Cinta Si Pria Arrogant

Cinta Si Pria Arrogant
Kemana Mereka Membawanya


__ADS_3

Sementara Zahla yang sedang merasa khawatir tentang kondisi David dan keberadaan nya, saat ini David berada di sebuah jalan buntu yang di apit dua gedung, ya David berada di sana karena ia memancing sang pelaku penembakan mobilnya agar mengikutinya dan menjauh dari Zahla.


Ia tahu betul kalau sang pelaku terutama memang mengincarnya tapi tidak menutup kemungkinan juga kalau Zahla pun menjadi incarannya nanti.


'Semoga kau mengerti apa yang ku maksud' benak David yang berharap Zahla akan menurut apa yang dia katakan.


Berjalan dengan santai namun tetap dengan mode yang waspada akan situasi setempat, dan benar saja, baru saja ia akan berbalik ada sebuah tongkat baseball yang melayang ke arahnya. 'Buughhh'


Sebuah seringai muncul dari wajah tegas seorang David, ya dia berhasil menangkisnya, bahkan saat ini tongkat baseball itu sudah berada di tangan kekarnya daaan.. Buughh' tongkat itu sudah mengayun dan mengenai tengkorak kepala seseorang yang berniat akan menyelakai David.


Hanya dengan satu pukulan, orang itupun tumbang dan bahkan sudah tidak lagi bernyawa. Seperti tidak melakukan apapun dan tidak terjadi apapun David pergi melangkahi jasad pria itu.


''Aku tidak berniat membunuh mu, tapi itu pilihan mu sendiri,'' ucapnya saat sekejap menghentikan langkahnya dan berbalik menatap orang itu lalu melanjutkan langkahnya kembali.


Baru beberapa langkah ia menindak, sebuah peluruh menancap ke lengan kiri David, namun itupun tidak membuat nya tumbang walaupun sudah ada darah yang menembus mantel tebal nya itu. Ya dan lagi-lagi seringai itu muncul kembali bak seorang psikopat yang tidak mengenal takut dan bahkan tidak mengenal rasa sakit, David melirik ke arah dimana peluruh itu datang.


Seorang pria yang bersembunyi di balik tiang besar sebuah bangunan gemetar karena mengetahui sasaran nya tidak lah tumbang walau mendapatkan tembakan dari nya. Tidak terdengar suara apapun namun tiba-tiba ada darah yang mengalir dari dada kirinya tepat jantungnya berada, ya David membalasnya dengan sebuah senjata yang memang kedap suara.


Dalam waktu singkat David telah menumbangkan lima orang musuhnya yang entah dari mana datangnya itu, sesaat ia memejamkan matanya merasakan nyeri di bagian luka tembaknya tapi itu tidaklah menjadi masalah besar baginya, yang ia khawatirkan saat ini adalah tentu kondisi Zahla yang ia tinggalkan di mobil.

__ADS_1


Dengan langkah lebarnya ia berjalan menuju mobilnya terparkir dan belum saja sampai, ada beberapa mobil berhenti di dekatnya dan turun beberapa pria berpakaian santai namun tidak meninggalkan kesan sangarnya.


David berdiam diri di tempat nya berpijak menatap kedatangan para pria itu dengan tatapan datarnya. Suara sepatu bersahutan dari pria-pria gagah yang saat ini berjalan menghampiri David.


''Brengksek!!'' maki David pada pria-pria itu.


''Tidak berguna!!''


''Apa kau terluka, David ?'' tanya salasatu pria itu yang tak lain geng sea ghost, ya Zahla lah yang memanggil mereka.


''Apa kau perlu mendapatkan perawatan gratis di rumah sakit?'' pertanyaan David membuat para sahabatnya tercengang kebingungan.


''Bodoh! kau mau di tembak tepat di kepala kau, hah! jangan bertanya apapun padanya sekarang.'' Sambung Rey yang lebih peka dengan apa yang di katakan David.


Kean yang mendengar ucapan Rey, menelan ludah nya dalam-dalam, ia lupa sedang berhadapan dengan siapa saat ini, ya David ketua geng mereka yang terkenal sadis dan tidak berbelas kasih pada para musuhnya, bahkan mereka menjuluki David dengan nama si pria gila, karena memang sedari dulu emosi nya tidak bisa terkontrol jika seseorang bersalah padanya.


''Lalu dimana istri mu?'' kali ini Rey lah yang bertanya.


Expresi yang semula di tunjukan David sesaat berubah seketika mendengar Rey bertanya tentang Zahla, dengan cepat ia berlari ke arah mobilnya karena ingin mengecek keadaan Zahla.

__ADS_1


''Kenapa saat Rey yang bertanya dia tidak marah, dasar pria gila,'' umpat Kean.


Rey dan yang lainnya ikut berlarian kemana David berlari. Rey yang memimpin pun tiba-tiba memberikan titah pada yang lainnya, ''sebagian kembali ke mobil, menyebar dan pergi cari mobil yang berplat ilegal, dan kabari aku jika kalian menemukan nya.'' Ucap Rey pada anak buah lainnya.


Tinggallah Rey dan Kean juga dua orang bodyguard yang berlarian ke arah David. ''Bagaimana?'' tanya Rey pada David.


''Sial! Mereka membawa Zahla,'' jawab David.


Ya saat David kembali ke mobilnya, kaca mobil miliknya sudah pecah dan Zahla yang di tinggal di dalamnya sudah tidak ada di tempat, ya kemungkinan Zahla di bawa para musuhnya.


''Aku sudah memerintah lainnya untuk mencari mereka.''


''Dimana kontak mobil mu?'' tanya David yang wajahnya sudah memerah menahan amarah. Tanpa bertanya Rey memberikan kunci pada David dan David pun pergi dengan mobil milik Rey.


''Rey, apa kau yakin memberikan mobil mu padanya, kau baru membelinya kemarin.'' Ujar Kean yang tidak mendapatkan respon apapun dari Rey.


''Sudah terbayang bentuk mobil mu nanti saat dia mengembalikan nya.'' Ucapnya lagi.


''Kau mengenalnya kan? ah sudahlah, lebih baik kita segera pergi mencari mereka,'' sahut Rey dengan ciri khas nya.

__ADS_1


__ADS_2