengan isi pikiran suaminya, entah kenapa David tidak sama sekali mempunyai rasa takut pada siapapun, entah karena dia anak orang yang terpandang atau memang tidak memiliki perasaan takut sedikitpun.


''David..... aku serius.'' Rengek Zahla dengan kesal karena tingkah suaminya.


''Ha ha ha.. ia honey, aku juga serius, lagipula kenapa memangnya jika dia orang yang sama. Kau tenang saja, aku akan berhati-hati, hmmm?'' Zahla pun mengangguk, ya walaupun David bukan pembisnis kawakan, kelicikan nya pun tidak bisa di tebak oleh siapapun termasuk asisten pribadi nya sekalipun.


***


BRAAAAKKKKKKKK...


''Apa? apa yang ku dengar itu tidak salah? kau berniat melenyapkannya? brengsek!!'' maki seorang wanita yang baru saja masuk ke dalam ruangan dan mendengar apa yang di ucapkan rivalnya.


''Ya! aku berniat melenyapkannya dengan tangan ku sendiri, tapi beruntung, dia bisa lolos dari maut yang mengintai nya.'' Seringai jahat terbentuk dari seorang pria yang kesal karena aksinya gagal.


''Berani kau menyentuhnya, aku pastikan kau menyesal.'' Ancam wanita itu dengan bersungguh-sungguh, mendengar ancaman wanita tersebut, pria yang mengamuk itupun tersulut emosi lagi dan segera menghampirinya.


Tangan besar nya mencengkeram kuat kedua sisi pipi mulus wanita itu sampai bibir mungilnya pun membentuk gunung dengan lubang di tengahnya, matanya yang memerah dengan tatapan mata yang sangat sangar. ''Kau berani mengancam ku, wanita j*lang.'' Ucap pria itu dengan geramnya.


''Apa kau melupakan status mu itu, hah! kau hanya j*lang yang aku bayar untuk memuaskan ku di ranjang sana!!'' bentak pria itu lagi dengan tangan yang menunjuk ke arah ranjang besar yang ada di kamar nya dan melepaskan cengkeramannya dengan kasar sehingga menyisakan sedikit lebam di kedua sisi pipinya.


Wanita tersebut jatuh ke lantai dengan air mata yang mengalir ke pipinya karena mendengar ucapan pria itu.

__ADS_1


''Ya aku sadar, aku hanya j*lang mu, dan berkat kau aku bisa kembali ke sini, tapi ku mohon jangan kau sakiti dia.''


''Dengan kekuasaan yang ku miliki, apapun akan ku lakukan dan tidak akan meminta persetujuan dari wanita kotor seperti mu.'' Pria itu pun berlalu pergi dari sana meninggalkan wanita itu dengan tangisannya.


''Maafkan aku Dev, aku sudah membuat mu dalam bahaya, tapi aku tidak akan membiarkan itu terjadi.'' Gumam wanita itu dengan tekatnya.


***


hueekkk hueekkk huekkk


Di pagi buta, terdengar suara bising dari dalam kamar mandi, dan membuat David terbangun dan langsung melihat tempat yang seharusnya di sana ada Zahla. ''Honey?'' panggil David.


Melihat Zahla yang tidak ada di tempat tidur sepagi itu, David pun segera beranjak dari ranjang dan mencari keberadaan Zahla di kamar mandi, ya suara itu ternyata berasal dari Zahla yang sedang meletakkan sebagian wajahnya di lubang kloset dengan posisi berjongkok.


''Honey? kau kenapa?'' tanya David yang segera memijat tengkuk leher Zahla yang sedang muntah-muntah.


Beberapa saat kemudian setelah rasa mual itu hilang, Zahla pun terduduk lemas di lantai kamar mandi dengan keringat dan dengan wajah pucat nya. David yang melihat keadaan istrinya tentu saja khawatir. ''Honey? apa yang terjadi?''


''David, bisa bantu aku ke kamar?'' tanpa menyahuti David segera membawa Zahla ke gendongan nya lalu ke kamar dan meletakkannya dengan sangat hati-hati.


''Sebentar, aku ambilkan air hangat,'' David berlari untuk mengambil air hangat untuk Zahla minum dan segera kembali untuk memberikannya.


''Kita kerumah sakit ya,'' Zahla langsung menggeleng.


''Tapi wajah mu pucat, sayang.''


''Sepertinya aku kelelahan, bisa tolong ambilkan vitamin ku di laci itu.'' Dan tanpa menyahuti lagi, David sigap mengambilnya dan membantu Zahla untuk meminum nya.

__ADS_1


Ya sebenarnya bukan hanya hari ini Zahla terus mual-mual, sudah beberapa hari Zahla merasa tidak enak badan, dan tanpa David ketahui, Zahla juga sudah memeriksakan keadaan nya ke dokter dan hasilnya membuat nya syok.


__ADS_2